Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

QRIS Cross-Border Pembayaran Lintas negara yang Memangkas Banyak Keribetan tapi Menyimpan Bahaya Jika Kamu Nggak Hati-hati

Fransiska Meiliana Martani oleh Fransiska Meiliana Martani
14 November 2025
A A
QRIS Cross-Border Memudahkan, Sekaligus Menyimpan Bahaya (Unsplash)

QRIS Cross-Border Memudahkan, Sekaligus Menyimpan Bahaya (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tahukah kamu kalau kita sudah bisa melakukan pembayaran QRIS di beberapa negara di Asia? Namanya QRIS Cross-Border.

Menurut saya, metode pembayaran cashless ini sangat efisien. Kita jadi tidak perlu repot mengeluarkan dompet atau menukar rupiah terlebih dahulu. Namun, ada satu pertanyaan penting yang perlu dijawab. Apakah metode pembayaran tersebut menguntungkan atau justru merugikan?

ADVERTISEMENT

Cara mudah memakai QRIS Cross-Border

QRIS Cross-Border merupakan metode baru dari Bank Indonesia untuk melakukan transaksi di luar negeri melalui scan QR code. Saat ini, kamu sudah bisa menggunakan QRIS Cross-Border di beberapa negara. Antara lain, Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Korea. Untuk Cina sendiri masih dalam dalam tahap uji coba. 

Pada dasarnya, semua orang bisa menggunakan QRIS Cross-Border. Turis asing juga bisa menggunakan QRIS Cross-Border untuk melakukan pembayaran di Indonesia. Mereka bisa melakukan transaksi melalui mobile banking yang terdaftar dan tinggal melakukan scan saja. 

Cara melakukan pembayaran dengan QRIS Cross-Border itu sangat mudah. Kamu hanya tinggal scan QR code yang tersedia, lalu memasukkan nominal sesuai mata uang lokasi kamu melakukan pembayaran. 

Nantinya, sistem akan membaca nominal yang dimasukkan, lalu menampilkannya sesuai mata uang asli pengguna. Konfirmasi total nominal dengan pin, maka pembayaran diproses dan saldo berhasil terpotong.

Metode QRIS Cross-Border ini sangat bermanfaat buat kamu yang sedang di luar negeri. Transaksi jadi lebih mudah dan nggak ribet. Apalagi buat orang yang suka belanja.

Kamu tidak perlu repot lagi. Misalnya, mencari money changer atau penukaran mata uang di mobile banking, lalu repot menyimpan banyak kembalian saat selesai transaksi di negeri orang. 

Baca Juga:

Membayangkan Indonesia masa kini tanpa QRIS, transaksi akan benar-benar ribet

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

Hati-hati dengan perbedaan nilai tukar mata uang

Menurut pengalaman saya, kita harus hati-hati dengan perbedaan nilai tukar mata uang. Melansir Tribunnews, rupiah sendiri adalah salah satu mata uang dengan nilai terlemah.

Untuk 1 dolar (USD) setara dengan harga Rp16.618 (IDR). Jelas, perbandingan keduanya sangat jauh. Sementara itu, 100 dolar (USD) ke yen Jepang (JPY) itu setara 15.318. Jepang adalah salah satu negara yang sudah menggunakan QRIS Cross-Border.

Akun (@)kencampur pernah membagikan pengalamannya membayar makanan untuk dua orang di Jepang menggunakan QRIS Cross-Border. Kencampur adalah influencer Jepang yang pandai berbahasa Indonesia. 

Setelah scan QR code dan memasukan nominal pembayaran sejumlah 5.200 yen, sistem langsung membaca dan tertera nominal Rp577.645. Selain dirinya sendiri, netizen turut terkejut dengan perbandingan harga tersebut. 

Mungkin saja, bagi orang Jepang, makan dengan total segitu mahal masih terbilang biasa saja. Tetapi untuk wisatawan Indonesia, dengan budget terbatas, harga segitu bisa terbilang mahal. Jadi, kamu harus hati-hati dengan perbedaan mata uang ini. Bisa jadi bahaya kalau kami nggak waspada.

