Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

Telaga El Kautsar Rahmatania oleh Telaga El Kautsar Rahmatania
13 Juli 2026
A A
Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI Mojok.co

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang pernah transit di Changi Airport Singapura? 

Setelah saya merasakan sendiri transit 11 jam di Singapura, kini saya paham kenapa orang-orang memilih uang ekstra untuk penerbangan langsung. Transit panjang ternyata tak sesederhana bayangan saya. Ada rasa lelah karena harus menunggu lama dan kemungkinan pengeluaran tambahan selama menunggu. 

ADVERTISEMENT

Untung saja saya mengalami transit panjang di Changi Airport Singapura. Penantian selama 11 jam jadi sedikit lebih ringan karena fasilitas bandara yang tak terkira. Pengalaman transit di sana jadi salah satu yang tak akan pernah saya lupakan. 

Masih dalam suasana pagi yang gelap, saya tiba di Bandara Changi dari Taiwan sekitar pukul 06.00 waktu setempat dan langsung bergegas menunaikan salat Subuh. Sembari menunggu terang, saya duduk duduk santai di deretan kursi yang dipadati penumpang sambil mengamati sekitar bandara.

Data dari Consultancy Asia menyebutkan,  Bandara Changi melayani lebih dari 100 maskapai penerbangan dengan koneksi ke 400 kota di seluruh dunia. Tak heran jika saya cukup kagok melihat ramainya bandara tersebut, mulai dari padatnya penumpang yang ngemper tidur di lantai beralas karpet empuk, papan keberangkatan yang dipenuhi tujuan ke berbagai belahan dunia, hingga deretan maskapai yang asing di telinga saya. 

Changi Airport Singapura lebih dari sekadar bandara

Saya rasa, Changi lebih dari sekadar bandara. Tempat ini lebih menyerupai pusat perbelanjaan yang dipadukan dengan tempat wisata. Terlebih, selama di dalam bandara kita tidak akan mendapati airport announcement terkait keberangkatan. Jadi, jangan sampai terlena ya mas, mbak. Pastikan tetap memantau jadwal penerbangan agar tidak ketinggalan pesawat.

Bukan tanpa alasan. Di Terminal 1, tempat saya mendarat, berjejer konter barang mewah seperti Louis Vuitton, Dior, Bulgari, Burberry, Coach, Fendi, Michael Kors, dan masih banyak lagi. Sayangnya, buat kaum mendang-mending seperti saya melihat kemewahan itu cuma bikin ngerasa miskin, karena jelas saya bukan pangsa pasarnya.

Selain deretan toko mewah, bandara ini juga dilengkapi beragam fasilitas hiburan seperti Taman Kupu-kupu (Butterfly Garden), air terjun Jewel, dreamscape, hingga taman anggrek yang dapat dinikmati para pengunjung secara gratis. 

Baca Juga:

Ruang Merokok Changi Airport Singapura Adalah yang Terbaik Dibandingkan Soekarno-Hatta dan Bandara-bandara Lain yang Pernah Saya Sambangi

QRIS Cross-Border Pembayaran Lintas negara yang Memangkas Banyak Keribetan tapi Menyimpan Bahaya Jika Kamu Nggak Hati-hati

Nggak bisa dipungkiri, daya tarik Bandara Changi memang terletak pada fasilitasnya yang sangat lengkap. Dari beragam fasilitas yang ada, salah satu yang turut menarik perhatian saya adalah tur gratis keliling Singapura atau Free Singapore Tour (FST). 

Changi Airport Singapura menyediakan tur gratis

Sejujurnya, saya maju mundur untuk mengikuti tur ini. Ditambah perasaan waswas yang terus menghantui, saya juga khawatir ketinggalan pesawat, merasa asing, atau bahkan tersesat di bandara yang amat luas ini. Maklum, ini perjalanan saya keluar negeri sendiri dan transit di negeri orang. 

Free Singapore Tour (FST) merupakan program yang diselenggarakan oleh Bandara Changi untuk para penumpang dengan jeda transit diatas 5,5 jam. Dalam pelaksanaanya, tur ini berdurasi 2,5 jam dan menawarkan empat rute wisata yang bisa kita pilih, diantaranya Sentosa Discovery, City Sight Tour, Singapore River and Marina Bay Sands Tour, dan Heritage and Culture Tour. Sistem Free Singapore Tour bisa dibilang seperti war, kita harus booking terlebih dahulu untuk mendapat kuota. 

Tetap ikut tur walau galau di dalam hati

Akhirnya, bermodalkan prinsip sing penting yakin (yang penting yakin), saya memutuskan ikut tur ini pukul 10.00 pagi waktu setempat. Saat itu saya memilih destinasi Heritage and Culture Tour. Beberapa tempat yang saya kunjungi Chinatown dan Kampong gelam. Bonusnya saya juga dapat teman asal Indonesia yang super baik dan ramah. 

Setelah berhasil mendaftar secara daring, saya baru menyadari kalau proses booking hingga check in di area transit sebelum mengikuti tur tidak serumit yang saya kira dan tidak semenakutkan dari yang saya bayangkan. Hal ini tidak terlepas karena petunjuk di situs Changi Airport terkait tur ini sangat lengkap dan informatif. 

Disclaimer, bagi yang ingin mengikuti Free Singapore Tour, bersiaplah dengan aturan yang cukup ketat dan juga tambahan biaya pengeluaran. 

