Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Surat Keterangan Kelakuan Baik sebagai Syarat Pendaftaran Pesantren Itu Merupakan Birokrasi yang Ramashok

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
10 Agustus 2021
A A
Surat Keterangan Kelakuan Baik sebagai Syarat Pendaftaran Pesantren Itu Merupakan Birokrasi yag Ramashok terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu, saya menulis mengenai pengalaman mendaftarkan adik saya sekolah ke jenjang SMP yang menurut saya terdapat sebuah keganjilan di sana. Di kesempatan yang sama, setelah mendaftarkan adik saya ke jenjang SMP, di hari yang sama juga, saya mendaftarkan adik saya ke sebuah pondok pesantren yang masih dalam satu yayasan dengan sekolah tersebut.

Nah, di momen mendaftarkan adik saya ke pesantren tersebut, lagi-lagi saya menemukan sebuah keganjilan dalam sebuah syarat pendaftaran santri baru. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa pesantren tempat adik saya mondok ini merupakan pesantren yang sama dengan yang pernah saya tempati mondok dulu.

Di masa pendaftaran pesantren generasi saya dulu sekitar tahun 2012, berkas yang harus disiapkan hanyalah berkas umum sebagai pendataan calon santri saja seperti kartu keluarga dan ijazah atau sejenisnya. Namun, entah kenapa di masa generasi adik saya, berkas syarat pendaftaran pesantrennya agak berbeda dan ada penambahan, yakni harus memiliki surat keterangan kelakuan baik dari sekolah asal.

Masa iya, daftar ke pesantren sudah seperti mau melamar kerja pakai surat keterangan kelakuan baik segala. Kalau melamar kerja tentunya wajar-wajar saja menyeleksi dan hanya menerima pegawai yang berkelakuan baik, karena memang fungsinya untuk meningkatkan kualitas perusahaan atau tempat kerja. Lha, kalau untuk daftar pesantren harus berkelakuan baik itu buat apa? Kan memang fungsi pesantren itu untuk memperbaiki moral santrinya?

Di titik inilah saya mulai bertanya-tanya, mengapa harus memiliki surat keterangan kelakuan baik dari sekolah asal. Menurut pihak pesantren, surat tersebut sebagai salah syarat wajib yang harus dimiliki oleh para calon santri untuk melakukan pendaftaran, dan sistem birokrasi ini sudah berlaku beberapa tahun terakhir ini.

Lantas saya berpikir, bagi yang nggak memiliki surat keterangan kelakuan baik tersebut berarti nggak bisa mendaftarkan diri jadi santri di pesantren tersebut, dong?

Saya pun bertanya-tanya kembali, terus-menerus, bahkan terheran-heran dengan sistem birokrasi pendaftaran pesantren saya untuk saat ini. Bukankah tujuan lembaga pendidikan seperti pondok pesantren ini adalah untuk membimbing, memperbaiki, dan bahkan merenovasi para peserta didiknya—dalam artian santrinya yang berkelakuan kurang baik—ke arah yang lebih baik?

Lha, kalau yang diterima hanya mereka yang berkelakuan baik, lantas kerjaan lembaga pendidikan seperti pesantren itu ngapain saja? Toh santrinya sudah berkelakuan baik, tinggal merawatnya saja.

Baca Juga:

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan

Persamaan Kontroversi Feodalisme Pondok Pesantren dan Liverpool yang Dibantu Wasit ketika Menjadi Juara Liga Inggris

Di sisi lain, mereka yang nggak bisa menjadi santri karena berkelakuan “kurang baik” itu, yang ngurus siapa? Kan niatnya dimasukkan ke pesantren tujuannya untuk menjadikannya sebagai insan yang lebih baik. Jikalau pesantren nggak menerima, berarti mereka-mereka yang “kurang baik” ini malah menjadi-jadi, bahkan merajalela, dong?

Sebenarnya kasus semacam ini nggak jauh berbeda dengan kasus kebanyakan sekolah, bahkan sekelas kampus sekalipun, yang sering ditemui di negeri ini. Jadi, kebanyakan sekolah maupun kampus saat ini hanya menerima peserta didik yang pintar saja melalui tes uji kompetensi kepada calon peserta didiknya sebelum diterima. Jikalau nggak bisa mengerjakan tes uji kompetensi tersebut, maka calon peserta didik akan auto nggak diterima di sekolah yang ditujunya.

