Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Panduan Memilih Pesantren agar Tepat Sasaran dan Calon Santri Kerasan dari Seorang Alumnus Pesantren

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
27 Mei 2021
A A
Panduan Memilih Pesantren Agar Tepat Sasaran dan Calon Santri Kerasan
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa bulan ini merupakan fase mulai dibukanya pendaftaran tahun ajaran baru bagi calon santri yang berkeinginan masuk pesantren. Seiring dengan itu, beberapa sekolah juga sudah mulai memasuki fase kelulusan siswanya. Entah itu dari jenjang SD, SMP maupun SMA.

Saya sendiri baru saja mendaftarkan adik saya ke sebuah pesantren di daerah saya. Meskipun sebenarnya dia belum melakukan ujian kelulusan kelas 6 SD, tapi mendaftar duluan untuk masuk pesantren beserta sekolah SMP-nya nggak masalah juga.

ADVERTISEMENT

Toh lebih enak bisa masuk gelombang pertama. Selain biar adik saya nggak kepikiran pendaftaran atau tes masuk sekolah dan fokus ujian kelulusannya ke depannya, keuntungan masuk gelombang pertama juga cenderung karena tarif pendaftaran lebih murah.

Saya sendiri merupakan alumnus pesantren, dan juga pernah menjajaki beberapa pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui program ngaji kilatan setiap bulan Ramadan. Jadi, ketika mendaftarkan adik saya ke pesantren, saya nggak asal pilih, melainkan disesuaikan dengan tipikal adik saya, agar tepat sasaran dan tentunya adik saya kerasan.

Bagi kalian yang ingin mendaftarkan diri ke pesantren, atau mungkin mendaftarkan anak maupun sanak keluarga, saya ada sedikit tips untuk memilih pesantren tepat dan juga tentunya agar si calon santri kerasan.

#1 Tentukan terlebih dahulu jenis pesantrennya

Setahu saya ada beberapa jenis pesantren di Indonesia. Pertama, pesantren salaf. Pesantren ini model pendidikannya hanya pesantren saja tanpa sekolah. Jadi, hanya ngaji atau belajar ilmu agama saja, tanpa sekolah formal.

Salah satunya adalah Ponpes Al-Anwar 1 Rembang, yang pernah dipangku oleh almarhum Mbah Maimun Zubair. Meskipun nggak sekolah formal, jangan khawatir perihal ijazah. Justru beberapa pesantren salaf juga mengeluarkan ijasah yang setara dengan ijazah sekolah formal pada umumnya.

Kedua, pesantren modern. Untuk yang satu ini, model pendidikannya ada dua, yakni sekolah formal dan pesantren itu sendiri. Jadi, ya ngaji agama, ya belajar keilmuan umum juga. Saya sendiri selama enam tahun nyantri di tempat semacam ini, tepatnya di Ponpes Qomaruddin, Bungah, Gresik.

Baca Juga:

Temanggung yang Terkenal Nyaman Bisa Bikin Orang Jombang Nggak Betah

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

#2 Pilih di dalam atau luar daerah

Sepengetahuan saya, kebanyakan daerah di Indonesia terutama di pulau Jawa, pasti ada pesantrennya. Setidaknya satu atau dua pesantren. Oleh karena itu, perlu diputuskan terlebih dahulu mau pilih di daerah sendiri, di luar kota, atau bahkan di luar provinsi sekalipun. Menurut saya ini cukup perlu diperhatikan pula sebelum mandaftar.

Perlu dipertimbangkan terlebih dahulu, apakah calon santri sudah memiliki bibit kemandirian atau belum. Kalau memang sudah, ya sah-sah saja mau ditaruh di daerah mana saja, bahkan jauh sekalipun.

Kalau kurang begitu mandiri, lebih baik cari di daerah sendiri saja agar si calon santri beradaptasi mandiri secara perlahan dan pihak wali santri juga mudah menyambangi ketika ada keperluan. Bukannya memanjakan santri baru, hanya saja jika terlalu dipaksakan, takutnya santri ini akan nggak kerasan di awal-awal adaptasinya.

Nah, kalau santrinya sudah beradaptasi dan telah mandiri, maka boleh-boleh saja menjajaki ke tempat yang lebih jauh untuk memperdalam keilmuan dan pengalaman.

