Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan di Kota Pekalongan yang Sebaiknya Tidak Dilewati Jelang Buka Puasa

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
16 April 2023
A A
Jalan di Kota Pekalongan yang Sebaiknya Tidak Dilewati Jelang Buka Puasa

Jalan di Kota Pekalongan yang Sebaiknya Tidak Dilewati Jelang Buka Puasa (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjalani bulan Ramadan di Kota Pekalongan selain istimewa sebagaimana di daerah lain, juga terkadang menyebalkan. Apalagi kalau mau menjelang waktu buka puasa. Hampir setiap jalan di Kota Pekalongan selalu ramai dan padat merayap, terutama yang dekat dengan akses ke jalur pantura.

Ada beberapa jalan di Kota Pekalongan yang saya anjurkan untuk nggak dilewati. Alasannya tentu supaya pahala puasa kita tak sia-sia.

ADVERTISEMENT

Jalan HOS Cokroaminoto (Dekat Pasar Grogolan)

Jalan HOS Cokroaminoto dekat Pasar Grogolan adalah salah satu jalan di Kota Pekalongan yang saya benci. Namun, tak jarang saya juga harus berdamai kalau-kalau memang mau tak mau harus lewat jalan ini. Saya punya alasan kenapa berkata demikian.

Alasan utamanya adalah karena jalan ini sempit. Kalau sempit dan arus kendaraannya nggak padat sih, nggak masalah. Hanya saja Jalan HOS Cokroaminoto ini sering kali ramai, terlebih pas mau buka puasa.

Lokasinya yang dekat dengan pasar bikin jalan ini kelihatan nggak cukup untuk kendaraan yang melintas. Setiap harinya, selain dilalui kendaraan roda dua, kendaraan roda empat juga melintas di sana. Sialnya, truk-truk pasir, bus, dan bahkan alat berat juga kerap lewat.

Kalau menjelang jam buka puasa, banyak pedagang di pinggir jalan bukan hanya mereka yang menggelar lapaknya di pasar. Ini membuat lalu lintas di Jalan HOS Cokroaminoto semakin padat. Yang menyebalkan lagi, jalan ini juga terusan langsung dengan jalur pantura.

Jadi, ketika keluar dari jalan ini seketika bertemu jalur pantura. Belum lagi ada lampu lalu lintas dengan durasi lampu merah yang lama juga membuat jalan makin padat.

Jalan Gatot Subroto (Pasar Banyurip)

Jika Jalan HOS Cokroaminoto terhubung dengan jalur pantura, Jalan Gatot Subroto adalah semacam penghubung warga Kota Pekalongan dengan Kabupaten Pekalongan. Biasanya warga Kota Pekalongan yang ingin ke daerah kabupaten melewati jalan ini atau sebaliknya. Sudah bisa dibayangkan betapa ramainya jalan ini?

Baca Juga:

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

Benar. Jalan Gatot Subroto kalau jelang berbuka puasa sangat ramai sekali. Terlebih di tepi jalannya berdiri Pasar Banyurip. Wah, sudah pasti nggak akan mudah lewat jalan ini.

Di pinggir jalannya selain pedagang jaburan (jajanan buka puasa), juga ada pedagang unggas. Kita juga akan menjumpai deretan toko yang sudah pasti parkir kendaraannya berderet. Itu baru soal padatnya lalu lintas, belum perkara kondisi jalannya yang Naudzubillah Setan.

Banyak jalan berlubang dan tambal sulam. Itu masih mending. Kalau musim hujan jalan yang berlubang akan menghasilkan genangan. Eh, nggak ding, malah kalau intensitas hujan cukup tinggi malah banjir sekalian. Kalau lewat sini sangat sulit untuk nggak menahan amarah. Minimal ngedumel.

Jalan Patiunus

Saya nggak tahu apakah ini masih layak disebut jalan atau nggak. Wong separuh jalannya saja sudah menjadi pasar darurat yang telah dianggap pasar betulan. Ha gimana? Dulu separuh Jalan Patiunus memang buat pasar darurat setelah pasar utama Kota Pekalongan, yaitu Pasar Banjarsari, kebakaran.

Namun sekarang karena proyek Pasar Banjarsari yang tak pernah tuntas alias mangkrak, pasar darurat itu menjadi pasar betulan. Sudah barang tentu karena ruasnya sudah berbagi dengan pasar, Jalan Patiunus sangat nggak layak dilewati, entah itu jelang buka puasa maupun hari-hari di luar Ramadan.

Eh, sebentar, keasyikan menjelaskan problem Jalan Patiunus, saya sampai lupa ngasih tahu letaknya. Jalan ini letaknya di pinggir Kali Lodji. Silakan cari sendiri informasi lengkapnya di Google. Ya, benar, dengan kata lain kalau sedang rob jalan ini pasti kebanjiran. Pasar daruratnya? Nggak usah ditanya, Bosqueee.

Jalan Veteran

Jalan di Kota Pekalongan yang satu ini nggak terhubung dengan jalur pantura. Tidak pula menjadi penghubung dua orang di dua wilayah yang berbeda. Namun itu nggak membuat Jalan Veteran nggak bermasalah sama sekali.