Eits, jangan emosi dulu setelah mendengar kabar ini. Sebenarnya, program ini 100% gratis. Namun, karena selama tur berlangsung tidak diperkenankan membawa koper layaknya pelancong yang baru tiba di kota tujuan, peserta harus merogoh kocek untuk menitipkan barang di penitipan bandara. 

Selama tur berlangsung jangan berharap bisa explore dengan puas di tiap pemberhentian. Durasi 2,5 jam itu sudah mencakup seluruh perjalanan, termasuk waktu tempuh dari satu lokasi ke lokasi lain. 

Peserta hanya memiliki waktu kurang lebih sepuluh menit untuk menikmati suasana di setiap destinasi (di luar sesi penjelasan dari pemandu wisata). Sangat singkat dan terasa diburu-buru, tapi apa boleh buat, namanya juga tur gratisan.

Secara keseluruhan, Free Singapore Tour cukup worth it sih buat ngisi waktu gabut saat transit. Namun kurang cocok bagi mereka yang ingin mengenal Singapura secara mendalam. 

Disangka TKI, saya justru mendapat cerita beratnya jadi TKI di Singapura

Saat menunggu di Changi Airport, saya sempat dikira TKI oleh seorang perempuan muda. Pekerja migran Indonesia memang banyak yang mengadu nasib disana, jadi saya memahaminya, tak perlu merasa tersinggung. Tanpa basa-basi perempuan muda itu malah langsung curcol kehidupannya jadi ART di Singapura. 

Saat itu saya hanya banyak mendengarkan. Bukannya apa, kebetulan skripsi saya berkaitan dengan pekerja migran. Makanya, saya cukup paham kalau jadi ART di luar negeri itu bukan cuma butuh modal nekat untuk mengubah nasib, tapi juga harus bermental baja.

Menurut ceritanya, banyak teman sesama ART yang hanya mampu bertahan selama satu bulan. Bukan karena gajinya kurang, melainkan karena budaya kerja di sana keras dan mereka harus menghadapi karakter majikan yang galak. 

Nggak hanya itu, bekerja sebagai ART di sana juga menuntut tenaga ekstra. Mereka harus standby mulai pagi hingga menjelang waktu tidur. Karenanya, yang diuji bukan cuma mental, tetapi juga ketahanan fisik. Walau harus menghadapi kondisi yang kurang nyaman, belum lagi gajinya dipotong pihak penyalur, dia mengaku tetap bersyukur. Menurutnya, kondisi tersebut masih lebih baik jika dibandingkan bekerja di Indonesia menjadi karjimut (karyawan bergaji imut).

Kurang lebih itulah curhatan mbak-mbak pekerja migran asal Tulungagung dengan saya saat di ruang tunggu Changi Airport Singapura sebelum masuk pesawat. 

Bagi saya, pengalaman transit di Singapura kali ini bukan hanya soal melawan rasa takut bepergian seorang diri. Siapa sangka, saya justru mendapat cerita tentang kerasnya perjuangan pekerja migran Indonesia yang mengadu nasib di Negeri Singa.

Penulis: Telaga El Kautsar Rahmatania
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Singapura Memang Semenyenangkan Itu, dan Memang Bikin Betah Banget, Wajar kalau Pada Pindah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2026 oleh

Tags: airportBandara SingapuraChangiChangi AirportChangi Airport SingapurasingapuraTKITKI Singapura
Telaga El Kautsar Rahmatania

Telaga El Kautsar Rahmatania

ArtikelTerkait

WNI Pindah Negara Itu Nggak Salah, Justru Tindakan Tersebut Amat Rasional, Rumput Tetangga Kali Ini Beneran Lebih Hijau

WNI Pindah Negara Itu Nggak Salah, Justru Tindakan Tersebut Amat Rasional, Rumput Tetangga Kali Ini Beneran Lebih Hijau

13 Juli 2023
QRIS Cross-Border Memudahkan, Sekaligus Menyimpan Bahaya (Unsplash)

QRIS Cross-Border Pembayaran Lintas negara yang Memangkas Banyak Keribetan tapi Menyimpan Bahaya Jika Kamu Nggak Hati-hati

14 November 2025
Raditya Dika

Mengenal Penyakit Raditya Dika yang Belum Bisa Disembuhkan

6 September 2019
Menghitung Kekayaan Ustaz Kemed: Sang Pemimpin Besar Ciraos

Menghitung Kekayaan Ustaz Kemed: Sang Pemimpin Besar Ciraos

27 Maret 2020
es teh

Tak Ada Es Teh di Batam?

6 September 2019
Pengalaman Naik Scoot, Maskapai LCC Terbaik Nomor Dua di Dunia Versi Skytrax

Pengalaman Naik Scoot, Maskapai LCC Terbaik Nomor Dua di Dunia Versi Skytrax setelah AirAsia

7 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tugu Jogja Kini Lebih Menyenangkan ketimbang Malioboro (Unsplash)

Orang yang Foto di Tugu Jogja Itu Bukan Norak, Hampir Semua Pelancong Pernah Melakukannya

7 Juli 2026
Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali Mojok.co

Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali

7 Juli 2026
8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen Mojok.co

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

11 Juli 2026
Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

11 Juli 2026
Tahlilan di Sumatera beda dengan Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan Mojok.co

Tahlilan di Sumatera beda dengan di Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan

13 Juli 2026
Nasib Stasiun Karawang: Terasing di Rel Sendiri, Kalah Mentereng dari Stasiun Cikarang

Nasib Stasiun Karawang: Terasing di Rel Sendiri, Kalah Mentereng dari Stasiun Cikarang

8 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.