Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Lomba-lombaan Jadi yang Paling Menderita Pas Lagi Curhat Itu Maksudnya Apa, ya?

Atik Soraya oleh Atik Soraya
21 September 2019
A A
curhat

curhat

Share on FacebookShare on Twitter

“Kamu tuh mending cuma [masukan satu masalah] doang, coba liat aku nih, gimana aku nggak strong? Aku ngalamin [masukan banyak masalah] yang lebih parah!” Kata beberapa orang teman yang menanggapi curhat saya.

Tanpa harus punya kekuatan indra keenam untuk menerawang masa depan atau masa lalu, saya yakin pasti banyak juga orang yang pernah ditanggapi dengan respons serupa ketika dia sedang bercerita. Ya sebenarnya respons itu lebih mending daripada respons, “Coba kamu rasain jadi aku yang hidupnya [masukan berbagai penderitaan]”. Ya mohon maaf saja, nih, kita-kita ini nyelesein masalah sendiri aja masih kebingungan, lha gimana caranya disuruh nyobain hidup orang lain?

ADVERTISEMENT

Memang manusia suka nyebelin. Orang mau curhat malah diajak berantem, hadehhh.

Gimana nggak diajak berantem, itu kan situasinya kita lagi butuh dukungan moral, butuh dirangkul dan dimengerti, bukan malah dipojokkan dengan respons berlomba jadi orang yang lebih—atau paling—menderita dibanding kita.

Gini deh, siapa juga yang mau terjebak dalam keadaan yang menyesakkan pikiran dan terbebani dengan kondisi jiwa yang nggak stabil sampai dianggap lebay sama orang? Hm??? Ya nggak ada lah, Malih! Nggak bakalan ada yang mau. Makanya mereka memutuskan untuk cerita/curhat biar bisa setidaknya mengeluarkan unek-unek mereka.

Tapi, ketika orang .yang dijadiin tempat curhat malah lomba-lombaan jadi orang yang paling menderita dengan memberikan respons membandingkan masalah kita dengan masalah dia, apa dia nggak mikir kalau orang berani curhat ke dia itu karena percaya kalau dia bisa mendengarkan, mengerti, dan menenangkan sebagai teman? Eh, ini malah ngebanding-bandingin masalah.

Buat saya, banding-bandingin masalah pas curhat itu dari perspektif mana pun (dari yang lagi curhat atau yang mendengarkan curhat) ya nggak baik. Contoh dari pendengar yang suka membandingkan masalah tadi sudah jamak ditemui, apa yang saya ceritakan di atas tadi contoh konkret. Namun, ada juga si pencerita yang suka membandingkan masalahnya, bukan hanya curhat masalah sendiri tapi dia juga akan menambahkan bumbu perbandingan di akhir kalimat keluh kesahnya seperti, “Kalo lu mah enak progresnya udah banyak, coba liat gue ini belom sama sekali.”

Hmmm, serba salah memang. Nggak pencerita, enggak pendengar, semuanya berpotensi untuk mengerdilkan masalah orang lain padahal enggak pernah tahu perjuangan apa saja yang pernah dilalui. Duri-duri apa yang sudah membuat bekas di batin tapi orang lain dengan seenaknya bilang, “Kalo lu mah udah enak…” KALO LU MAH UDAH ENAK, katanya dengan enteng tanpa mikir.

Baca Juga:

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Facebook Adalah Seburuk-buruknya Tempat Curhat Soal Kulit dan Minta Rekomendasi Skincare

Ada yang berjuang untuk melawan penyakitnya tapi dikelilingi oleh teman-teman baik yang mendukungnya, ada yang kehidupan rumah tangganya berantakan tapi punya karir yang bagus, ada yang karirnya biasa saja tapi keluarganya mengasihinya dengan penuh cinta, yang lainnya kesulitan ekonomi tapi punya anak-anak yang cerdas. Semuanya sedang berjuang dan punya masalah sendiri. Di satu sisi ada yang kelihatannya enak, tapi kamu belum lihat sisi enggak enaknya dari hidupnya, cuma itu masalahnya. Dan kamu masih dengan lantang membandingkan diri lewat perspektif kamu sendiri.

Sangat tidak elok membandingkan masalah orang lain untuk tujuan apapun. Membandingkan masalah tidak akan membuatnya jadi termotivasi untuk bergerak lebih baik. Kamu yang sering atau pernah melakukan hal tersebut ibarat hanya menaburkan garam, jeruk nipis, terus digosok-gosok pake sikat gigi di atas luka basah.

Toh kalaupun alat penukar masalah dari kantong ajaib Doraemon ada di dunia  nyata, kamu juga belum tentu mampu berada di posisi orang lain yang masalahnya sering kamu anggap, “Yaelah, cuma gitu doang.” Kok ini berani-beraninya membandingkan masalah begitu, situ siapa?

Nggak cuma perbandingan masalah doang sebenarnya, banding-bandingin kesuksesan seseorang juga tidak elok dan sangat tidak baik untuk kesehatan mental. Emak-emak yang suka bandingin anaknya sama anak tetangga, atau diri sendiri yang suka bandingin pencapaian yang kita peroleh dengan pencapaian orang lain, hal-hal yang begitu hanya bentuk self abuse dan metode mengerdilkan diri sendiri paling efektif.

Untuk siapa pun itu, si tukang curhat, pendengar rese, buruh, pelajar, ibu rumah tangga, mahasiswa, pengangguran, siapa pun itu tolong berhenti membandingkan masalah dan pencapaian dengan orang lain.

BACA JUGA Pendengar Curhat yang Baik Adalah Mereka yang Tiap Curhat Nggak Kalian Dengerin atau tulisan Atik Soraya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2022 oleh

Tags: Curhatcurhat shamingpsikologis
Atik Soraya

Atik Soraya

ArtikelTerkait

ke toilet

Jangan Minta Saya Nganter ke Toilet

21 Agustus 2019
rumah tangga

Perkara Rumah Tangga, Sebaiknya Jangan Curhat di Media Sosial

18 Mei 2019
jurusan bahasa dan sastra

Jurusan Bahasa dan Sastra yang Selalu “Ditodong”, Lalu Dipinggirkan

6 Agustus 2019
udah Nggak Usah Dipikirin

Kalimat “Udah Nggak Usah Dipikirin” yang Sebaiknya Kamu Pikirin

16 Agustus 2019
membuang makanan

Membuang Makanan itu Melukai Kemanusiaan Kita

7 Agustus 2019
Fingerprint

Hubungan Fingerprint dengan Merosotnya Angka Pernikahan Kaum Adam dengan Guru

16 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.