Kesulitan yang saya rasakan ketika belum ada QRIS Cross-Border

Dulu, saya pernah berlibur ke Singapura bersama keluarga. Saat itu, belum ada metode pembayaran QRIS Cross-Border.

Oleh sebab itu, sebelum ke Singapura, kami menukar mata uang secara tunai dan menggunakan mobile banking. Kami juga membuat daftar keperluan ketika sudah di sana. Hotel dan beberapa wahana sendiri sudah bisa dipesan menggunakan mata uang rupiah.

Setelah itu, kami menyiapkan budget supaya tidak kebablasan menggunakan mata uang Singapura. Memang jadi rada ribet.

Nah, di hari-H liburan, kami melakukan transaksi tanpa menghitung mata uang yang tersisa ke rupiah. Selama berlibur, ternyata ada transaksi yang tidak sesuai perkiraan. Namanya liburan, jadi rada lupa diri. Namun, untungnya, kami sudah menyiapkan budget jadi masih ada sisa.

Kebanyakan pengeluaran ada di orang tua saya. Tapi, saya dan kakak juga mempunyai pegangan masing-masing untuk membeli barang yang sangat kami mau. 

Saat pulang, saya mengecek rekening mata uang Singapura dan terkejut hanya tersisa sekitar Rp450.000. Padahal, mutasi transaksi yang tertera hanya sedikit. Tidak lebih dari lima transaksi. 

Setelah saya ingat, harga 1 SGD bernilai Rp12.809. Saya bersyukur saat itu saya menyiapkan budget dan mata uang Singapura sendiri untuk bertransaksi. Apalagi saya termasuk orang yang bisa lapar mata kalau udah lihat barang-barang lucu.

Berkaca dari segala keribetan kala itu, QRIS Cross-Border memang memberi kenyamanan. Khususnya bagi kita yang lagi di luar negeri. Kita jadi nggak perlu repot banget bawa banyak uang tunai. Meski memang, akan lebih bijak kalau tetap sedia uang tunai untuk jaga-jaga.

Penulis: Fransiska Meiliana Martani

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pengalaman Buruk ketika Memakai QRIS: Jadi Boros karena Minimal Order yang Nggak Masuk Akal dari Pemilik Minimarket

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 November 2025 oleh

Tags: cashlessdolar ke rupiahmata uang jepangmobile bankingQRISQRIS Cross-BorderRupiahrupiah ke dolarsingapurauang tunai
Fransiska Meiliana Martani

Fransiska Meiliana Martani

Fransiska Meiliana Martani, salah satu mahasiswa akhir Universitas Sanata Dharma, Program Studi Sastra Indonesia. Senang untuk eksplorasi hal di dunia ditemani makanan, film, dance, dan K-Pop.

ArtikelTerkait

5 Alasan Orang Lebih Suka Pinjam Uang Tunai ke Teman dariapda Tarik Tunai di ATM Mojok.co

5 Alasan Orang Lebih Suka Pinjam Uang Tunai ke Teman daripada Tarik Tunai di ATM

3 Oktober 2024
Tukang Parkir Surabaya Bikin Iri Daerah Lain, Sistemnya Canggih dan Lebih Jujur Mojok.co

Tukang Parkir Surabaya Bikin Iri Daerah Lain, Sistemnya Canggih dan Lebih Jujur

17 Januari 2024
Menerka Alasan Toko Legendaris seperti Toko Oen Malang Nggak Menerima Pembayaran Digital

Menerka Alasan Toko Legendaris seperti Toko Oen Malang Nggak Menerima Pembayaran Digital

5 September 2024
Pengalaman Naik Scoot, Maskapai LCC Terbaik Nomor Dua di Dunia Versi Skytrax

Pengalaman Naik Scoot, Maskapai LCC Terbaik Nomor Dua di Dunia Versi Skytrax setelah AirAsia

7 Maret 2024
Menciptakan Keribetan bagi Masyarakat Cashless

Menciptakan Keribetan bagi Masyarakat Cashless

3 Desember 2019
Pembayaran Nontunai Saja Orang Indonesia Masih Gagap, Digitalisasi Masih Begitu Jauh di Angan

Pembayaran Nontunai Saja Orang Indonesia Masih Gagap, Digitalisasi Masih Begitu Jauh di Angan

30 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.