Kredit: Solusi Tepat Mengelola Uang Ala Generasi Millenial – Terminal Mojok

Kredit: Solusi Tepat Mengelola Uang Ala Generasi Millenial

Kredit menjadi solusi terbaik bagi kaum millenial yang mengandalkan gaji UMR tapi ingin punya rumah, motor, mobil, dan keperluan lainnya.

Artikel

Avatar

“Zaman sekarang kalau tidak utang, ya tidak punya apa-apa” Kata tetangga saya sore itu. Dalam diam, saya ikut mangut-mangut mendengarkan petuah finansial itu. Utang yang dimaksud adalah membeli barang secara kredit.

Kredit menjelma menjadi kebutuhan pokok manusia. Simbiosis mutualisme terjadi dalam sistem kredit, yakni debitur dan pemberi pinjaman sama-sama memperoleh keuntungan. Debitur memperoleh pinjaman uang sejumlah yang diperlukan dan pemberi pinjaman memproleh keuntungan dari bunga yang diberikan.

Pada dasarnya prinsip kredit adalah meringankan beban pembayaran. Klaim uang muka dan angsuran ringan serta proses cepat dan mudah adalah keuntungan sistem kredit walaupun sebenarnya harga tunai dengan harga kredit bisa sangat jauh perbedaanya.

Kredit menjadi solusi terbaik bagi kaum millenial yang mengandalkan gaji UMR tapi ingin punya rumah, motor, mobil, dan keperluan lainnya. Dengan modal terbatas, milenial bisa membeli rumah, motor, atau mobil yang harganya bisa ratusan kali lipat dari daya beli yang sebenarnya.

Tapi, banyak juga yang masih takut menggunakan jasa kredit. Alasannya beragam, bisa karena prosesnya ribet, takut tidak bisa bayar angsuran, uang muka terlalu besar, harga tunai dan kredit jauh berbeda, dan lain-lain. Tidak perlu takut, di sini saya bagikan tips dan trik mengelola keuangan ala millenial dengan sistem kredit.

Pilih pembiayaan dengan proses mudah dan cepat

Berawal dari tragedi televisi rusak, dilema antara beli TV dengan uang cash tapi dapat ukuran kecil dan biasa saja, atau kredit tapi bisa dapat TV besar dengan fitur lengkap. Karena ini adalah pengalaman kredit pertama, saya tidak ingin tertipu atau cepat tergiur tawaran dari sales perusahaan multifinance. Setelah browsing sana sini dan aktif bertanya dengan beberapa sales, akhirnya saya memutuskan untuk memilih pembiayaan dengan klaim proses mudah dan cepat. Eh beneran dong, terkejut terheran-heran dong karena mereka cuma minta fotokopi KTP dan mengisi 1 lembar dokumen. Iya sesimpel itu, 3 jam kemudian televisi mendarat selamat di rumah.

Pilih pembiayaan dengan bunga paling rendah

Ada kalanya perusahaan multifinance tidak mengadakan promo. Solusinya adalah bandingkan suku bunga antar pembiayaan, pilih yang paling rendah meskipun prosesnya memakan waktu lama. Ini pengalaman saya membeli kasur dan motor, dimulai dari banyaknya dokumen yang harus disiapkan, menunggu antrian survey rumah dan tempat kerja, menunggu keputusan analis, dan pencairan dana. Ditambah status barang yang harus pre-order dulu. Total waktu 1 bulan hingga barang datang selamat ke pangkuan kita.

Manfaatkan fasilitas KPR bersubsidi

Baca Juga:  Alternatif Tema Dekorasi Engagement Low Budget

Dengan budget minimalis, rumah subsidi menjadi pilihan tepat yang menjanjikan DP ringan dan bunga flat (suku bunga tidak naik dibanding rumah non-subsidi). Tapi eh tapi, meskipun subsidi, selalu siapkan uang lebih untuk biaya tak terduga seperti biaya posisi hook (disamping jalan utama), kelebihan tanah, ubah status tanah dari Hak Guna Bangunan ke Sertifikat Hak Milik, biaya renovasi dapur (biasanya rumah subsidi belum ada dapurnya, atau ada dapur tapi kamar mandi masih di luar), dan biaya tak terduga lain. Nanti deh kapan-kapan saya share pengalaman membeli rumah subsidi.

