Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Menciptakan Keribetan bagi Masyarakat Cashless

Dicky C. Anggoro oleh Dicky C. Anggoro
3 Desember 2019
A A
Menciptakan Keribetan bagi Masyarakat Cashless
Share on FacebookShare on Twitter

Kalau dilihat-lihat, makin ke sini orang-orang makin meninggalkan kebiasaan bertransaksi dengan uang tunai dan lebih beralih ke sarana digital. Belanja tanpa menggunakan uang tunai sudah menjadi hal yang sangat lumrah. Fenomena perubahan gaya transaksi ini yang menciptakan kondisi masyarakat cashless (tanpa uang tunai).

Berdirinya masyarakat tanpa uang tunai dapat dilihat dari beragam teknologi yang ada dalam dunia transaksi. Seperti, pembayaran dengan mobile-banking, merebaknya dompet digital macam OVO, Go-Pay, atau berbelanja dengan kartu kredit. Tampaknya berkurangnya penggunaan uang tunai menimbulkan banyak keuntungan dan kerugian.

Keuntungan Uang Non Tunai

Salah satu keuntungannya adalah memudahkan proses transaksi di dunia yang serba cepat ini. Pembayaran jauh lebih mudah dengan digitalisasi seperti adanya dompet digital. Pasalnya, ia mampu mengurangi tenaga agar tidak perlu repot-repot merogoh dompet ataupun mengambil uang di brangkas dan tabungan.

Keberadaan dompet digital pada dasarnya merupakan sebuah paradoks. Di satu sisi ia bisa memuluskan proses pembayaran, tapi di sisi yang lain juga dapat meningkatkan sifat boros konsumen. Salah satu buktinya mungkin yang sedang banyak dibicarakan sekarang adalah sudah lelahnya OVO bakar uang dan bagi-bagi promo kepada konsumen, ya karena konsumennya pada kalap belanja.

Para konsumen yang memakai pembayaran secara digital akan cenderung lebih boros dalam belanja. Ini dikarenakan proses transaksi pembayaran akan lebih mudah dan jauh lebih tidak terasa (frictionless). Hambatan untuk membayar pun juga lebih minimal. Tinggal buka aplikasinya, klik sana klik sini, tahu-tahu isi saldo kelar.

Beberapa artikel sudah pernah membuktikan klaim kemudahan pembayaran secara digital mampu meningkatkan keborosan konsumen. Salah satunya mengatakan bahwa saat mengeluarkan uang fisik dari dompet, rasa bersalah konsumen jauh lebih besar daripada jika ia melakukan transaksi dengan sarana digital. Oleh sebab itu, transaksi digital membuat konsumen lebih innocent dalam berbelanja. Akhirnya konsumen menjadi kalap dan tidak sadar bahwa mereka sudah melakukan hal yang boros.

Hidup Tak Lagi Ribet

Rasa bersalah yang tinggi saat kita mengeluarkan uang tunai dari dompet adalah karena pada dasarnya kita masih memiliki keterikatan emosional yang besar dengan uang fisik. Maka dari itu, karena kita tidak dapat merasakan emosi yang sama besar pada uang digital, kita cenderung tidak merasa memiliki ikatan dengannya. Sehingga keikhlasan dan kerelaan hati kita untuk merelakan uang digital lebih tinggi.

Karena kita terikat secara emosional dengan uang tunai yang bentuk fisiknya nyata dan kelihatan (tangible), maka pasti akan ada rasa sakit psikologis saat kita mengeluarkan uang tunai dari dompet. Saat membayar secara digital, rasa luka yang ditimbulkan jauh lebih tidak terasa karena kita tidak mengalami sensasi fisik mengeluarkan uang dan merelakannya pergi.

