Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kenangan Ramadan di Pesantren: Wadah Takjil Unik yang Sering Digunakan Santri

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
15 Mei 2020
A A
Nggak Usah Tersinggung kalau Pesantren Diasumsikan sebagai Bengkel Moral Kenangan Ramadan di Pesantren: Wadah Takjil Unik yang Sering Digunakan Santri Daftar Produk Obat Gatal yang Populer di Kalangan Anak Pesantren
Share on FacebookShare on Twitter

Bulan Ramadan sudah berjalan lebih dari setengah jalan, meski di tengah pandemi kita sudah mulai terbiasa. Walaupun Ramadan tahun ini lebih banyak di rumah, nyatanya tak mengubah terlalu banyak soal tradisi dan kebiasaan masing-masing daerah. Ramadan dan tradisi di setiap daerah khas masih berjalan dan Ahamdulillah Ramadan tetap menjadi ibadah yang dapat dinikmati.

Berbicara masalah kebiasaan saat puasa, saya agak sedikit nostalgia soal ini. Ingatan ini datang dari beberapa tahun yang lalu saat saya masih nyantri di sebuah pesantren di daerah Bogor Barat. Pesantren saya ini adalah pesantren dengan konsep pendidikan modern ala Gontor, kurang lebih seperti itu mengingat pimpinan pesantren saya adalah alumni dari sana.

ADVERTISEMENT

Sistem pesantren modern menyentuh dan mengatur semua aspek kehidupan para santri, mulai dari belajar sampai urusan perut. Kami para santri dilarang untuk masak sendiri, selain alasannya untuk fokus belajar di sini karena pesantren memiliki dapur umum untuk para santri makan. Saat Ramadan pun dapur umum tetap berjalan dan bahkan mengurus masalah takjil untuk para santri.

Saya tidak tahu kebijakan dan kebiasaan pesantren di tempat lain, tapi kalau di pesantren saya ini santri baru libur setelah tanggal 15 Ramadan. Selama itu, kami masih harus stay di pesantren sampai waktu libur tiba. Meski terlihat seperti tidak adil, apalagi ada perasan harusnya Ramadan bersama keluarga tapi nyatanya ada sisi kebaikan yang bisa diambil. Kami jadi bisa fokus berpuasa dengan godaan yang terlalu banyak, dan karena di lingkungan pesantren jadi ibadah puasa lancar dengan mengaji.

Kembali lagi soal takjil puasa, pesantren juga selalu memberikannya takjil yang beraneka ragam kepada para santri. Mulai dari es teh manis, es buah, teh hangat sampai sirup yang segar. Itu yang pernah saya rasakan saat dahulu. Namun, pihak pesantren hanya menyediakan takjil dan tidak dengan wadahnya. Jadilah kami para santri yang membawa wadah sendiri, dan di sini letak keunikan santri saat mengambil takjil. 

Santri memang penuh keajaiban, meski wadah yang normal seperti botol minuman atau gelas tidak ada kreativitas tetap jalan demi mendapatkan takjil yang lezat dan segar. Tidak perlu lama-lama, inilah wadah nyeleneh yang biasa digunakan santri untuk takjil segar di pesantren. 

Wadah unik pertama: Botol air mineral bekas

Kalau yang ini biasanya karena kepepet atau memang kere tidak punya wadah yang normal. Atau boleh jadi punya wadah yang normal, seperti gelas tapi merasa kecil dan tidak cukup. Jadilah botol air mineral bekas digunakan. Namun, botol air mineral bekas ini bukan dari tong sampah, ya! Biasanya adalah bekas minuman sendiri yang sudah habis, dan botol air mineral ini lalu digunting setengah badan. Jadilah wadah yang lebih besar.

Oya, botol air mineral yang besar ya. Kalau kecil mah sama aja.

Baca Juga:

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

Wadah unik kedua: Gayung mandi

Kalau ini memang alat yang sangat multifungsi, bayangkan saja alat yang lumrahnya untuk mandi bagi masyarakat umum eh malah disulap oleh santri sebagai tempat untuk menaruh es teh manis, es buah, bahkan kadang sampai kolak. Aneh tapi nyata, tapi ya begitu. Kalau nggak bersih masih ada bau-bau sabun, wqwqwq. Takjil rasa sabun. Mantabbb~

Wadah unik ketiga: Ember cucian

Saya nggak pernah menggunakan ember sih, tapi sebagai orang yang pernah nyantri sering saya temukan beberapa santri yang menggunakan ember untuk mengambil takjil. Biasanya alasannya untuk bareng-bareng satu kamar, atau lebih dari 3 orang. Kaget juga sih saat dulu pertama kali melihat orang bawa-bawa ember, ini haus atau doyan? 

Tapi, mohon maaf itu kan bekas cucian baju, ya. Apa nggak merasa ada aroma kaki dari ember? Eh, es teh manis rasa daki wqwqwq. Ada-ada saja.

Selain tiga alat yang sering digunakan seperti di atas sebenarnya masih banyak lagi. Kadang ada yang bawa nampan sampai bawa jerigen bekas minyak. Bagi santri bukan masalah higienis, tapi kuantitas yang lebih utama. Santri oh santri, mantap sekali.

Namun, itulah yang menjadi warna dan kenangan bagi para santri kelak saat di luar. Karena, kami ditempa untuk kuat hidup sederhana (serta nyeleneh) tapi juga bisa hidup cukup alias kaya. Sudah itu saja, selamat puasa, Mylov.

BACA JUGA Horornya Antrean Panjang di Pesantren Tiap Ramadan dan tulisan Nasrullah Alif lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2020 oleh

Tags: Buka PuasaPesantrenRamadantakjil
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

buruh

Curhatan Mantan Buruh di Bulan Ramadan

10 Mei 2019
Warak Ngendog, Mainan “Aneh” di Pasar Malam Semarang yang Ternyata Punya Filosofi Mendalam Mojok.co

Warak Ngendog, Mainan “Aneh” di Pasar Malam Semarang yang Ternyata Punya Filosofi Mendalam

12 Oktober 2025
Variasi Resep Roti Tawar Sederhana untuk Berbuka Puasa terminal mojok.co

Variasi Resep Roti Tawar Sederhana untuk Berbuka Puasa

26 April 2020
Suka Duka Jadi Juru Masak untuk Buka Puasa di Bulan Ramadan terminal mojok

Suka Duka Jadi Juru Masak untuk Buka Puasa Selama Bulan Ramadan

11 Mei 2021
Buku Agenda Ramadan, Membuat Saya Pernah Dikatain Kafir. #TakjilanTerminal10 terminal mojok.co

Buku Agenda Ramadan, Membuat Saya Pernah Dikatain Kafir. #TakjilanTerminal10

17 April 2021
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok!

3 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua (Mojok.co/Aly Reza)

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

17 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.