Manfaatkan promo bunga 0%

Perlu kebijaksanaan dalam memanfaatkan promo ini. Terkadang mereka menawarkan bunga 0% dengan uang muka lebih besar tetapi angsuran ringan. Ada pula tawaran bunga 0% dengan tenor terbatas misalnya jangka 6 sampai 12 bulan saja, otomatis angsurannya besar. Ada juga tawaran bunga 0% dengan uang muka ringan tetapi angsurannya besar. Harus pilih yang mana? Suka-suka saja, sesuaikan dengan kemampuan.

Tips ini saya terapkan ketika membeli motor lagi dan HP. Untuk HP, saya memilih tawaran dengan tenor terbatas, 6 bulan saja. Untuk motor, saya memilih tawaran dengan uang muka lebih besar.

Pilih toko yang menyediakan beberapa barang yang anda suka

Kelompokkan benda yang ingin dibeli secara kredit, misal elektronik dan furniture. Pilih satu toko yang menyediakan beberapa barang keperluan anda.

Untuk keperluan membeli perabot rumah seperti  kabinet TV, lemari, kulkas, televisi, sofa, dan kitchen set juga dibeli melalui kredit. Jadi saya membeli kulkas dan televisi di toko A menggunakan pembiayaan A. Kabinet TV, lemari, dan sofa di toko B menggunakan pembiayaan B, dan kitchen set di toko C menggunakan pembiayaan C. Kenapa berbeda? Beberapa pembiayaan membatasi jumlah item yang dibeli dan mereka tidak bisa melayani jika berbeda toko. Ada juga toko tersebut hanya bekerja sama dengan 1 pembiayaan.

Baca Juga:  Chinese Restaurant Syndrome: Apakah Generasi Micin Can Relate?

Disiplin membayar angsuran

Poin ini adalah wajib. Sistem kredit ini landasannya adalah kepercayaan antar debitur dan pemberi pinjaman. Jangan lupa, semua perusahaan multifinance ada dibawah naungan OJK dan bekerja sama dengan beberapa bank. Artinya, sistem akan menyimpan track record Anda. Jika sering terlambat membayar angsuran, bisa jadi pinjaman selanjutnya tidak akan dipermudah bahkan tidak boleh mengajukan kredit lagi. Berita baiknya, jika dispilin membayar angsuran, apalagi membayarnya selalu di awal waktu, anda bisa mendapat pengurangan suku bunga di peminjaman selanjutnya. Jumlahnya tidak main-main kawan.

Orangtua saya meminjam uang untuk keperluan modal usaha roti senilai 50 juta, dengan suku bunga yang naik setiap tahun, total uang yang harus dikembalikan kurang lebih 65 juta. Karena mereka disiplin dan selalu membayar angsuran di awal waktu, maka pihak permodalan menawarkan pinjaman dengan bunga yang dua kali lipat lebih ringan, misal pinjaman dana 75 juta, sedangkan total uang yang harus dikembalikan 79 juta.

Milenial wajib melek literasi finansial. Mereka harus pandai mengelola keuangan tidak hanya untuk leisure time atau travelling, tetapi juga menyisihkan untuk keperluan pokok seperti rumah, keperluan tabungan, dan investasi. Mereka juga dituntut untuk pandai membaca peluang. Perbankan sudah mulai mengikuti tren milenial dengan menghadirkan beragam fitur yang praktis dan mudah. Tinggal millenialnya saja, mau apa tidak? (*)

BACA JUGA Pengalaman Beli Rumah di Usia 23 Tahun dan Pelajaran Buat Milenial yang Pengin Punya Rumah atau tulisan Winda Ariani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
194 kali dilihat

0

Komentar

Comments are closed.