Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

5 Hal yang Akan Kamu Rindukan dari Skripsi

Desi Murniati oleh Desi Murniati
12 April 2020
A A
skripsi

5 hal yang akan kamu rindukan dari skripsi

Share on FacebookShare on Twitter

Tahun lalu, saat saya masih berstatus mahasiswa (akhir), saya sering bilang ke adik tingkat yang galau mikirin tugas kuliah, “Apa yang kamu rasakan sekarang belum ada apa-apanya dengan yang namanya skripsi.” Tapi setelah saya lulus, ternyata skripsi itu hanya bagian kecil dari drama kehidupan manusia. Mungkin jika bertemu dengan adik tingkat saya yang masih galau skripsi, saya akan bilang pada mereka, “Skripsi itu hanya soal berhadapan dengan draft dan dosen, kalau udah lulus kamu harus berhadapan dengan kejamnya kehidupan yang sesungguhnya.

Mengerjakan skripsi itu emang bikin dilema. Mau cepat-cepat lulus, setelahnya nggak tahu mau ngapain. Mau menunda lulus, dikira kuliah gratis! Tapi lebih buruknya seperti saya ini, udah lulus lama, setelah lulus masih bingung mau ngapain. Jika dulu saat mahasiswa kami-–saya dan teman-teman seangkatan-–punya jargon “kuliah susah nggak kuliah payah, huh!” saat ini jargonnya berubah menjadi, “cari kerja susah, nggak cari kerja payah, hem hem”.

Skripsi memang menakutkan, apalagi jika harus berhadapan dengan dosen yang entah kenapa sering berubah jadi voldemort ketika dibayangkan, tapi ketika sudah lulus kamu akan merindukannya. Iya, nggak logis memang dipikirkan ketika masih berjuang menyelesaikan skripsi, tapi itu saya rasakan sendiri. Setidaknya ada 5 hal yang saya rindukan dari skripsi.

Bangun pagi demi jawaban, “Bapak sibuk hari ini.”

Sebagai pengangguran (saat ini), tentu saya punya banyak waktu luang yang saya habiskan dengan rebahan, makan, rebahan lagi, makan, rebahan lagi sampai ketiduran dan merindukan bisa bangun pagi itu hal yang wajar. Apalagi bangun pagi dengan semangat, “Pasti dapat ACC hari ini.” Jelas sensasinya jauh berbeda dibandingkan hanya rebahan.

Meski akhirnya sering kecewa dengan jawaban dosen yang nggak jauh-jauh dari kalimat, “Bapak sibuk hari ini,” atau, “besok aja bimbingannya,” atau palingan mentok, “taro draft di meja Bapak,” yang ujungnya sampai berminggu-minggu nggak dikoreksi. Emang sih saat menjalaninya kamu bisa ngomel, “nggak bakal gue kangen skripsi,” tapi yakinlah ada saatnya kamu bakal kangen skripsi, kalau nggak percaya cobalah jadi pengangguran selama satu tahun!

Nunggu dosen sembari ghibah

Menunggu dosen dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore itu bukan waktu yang sebentar dan nggak mungkin jika hanya dihabiskan dengan duduk-duduk di depan ruangan dosen, pada akhirnya mahasiswa-–saya dan teman-teman saya, khususnya-–akan duduk membentuk lingkaran atau bergerombol dan berujung ghibah. Kami tahu ghibah itu sama seperti memakan saudara sendiri, tapi menghindari ghibah itu hal yang mustahil terlebih dengan suasana yang menyebalkan, membosankan dan nggak ada kerjaan.

Target utama ghibah mahasiswa tentu saja dosen. Mulai dari pengalaman mahasiswa saat bimbingan sampai hal-hal yang nggak bisa ditulis di sini dan pada akhirnya kegiatan ini jadi hal yang sangat dirindukan ketika lulus. Sampai setiap kali chat dengan teman per-ghibah-an akan memulainya dengan, “tau nggak sih…” yang artinya kalimat pembuka ghibah. Halo teman-teman per-ghibah-an, I miss you so much!

Sensasi pejuang deadline

Sistem SKS alias Sistem Kebut Semalam bukan sesuatu yang langka di dunia mahasiswa. Termasuk saya, apalagi pada saat mengerjakan skripsi. Rasanya nggak SKS nggak akan afdhol. Saya pernah mencoba mengerjakan skripsi jauh-jauh hari sebelum jadwal bimbingan dan ternyata tidak membuahkan hasil. Tidak ada satupun ide muncul di kepala saya.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas, Semuanya Jadi Lebih Lancar

Berbeda ketika saya mengerjakan mepet deadline: jadwal bimbingan jam 9 mulai mengejakan jam 6 pagi, pasti seketika ide-ide cemerlang yang awalnya entah sembunyi dimana tiba-tiba bermunculan. Entah karena dipacu oleh adrenalin yang membuat mau nggak mau harus selesai, tapi sensasinya itu lho nggak akan kamu rasakan jika sudah lulus (dan pengangguran). Rasanya kayak biasanya punya pacar yang bikin posesif lalu tiba-tiba jomblo.