Buat sampai ke jalan ini kita bisa melalui Jalan Angkatan 45 yang terhubung dengan jalur pantura. Masuk dan lurus sampai bertemu perempatan. Nah, di sebelah utara itulah Jalan Veteran.

Jalan ini masuk ke daerah yang orang menyebutnya Kraton atau Kelurahan Kraton yang sekarang namanya berganti menjadi Kelurahan Pasir Kraton Kramat. Kenapa nama kelurahannya panjang? Ya karena menggabungkan tiga kelurahan berbeda: Pasirsari, Kraton Kidul, dan Kramatsari.

Sepanjang Jalan Veteran nggak cukup banyak pedagang jaburan. Namun, jalanan ini jadi kelihatan padat lantaran terdapat Rumah Sakit Kraton, yang uniknya rumah sakit itu adalah milik Kabupaten Pekalongan bukan Kota Pekalongan.

Selain itu jalan ini juga memiliki kondisi aspal yang buruk. Hal itu bikin siapa pun ngedumel karena sangat sulit menghindari jalan berlubang dan nggak rata. Belum ditambah banyak pengendara yang ngebut seperti sopir angkot kejar setoran.

Jalan Imam Bonjol

Nah kalau jalan yang satu ini saya menyebutnya jalan paling kaya di Kota Pekalongan, sebab dikelilingi tak sedikit bank. Mulai dari Bank Jateng, Bank Mandiri, sampai BNI ada di sini. Jalan ini juga terhubung langsung dengan jalur pantura.

Jelang berbuka puasa, meski nggak terlalu banyak pedagang di sini, jalan ini tetap ramai. Namun, kalau menurut saya, masih nggak terlalu ramai dari dua jalan yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

Jalan Imam Bonjol adalah jalan yang saya anjurkan untuk nggak dilewati jelang berbuka puasa bukan karena ramainya, tapi karena rusak parah! Banyak aspalnya yang nggak rata. Belum lagi jalan yang berlubang dan tambal sulam. Saya kalau lewat sini selalu kejebak jalan berlubang, terutama ketika banyak mobil yang lewat. Tiba-tiba jeglong gitu aja.

Mungkin karena rusak dan padatnya, jalan ini bisa jadi menimbulkan korban. Teman dari teman saya pernah kecelakaan di sini. Saya lupa persisnya seperti apa. Tapi memang Jalan Imam Bonjol ini lebih baik sih nggak dilewati kalau nggak butuh-butuh banget. Entah itu jelang berbuka puasa atau nggak. Saya saja kalau pulang kerja memilih nggak lewat sini, meski berangkatnya selalu lewat sini.

Itu tadi jalanan di Kota Pekalongan yang sebaiknya nggak dilewati waktu jelang berbuka puasa. Sebab, selain bisa jadi bikin puasa kita sia-sia karena marah-marah, juga cukup berbahaya kalau nggak berhati-hati.

Penulis: Muhammad Arsyad
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Aib Kota Pekalongan yang Sampai Sekarang Masih Menghantui.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 April 2023 oleh

Tags: Buka Puasajalanjalur panturapekalongan
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Panduan Membedakan Kota dan Kabupaten Pekalongan biar Nggak Salah Lagi! Terminal Mojok

Alasan Kota Pekalongan Layak Jadi Kota Bisnis

30 Desember 2020
Jangan Melintasi Jalan Mranggen-Ungaran pada Malam Hari, Mending Muter Jauh ketimbang Celaka!

Jangan Melintasi Jalan Mranggen-Ungaran pada Malam Hari, Mending Muter Jauh ketimbang Celaka!

26 Juli 2023
Pekalongan Tak Hanya Kota Batik dan Kota Santri, tapi Juga Kota Darurat Sampah

Pekalongan Tak Hanya Kota Batik dan Kota Santri, tapi Juga Kota Darurat Sampah

2 Agustus 2025
Jalan Mastrip: Jalan Paling Problematik di Jember, Hanya Orang Sabar yang Sanggup Melewatinya

Jalan Mastrip: Jalan Paling Problematik di Jember, Hanya Orang Sabar yang Sanggup Melewatinya

6 November 2023
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Pekalongan Berdosa ketika Gaji UMR Sudah Dianggap Tinggi! (Unsplash)

Dosa Kota Pekalongan: Membiarkan Warganya Percaya kalau Gaji UMR Termasuk Sudah Tinggi, Padahal Itu Upah Minimum!

3 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci Mojok.co

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

27 Juni 2026
Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan Mojok.co

Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan

1 Juli 2026
Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

1 Juli 2026
Unpopular Opinion: Skripsi Adalah Matkul Favorit Saya Sampai Rela Kuliah 7 Tahun Mojok.co jurnal

Tugas Akhir Jurnal sebagai Pengganti Skripsi Bukan Solusi kalau Budaya Riset Kampus Masih Setengah Hati

1 Juli 2026
4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau Mojok.co

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

25 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.