Modus PDKT Ala Senior Kampus yang Harus Diperhatikan Mahasiswa Baru Ketika Ospek

Artikel

Avatar

Selain jadi ajang pengenalan kampus, Ospek juga jadi ajang bagi senior-senior untuk cari gebetan. Entah sekadar PDKT, atau sampai cari pacar. Cara atau modus yang dilakukan senior ini cukup beragam, mulai dari yang sok tegas, sampai yang sok perhatian.

Sepakat atau tidak, apa yang dilakukan senior kampus ini kadang menjengkelkan. Gimana nggak menjengkelkan, lha wong sehari-harinya aja malas kuliah, tampilannya awur-awuran, cengengas-cengenges, eh ketika Ospek mendadak jadi rajin, tegas dan sok bijak. Biasa, cari perhatian ke mahasiswa baru, gitu modusnya.

Biasanya, perilaku sok tegas yang dilakukan senior ini hanya sekadar modus, yang ditujukan untuk mahasiswa baru incarannya. Senior-senior ini sudah mengincar beberapa mahasiswa baru dari jauh-jauh hari. Pasti sudah tahu, lah, tujuannya. Sok tegas, cari atensi, pura-pura menawarkan bantuan, ujung-ujungnya PDKT. Itu modus klasik yang hampir ada di setiap kampus, lah.

Ironisnya, mahasiswa baru-nya juga terima-terima aja diperlakukan seperti itu. Mereka malah memaklumi modus-modus yang dilakukan seniornya. Kadang ada yang malah senang diperlakukan seperti itu. Padahal, nggak sedikit senior-senior ini yang punya niat yang kadang nggak tertebak, seperti cuma memanfaatkan mahasiswa-mahasiswa baru yang didekatinya sebagai ajang pamer saja.

Ada beberapa modus yang mungkin banyak dijalankan beberapa senior, yang bisa dibilang cukup berbahaya kalau nggak diantisipasi dengan benar.

 

Modus minta nomor handphone untuk koordinasi, tetapi nyatanya untuk diri sendiri

Ketika Ospek, kamu pasti dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok, pasti ada satu atau dua koordinator. Salah satu koordinator ini pasti minta nomor hape masing-masing, dengan alasan bikin grup WhatsApp untuk koordinasi kelompok. Nggak jarang, minta nomor hape ini juga dijadikan modus untuk mendekati mahasiswa baru.

Baca Juga:  Pemilik Patah Hati yang Sebenarnya Adalah yang Mengambil Keputusan dan Pergi

Bukannya apa-apa, selain ada senior yang bergelar “buaya kampus,” ada juga senior yang jadi  anggota organisasi yang nggak jelas. Nggak menutup kemungkinan, kamu nanti bisa didekati senior, alih-alih dijadikan pacar, kamu malah dijadikan kader baru di organisasinya. Mending organisasinya jelas, kalau nggak jelas, seperti Mahasiswa Pemburu Alien, atau Mahasiswa Pecinta Ubur-Ubur, gimana?

Sayangnya, banyak yang bersikap wajar, dan cenderung memaklumi hal ini. Sebaiknya menjaga diri dari hal-hal yang nggak jelas. Kalau untuk didekati saja ya nggak ada masalah, tapi kalau sampai kamu dikaderisasi untuk masuk organisasi yang nggak jelas, ya mending jangan.

Sok simpatik, tapi sebenarnya tertarik

Modus seperti ini juga jadi modus yang basi banget. Misalnya, ketika kamu dihukum oleh salah satu seniormu saat Ospek, tiba-tiba seniormu lainnya sok-sok kasihan sama kamu. Ketika dia menghampirimu, terus dia mendatangimu, menenangkanmu, dan bilang nggak apa-apa, usahakan kamu jangan langsung terpesona. Kalau bisa, curigalah dulu, kecuali kalau kamu memang suka sama dia.

Bukan apa-apa, terkadang orang yang simpatik nggak sepenuhnya simpatik. Bisa jadi dia hanya tertarik, dan menjadikan rasa simpatik jadi sebuah senjata untuk mendekatimu. Ya kalau orangnya baik dan bertanggung jawab, sih, oke-oke saja. Kalau orangnya nggak baik, gimana? Punya niat yang aneh-aneh, misalnya? Bisa jadi dia salah satu “buaya kampus” yang suka mendekati mahasiswa baru.

Menawarkan bantuan, yang ujungnya pendekatan

Hampir di setiap kampus, Ospek selalu dilengkapi dengan printilan-printilan yang ribetnya nggak karuan. Bagi mahasiswa baru, printilan-printilan ini jadi hal yang cukup berat. Harus membawa ini, membawa itu, beli ini, beli itu. Kadang, ada satu atau dua senior yang menawarkan bantuan, untuk mencari printilan-printilan tersebut. Kadang, senior tersebut niatnya nggak hanya membantu, tapi sekalian pendekatan.

Baca Juga:  Menghargai Kepedulian Orangtua Melalui Pesan WhatsApp yang Selalu Di-Forward Agar Anak Selalu Waspada

Kalau orangnya kamu pikir baik, ya mungkin nggak ada masalah. Kalau dari gelagat dan tingkah lakunya sudah ada potensi nggak baik, ya tolak aja. Penolakan yang kamu lakukan, bisa jadi sebuah upaya melindungi diri dari senior-senior yang bisa menjerumuskanmu ke lingkungan-lingkungan yang nggak jelas. Siapa tahu nanti kamu malah diajak masuk sekte-sekte aneh, atau organisasi aneh lainnya. Jadi, hati-hati aja.

Jadi, untuk mahasiswa baru yang akan, atau sudah mulai Ospek kuliah, mohon hati-hati supaya tidak terjebak dalam kondisi-kondisi yang aneh-aneh seperti di atas. (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.
---
5


Komentar

Comments are closed.