Turun berat badan karena beban pikiran

Saya tidak bilang menjadi pengangguran tidak punya beban pikiran, tapi beban pikiran saat jobless nggak akan membuat kehilangan berat badan seperti saat sedang skripsi dan ternyata bukan hanya saya yang mengalaminya. Teman-teman saya juga mengeluhkan hal yang sama: berat badan terus naik padahal jarang makan dan ternyata ini jadi hal yang dirindukan dari skripsi. Mungkin suatu saat harus ada yang meneliti hubungan turun berat badan dengan skripsi.

Ketika pertanyaan hanya sekadar, “Kapan lulus?” belum, “Kapan nikah? Mana calonnya? Kok masih sendirian?”

Sejak lulus, mendadak ketemu tetangga menjadi hal yang paling dihindari. Kumpul-kumpul keluarga menjadi hal yang harus dilewati. Apalagi jika bukan karena pertanyaan-pertanyaan, “Kapan nikah? Kapan lamaran si itu sudah lamaran? Mana calonnya kok masih sendirian, jomblo ya? Makanya cari calon itu jangan ketinggian.”

Bukannya tidak bisa menjawab, tapi berdasarkan pengalaman pertanyaan itu hanya akan mengantarkan pertanyaan selanjutnya dan paling mentok bisa dijawab dengan, “Doakan saja.” Saat mengalami hal itu, yakinlah kamu akan merasa pertanyaan ‘kapan lulus’ yang sering dilontarkan teman, adik tingkat, keluarga sampai tetangga julid hanya sepersekiannya pertanyaan-pertanyaan lainnya yang mungkin hanya bisa berakhir dengan pertanyaan, “Kapan mati?”

Meski kenyataannya setelah lulus nggak akan membebaskanmu dari beban hidup, tapi lulus dari kuliah tetap menjadi tanggung jawab. Mau dihindari dan ditunda, tetap saja pada akhirnya harus dihadapi dan dilewati. Nggak mungkin kan perjuangan kuliah selama 3,5 tahun harus tumbang dan nggak lulus karena skripsi.

BACA JUGA Buat Mahasiswa Unesa yang Sedang Galau karena Skripsi Dihapus atau tulisan Desi Murniati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 April 2020 oleh

Tags: Dosen PembimbingMahasiswaMahasiswa Tingkat AkhirSkripsi
Desi Murniati

Desi Murniati

Content writer dan blogger yang s seringnya nulis SEO dan menulis konten opini. Sekarang sibuk belajar jadi content creator.

ArtikelTerkait

Mahasiswa PPL: Lebih Banyak Dimanfaatkan Guru Lain Ketimbang Dapat Ilmu Mojok.co

Mahasiswa PPL: Lebih Banyak Dimanfaatkan Guru Lain Ketimbang Dapat Ilmu

25 November 2023
Mahasiswa Semarang KKL ke Jogja Buat Apa? Banyak Tempat yang Lebih Baik dari Jogja

Mahasiswa Semarang KKL ke Jogja Buat Apa? Banyak Tempat yang Lebih Baik dari Jogja

15 Februari 2024
Dear Warga, Jangan Pasang Ekspektasi Terlalu Tinggi ke Mahasiswa KKN, Takutnya Nanti Kecewa Mojok.co

Dear Warga, Jangan Pasang Ekspektasi Terlalu Tinggi ke Mahasiswa KKN, Takutnya Nanti Kecewa

25 Agustus 2025
5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang Mojok.co

5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang

3 April 2025
Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

14 September 2023
lanjut s2

Dilema Fresh Graduate: Langsung Kerja, Lanjut S2, atau Daftar CPNS?

21 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 Januari 2026
Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

5 Januari 2026
Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

8 Januari 2026
Buat Anak Organisasi Mahasiswa, Berhenti Bolos Masuk Kelas, Kegiatanmu Tidak Sepenting Itu!

Wajar Banget kalau Mahasiswa Sekarang Mikir 2 Kali Sebelum Masuk Organisasi Mahasiswa

7 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

6 Januari 2026
Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.