Enaknya Jadi Mahasiswa UNEJ di Tengah Pandemi

Featured

Mohammad Hidayatullah

Tidak bisa dimungkiri bahwa setiap mahasiswa menginginkan fasilitas terbaik dari universitas mereka di tengah gencar-gencarnya kuliah online seperti saat ini. Sebagai kampus terbaik di urutan sebelas versi Webometrics tentunya UNEJ tidak akan mengecewakan mahasiswanya.

Emang sumbangsih apa yang sudah di lakukan UNEJ? Banyak bangett, saking banyaknya mungkin sampai membuat mahasiswa di Universitas lain kegerahan membaca ini.

Pertama, Memberi tunjangan kuota internet sebesar 50 ribu

Karena kuliah online merajalela, pastinya bakal menguras kuota internet. Ini pasti jadi masalah khususnya buat sobat Missquen yang kalo lagi nongkrong aja minta tethering hotspot.

di UNEJ, SK Subsidi Dana Bantuan turun tanggal 2 April. Isinya memberikan bantuan paket data sebesar 50 ribu, kemudian, tanggal 8 April diubah dalam bentuk uang yang akan ditransfer ke rekening masing-masing mahasiswa UNEJ, jadi harus daftar lagi untuk nyantumin nomer rekening.

Lah kok Labil? Wuhh, bukan labil itu mas bro, UNEJ kampus penuh perhitungan dan mengkaji hingga matang, meskipun hasilnya gosong. Walaupun nominalnya tidak sebesar kampus-kampus lain dan sangat kurang jika ingin ditukarkan dengan paket data unlimited sebulan, setidaknya sudah cukup meringankan beban hidup mahasiswanya.

Apakah sudah cair? Yaaa nggak dong, sebagai Universitas penyandang predikat kampus terbaik dalam hal pengelolaan keuangan se-Indonesia , butuh waktu lama, untuk melakukan akumulasi data mahasiswa yang kurang lebih sebanyak 19 ribu orang, penuh perhitungan bukan?

Artinya UNEJ masih sempat-sempatnya, memberikan pelatihan khusus Kesabaran bagi mahasiswanya. Patut diacungi pentol, eh jempol.

Kedua, membatasi pemberian tugas kuliah

Sebagai kampus kebangsaan, yang sangat masif melakukan pembangunan, UNEJ juga sudah mengeluarkan Surat Edaran yang isinya tuntunan dan panduan dosen agar memberi tugas yang Proporsional. Kurang baik apalagi kampus UNEJ? Mereka tidak ingin mahasiswanya stress saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Baca Juga:  Kabinet Kasih Sayang untuk Indonesia yang Lebih Halu

Berhubung dosen-dosen nya ingin mencerdaskan para mahasiswanya, dan terkait hasrat menjadikan mereka sosok intelektual yang sejati, maka tugas yang konon katanya harus lebih manusiawi malah dibikin berapi-api, mati satu tumbuh seribu dan terus bermutasi.

Mungkin, tugas yang banyak merupakan representasi dari empati dosen kepada mahasiswa. Tidak masalah, mengingat kewajiban kita sebagai mahasiswa, kewajiban terpenuhi, hak pun juga harus terpenuhi. Toh ini juga demi kebaikan bersama, iyaa gak?

Lagian selama puasa, kalo gak ngerjain tugas kamu mau ngapain? Tidur? ya mending ngerjain tugas dari dosen lah. Inget, belajar itu juga termasuk ibadah, Kerjakan aja tugas-tugas yang dilimpahkan oleh dosen, meskipun melampaui batas kemampuan kamu, tapi kan Allah tidak memberi ujian melebihi kemampuan kita? Itu Allah, inimah dosen.

Ketiga, memperketat regulasi absensi

Tentu, UNEJ ingin mahasiswa nya sudah stand by di rumah sebelum azan Maghrib atau bahkan tidak terlambat untuk santap sahur, karena label displin, harus melekat pada mahasiswa. Mengatasi permasalahan tersebut, UNEJ hadir dengan memperketat proses absensi online, mahasiswa hanya diberi waktu 30 menit untuk submit present, lebih dari itu yaa Alfatiha aja siapa tau masih bisa diperbaiki.

Memang, kalo kampus terbaik nomer sebelas itu nggak bakal mengecewakan. Walau realitanya saat kita mau absen ternyata dosen belum membuat portal submit presensi, setidaknya kita sudah siap sedia, dan kembali ke awal tadi, melatih kesabaran. Huhu

Dosen kan banyak kesibukan jadi kita sebagai mahasiswa harus paham dengan kondisinya. Yang salah ya tetap mahasiswanya, salah siapa nggak ngingetin dosen.

Dosen itu sudah cukup baik, saat kamu alfa, kamu menghubungi dosen supaya diperbaiki, setidaknya menjadi Izin atau Hadir. Perkara, dosen melemparkan masalah itu ke operator prodi, dan tim operator prodi angkat tangan kemudian melemparkannya lagi ke dosen—dan ujung-ujungnya tetep Alfa, ya syukuri aja. Setidaknya dosen sudah berbuat baik untuk kita. Baik dari mananya? Terealiasasi atau tidak itu urusan belakangan, yang penting dijanjiin dulu.Intinya semua harus di syukuri, “Syukurin loo!!”

Baca Juga:  Orang-Orang Berjasa di Balik Panggung Aksi Massa

Sumber Gambar: Website Resmi Universitas Jember

BACA JUGA Kabar Kenaikan UKT dan PHP Kemenag Adalah Cara Kampus Menempa Kesolehan Anak UIN atau tulisan Mohammad Hidayatullah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
133


Komentar

Comments are closed.