Baca Juga:

Toko Masih Terima Pembayaran Tunai di Zaman Serba Scan Bukan karena Cuci Uang, tapi karena Alasan Ini

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

Hidup yang lebih mudah ternyata tidak selamanya membawa dampak yang baik-baik saja. Melakukan transaksi non-tunai memiliki efek yang cukup mengerikan juga bagi keberlangsungan finansial pribadi sebagai konsumen.

Kemudahan yang dibawa oleh sistem cashless mungkin patut diantisipasi dampak buruknya dengan menerapkan ide yang berkebalikan, misalnya kita ciptakan keribetan dalam bertransaksi. Semakin kita susah dalam melakukan transaksi, makin kita menyadari prosesnya. Dan saat kita lebih sadar dengan proses yang terlibat, sensasi fisik dan rasa bersalah akibat mengeluarkan uang juga lebih tinggi pula.

Keribetan yang Membawa Kestabilan

Salah satu contoh menciptakan keribetan untuk menjaga kestabilan finansial adalah menarik uang tunai dari mesin ATM secara berkala dan dalam jumlah yang sedikit. Saat kita menyadari uang yang kita genggam jumlahnya terbatas, akan timbul pemikiran untuk membelanjakan uang tersebut dengan lebih sedikit dan hemat. Selain itu, bolak-balik ke ATM untuk sekadar mengambil uang juga dapat menambah keribetan itu sendiri.

Menciptakan keribetan juga harus menyasar pada penggunaan dompet digital. Salah satu caranya adalah memberlakukan top-up dengan nominal terbatas dan hanya dilakukan di tempat yang cukup menguras energi, misalnya top-up secara manual dengan transfer di ATM. Untuk itu, penggunaan mobile banking perlu diperhatikan dengan lebih ketat.

Mungkin ada beberapa hal yang masih membuat kita bertahan dengan dompet digital, salah satunya adalah pemberlakuan promo atau cashback yang cukup menggiurkan. Namun yang perlu diketahui, kebanyakan produk yang dijual dengan promo bukanlah hal yang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena adanya promo konsumen lebih tergiur dengan alasan lebih hemat, padahal dengan tidak membelinya kita jauh lebih bisa berhemat, bukan?

Kemudahan yang ditawarkan dalam masyarakat tanpa uang tunai memang menjadi keuntungan tersendiri bagi konsumen. Akant tetapi, yang perlu ditekankan adalah bagaimana kita bertahan dalam kemudahan yang cukup dilematis tersebut. Untuk itu, mari kita menyusahkan diri untuk keberlangsungan dompet yang lebih baik.

BACA JUGA Indonesia Menuju Cashless Society atau tulisan Dicky C. Anggoro lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: cashlessdompet digitalmobile bankingtunaiUang
Dicky C. Anggoro

Dicky C. Anggoro

Mahasiswa Apoteker yang gemar meracik kata-kata.

ArtikelTerkait

peserta arisan mojok

4 Tipe Peserta Arisan yang Perlu Diwaspadai biar Prosesnya Nggak Amsyong

12 September 2021
3 Alasan Mengapa Kita Merasa Sungkan Memberikan Uang Receh Saat Membeli Sesuatu

3 Alasan Mengapa Kita Merasa Sungkan Memberikan Uang Receh Saat Membeli Sesuatu

26 Agustus 2023
blogger blogging blog mencari uang penghasilan adsense ylix mojok.co

5 Alasan Mengapa Kamu Sebaiknya Tidak Menjadi Blogger untuk Cari Uang

30 Juni 2020
uang

Uang Tidak Bisa Membeli Segalanya, Ini Buktinya!

8 Juni 2019
Penipuan Pembayaran Melalui QRIS Semakin Banyak, Kenali Modus dan Pencegahannya

Penipuan Pembayaran Melalui QRIS Semakin Banyak, Kenali Modus dan Pencegahannya

23 April 2024
pada uang

Jangan Suka Berburuk Sangka Pada Uang, Nanti Uang Akan Malas Mendekati Kita Loh!  

16 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.