Begitupun dalam kasus seleksi kelas unggulan ketika pendaftaran sekolah bagi calon siswa. Bagi mereka yang nggak memiliki sertifikat kejuaraan semasa sekolah asal, maka calon siswa tersebut nggak bakal bisa diterima di kelas unggulan.

Logika birokratisasi dalam seleksi peserta didik semacam ini yang menurut saya ramashok, blas gadas. Jika yang diterima hanyalah si pintar, si berprestasi, si bermoral baik, lantas fungsi lembaga pendidikan selama ini apa? Apakah sebatas perawat tanpa ada fungsi untuk peningkatan kualitas peserta didiknya? Gitu, kok, mau mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kalau sudah pintar, sudah berprestasi, sudah bermoral baik, lantas buat apa digembleng, lah wong peserta didik semacam ini cuma butuh perawatan saja dan itu nggak begitu sulit bagi para pendidik.

Justru mereka yang kurang pintar, nggak pernah mengikuti kompetisi, maupun yang kurang bermoral inilah yang harus digembleng secara serius dan diterima ketika mendaftarkan diri ke sebuah lembaga pendidikan yang diinginkannya. Entah itu sekolah, maupun pondok pesantren.

Jikalau lembaga pendidikan, entah apa pun jenisnya, hanya menerima peserta didik yang berkualitas baik, maka lebih baik ditiadakan saja lembaga pendidikan tersebut, jika memang nggak mau mengubah sistemnya yang menurut saya boborok itu. Kan fungsi mencerdaskan kehidupan bangsanya nggak berjalan dengan semestinya.

BACA JUGA Panduan Memilih Pesantren agar Tepat Sasaran dan Calon Santri Kerasan dari Seorang Alumnus Pesantren dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2021 oleh

Tags: pendidikan terminalPesantrensurat keterangan kelakuan baik
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Kalau di Kota Ada Kirim Parsel, di Desa Ada Ater-ater Tipe-tipe Orang saat Menunggu Lebaran Datang Terima kasih kepada Tim Pencari Hilal! Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Bulan Syawal Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Lebaran Buku Turutan Legendaris dan Variasi Buku Belajar Huruf Hijaiyah dari Masa ke Masa Serba-serbi Belajar dan Mengamalkan Surah Alfatihah Pandemi dan Ikhtiar Zakat Menuju Manusia Saleh Sosial Inovasi Produk Mushaf Alquran, Mana yang Jadi Pilihanmu? Tahun 2020 dan Renungan ‘Amul Huzni Ngaji Alhikam dan Kegalauan Nasib Usaha Kita Nggak Takut Hantu, Cuma Pas Bulan Ramadan Doang? Saya Masih Penasaran dengan Sensasi Sahur On The Road Menuai Hikmah Nyanyian Pujian di Masjid Kampung Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Horornya Antrean Panjang di Pesantren Tiap Ramadan Menjadi Bucin Syar'i dengan Syair Kasidah Burdah Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Pandemi Corona Datang, Ngaji Daring Jadi Andalan Tips Buka Bersama Anti Kejang karena Kantong Kering Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Rebutan Nonton Acara Sahur yang Seru-seruan vs Tausiyah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Aduh, Lemah Amat Terlalu Ngeribetin Warung Makan yang Tetap Buka Saat Ramadan Tong Tek: Tradisi Bangunin Sahur yang Dirindukan Kolak: Santapan Legendaris Saat Ramadan

Horornya Antrean Panjang di Pesantren Tiap Ramadan

8 Mei 2020
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Kritik dalam Negara Demokrasi: Benarkah Presiden Adalah Lambang Negara?

15 Agustus 2021
tebuireng dipati wirabraja islamisasi lasem pondok pesantren ngajio sampek mati mojok

Adipati Wirabraja dan Adipati Wiranegara, Inisiator Islamisasi Lasem yang Terlupakan

23 September 2020
Pecut Semangat Belajar Saya Bukan karena Punya Pacar, tapi Dimusuhin Teman terminal mojok

Pecut Semangat Belajar Saya Bukan karena Punya Pacar, tapi Dimusuhin Teman

15 Agustus 2021
Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

31 Mei 2021
Omongan Senior di Makrab Adalah Hal yang Paling Menyebalkan dan Sia-sia terminal mojok

Omongan Senior di Makrab Adalah Hal yang Paling Menyebalkan dan Sia-sia

11 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated (Unsplash)

7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated: Kombinasi Rasa yang Memanjakan Lidah dan Semua Cocok Jadi Buah Tangan

21 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.