#3 Setiap pesantren biasanya memiliki fokus keilmuan agama

Setiap pesantren yang saya tahu, pasti memiliki fokus keilmuan agama, atau setidaknya memiliki dominasi keilmuan yang diajarkan di pesantrennya. Misal, di tempat saya belajar fokus pada keilmuan Fiqih, ada pula Ponpes Fathul Ulum Kwagean Kediri yang fokus pada Tasawuf. Bahkan ada beberapa yang fokus mencetak santri Tahfidz.

Nah, tinggal sesuaikan saja dengan minat, kenyamanan, maupun kesukaan dari calon santrinya. Hal ini bertujuan agar keterampilan calon santri lebih terlatih dan santri nyaman dengan pembelajaran yang berlangsung di pesantrennya.

#4 Cari info seputar level kedisiplinan pesantren yang dituju

Mungkin ini juga sangat penting diperhatikan. Pasalnya, kebanyakan santri yang nggak kerasan itu dikarenakan ketidakcocokannya dengan model kedisiplikan dari pesantrennya.

Jadi, ada beberapa pesantren yang memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi, bahkan ada yang nggak memperbolehkan santri keluar sama sekali. Namun, ada pula yang nggak ketat sedikit pun, bahkan mengandalkan kesadaran dari masing-masing individu.

Bagi calon santri yang berpola pikir mudah berkembang, mudah berpikir dewasa, mudah memahami, mudah menyesuaikan kondisi, meskipun si calon santri ini nakal sekalipun, maka nggak jadi masalah ditaruh di pesantren yang nggak ketat. Pasalnya, kenakalannya akan luntur dengan sendirinya ketika melihat kondisi sekitarnya tanpa ada paksaan.

Nah, sementara untuk calon santri yang sedikit bebal, nakal, susah diatur, dan lain sebagainya, saya sarankan jangan ditaruh di tempat yang sangat disiplin. Iya kalau dia mudah memahami dan dewasa, lah kalau nggak? Bisa jadi si calon santri malah nggak kerasan. Saya sarankan taruhlah calon santri ini di tempat yang level kedisiplinannya tengah-tengah, nggak terlalu ketat, tapi juga nggak terlalu longgar.

Sedangkan untuk yang disiplin dan ketat sekali, mungkin lebih cocok bagi model santri yang berintegritas tinggi, komitmen tinggi dan semacamnya. Pasalnya, santri tersebut akan selalu terpacu dengan iklim di tempat tersebut.

Jadi, buat kalian yang sedang berburu pesantren, coba praktikkan panduan dari saya ini. Semoga berhasil.

BACA JUGA Pengalaman Jadi Santri di Pesantren Salafi yang Anti Pengeras Suara dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2022 oleh

Tags: kehidupan pesantrenPanduan TerminalPesantrenPondok Pesantrensantri
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Opsi Pertanyaan yang Bisa Diajukan kepada HRD oleh Pelamar Kerja setelah Mengikuti Proses Interview terminal mojok

Opsi Pertanyaan yang Bisa Diajukan kepada HRD oleh Pelamar Kerja setelah Mengikuti Proses Interview

25 Juli 2021
Kiat Sukses Menentukan Jurusan Kuliah Sejak Kelas 10 biar Nggak Ada Lagi Kata 'Salah Jurusan' terminal mojok

Kiat Sukses Menentukan Jurusan Kuliah Sejak Kelas 10 biar Nggak Ada Lagi Kata ‘Salah Jurusan’

21 Agustus 2021
Panduan Menghadapi Beban Kerja Berlebih dengan Cara Nggak Berlebihan terminal mojok

Panduan Menghadapi Beban Kerja Berlebih dengan Cara Nggak Berlebihan

27 Mei 2021
4 Alasan Jarang Ada Cerita Hantu di Kampus UIN yang Viral

4 Alasan Jarang Ada Cerita Hantu di Kampus UIN yang Viral

4 Agustus 2022
cuaca panas arab saudi waktu terbaik umrah jeddah mekkah mojok.co

Siapa Bilang Ekspatriat di Arab Saudi Bisa Naik Haji dengan Mudah?

20 Juli 2021
Feodalisme Pondok Pesantren Mirip Kontroversi di Liga Inggris (Unsplash)

Persamaan Kontroversi Feodalisme Pondok Pesantren dan Liverpool yang Dibantu Wasit ketika Menjadi Juara Liga Inggris

18 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026
Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci Mojok.co

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

27 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.