Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
4 Januari 2022
A A
4 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba terminal mojok.co

4 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sungguh merugi orang yang katanya plesiran tapi tak menyempatkan diri untuk kulineran. Memangnya, di mana letak keseruan travelling jika yang disantap chiken lagi-chiken lagi? Chikennya simbah kolonel itu pula! Wah, kalau itu, sih, nggak usah jalan keluar kota. Di daerah tempatmu tinggal juga pasti ada.

Nah, kalau kalian kebetulan sedang merencanakan untuk mengunjungi Tegal, berikut saya berikan rekomendasi 4 kuliner di Tegal tak biasa yang wajib dicoba. Eits, jangan salah. Tak biasa ini bukan berarti makanannya punya bentuk yang “iyuhhh”, ya. Tapi, 5 makanan ini termasuk kategori “tak biasa” karena punya nilai keunikan yang sayang banget untuk kamu lewatkan. Penasaran? Cekidot~

ADVERTISEMENT

#1 Sega Warsa

Kuliner di Tegal pertama dan wajib untuk kamu coba adalah sega warsa yang terletak di Desa Pegerbarang, Kabupaten Tegal. Sega warsa merupakan salah satu kuliner tak biasa di Tegal sebab ia dijual bukan di kedai atau warung sebagaimana kuliner pada umumnya. Namun, sega warsa ini dijual di dalam rumah pemiliknya, yaitu Pak Warsa. Tolong catat: di dalam rumah. Rumah beneran. Bukan rumah yang dialihfungsikan jadi warung.

Nah, sega warsa jadi makin tak biasa karena sebelum pergi ke lokasi untuk mencicipi kuliner ini, kamu harus menyiapkan dua hal: siap mental dan siap melek. Lho? Kok bisa? Apakah sega warsa ini sejenis kuliner adu nyali? Apakah di sini kamu akan dilayani oleh Mba Kunti dan Mas Pocong? Jadi kamu perlu menyiapkan mental?

Bukan begitu, Sob. Kamu harus menyiapkan mental untuk datang ke sega warsa karena letaknya yang cukup jauh dari pusat Kota Tegal, yaitu sekitar 24 kilometer. Kamu juga harus siap melek karena sega warsa ini buka mulai jam 12 malem sampai jam 4 pagi!

Keren nggak, tuh? Di saat warung lain tutup, eh, doi malah santuy baru buka. Meski jam operasionalnya nggak umum, sega warsa ini selalu ramai oleh pengunjung. Tidak perlu khawatir soal harga. Nggak ada makanan mahal, kok, di Tegal.

Bayangkan, menu utama dan satu-satunya, yaitu nasi sayur labu, cuma dibanderol dengan harga 5 ribu rupiah. Ada pula gorengan dan telur dadar yang siap menemani santap tengah malam kamu. Ya, kamu nggak salah baca. Menu utamanya memang cuma satu. Nasi putih disiram sayur labu. Tapi kelezatannya, bakal bikin kamu rindu.

#2 Rujak Teplak

Kalau biasanya rujak menggunakan bumbu kacang, rujak teplak khas Tegal ini tampil beda. Aneka sayuran, seperti daun kangkung, daun singkong, daun pepaya, lembayung, selada, dan kol yang telah direbus, diberi bumbu yang terbuat dari singkong.

Baca Juga:

Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

Hah? bumbu singkong? Itu pegimane rasanye?

Woya, jangan ditanya lagi. Sudah pasti enak, dong! Kan singkongnya direbus lebih dulu dan diolah dengan bumbu lain, seperti gula merah, cabe merah, garam, terasi, asam jawa, dan sedikit air. Kalau rujak teplak ini rasanya nggak enak, nggak mungkin di musim liburan banyak kendaraan plat luar kota yang rela ngantre demi mencicipi makanan yang satu ini.

#3 Kupat glabed

Kuliner tak biasa berikutnya yaitu kupat glabed. Sesuai namanya, kuliner yang satu ini memang berbahan dasar ketupat atau kupat. Sedangkan istilah “glabed” merupakan sebutan warga Tegal untuk kuahnya yang kental. Kuah kupat glabed yang berwarna kuning memang sekental itu. Sama kentalnya seperti adonan agar-agar yang baru diangkat dari atas kompor. Ini jauh berbeda dengan kuah kupat pada umumnya, bukan?

Kenikmatan seporsi kupat glabed, cukup kamu ganti dengan satu lembar uang Rp10 ribuan. Di beberapa tempat, kamu bahkan masih bisa menerima uang kembalian yang bisa dipakai untuk membayar parkir. Atau, tambahkan sedikit rupiah lagi, biar kamu bisa menebus sate kerang atau sate ayam untuk menemani santap kupat glabedmu. Jangan lupa, pesan juga teh Tegal yang terkenal dengan kenikmatannya itu. Ya Lord, kamu tuh harus coba, Nder. Harus.

#4 Ponggol setan

Terakhir, cobalah untuk berburu ponggol setan saat ke Tegal. Eits, hanya karena ada embel-embel “setan”, bukan berarti kamu harus membayar seporsi ponggol setan dengan sesajen kembang 7 rupa, ya. Bayarnya tetap pakai uang, kok. Harganya bervariasi mulai dari Rp5 ribu saja.

Lantas, apa yang membuat ponggol setan ini tak biasa?

Kuliner ponggol setan ini jadi tak biasa bukan hanya karena namanya yang berbau klenik. Cita rasa pedasnya yang nampol juga jadi nilai plus yang bisa bikin kamu yakin bahwa pedesnya omongan tetangga bukanlah apa-apa. FYI, ponggol setan ini sebenarnya nasi putih yang diberi lauk orek tempe basah saja, ya, Gaes. Tapi yakinlah, ini enak. Kalau kata orang Jawa: sedep. Salah satu tempat ponggol setan yang juara di Tegal, yaitu yang ada di Kelurahan Kejambon.

Sebagai penutup, saya cuma mau bilang kalau kamu belum punya cukup uang ke Cappadocia, mending kamu ke Tegal aja. Kulinernya murah, enak, mantap jiwalah pokoknya.

Untuk rekomendasi selengkapnya, bisa dicek di sini.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2022 oleh

Tags: hidden gemKulinertegal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

5 Fakta Ungker, Kepompong Ulat Jati yang Jadi Kuliner Khas Blora Mojok

5 Fakta Ungker, Kepompong Ulat Jati yang Jadi Kuliner Khas Blora

24 Desember 2023
4 Kuliner Tegal yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

4 Kuliner Tegal yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

1 Desember 2024
Gulai Ubus, Kuliner Gresik yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Gulai Ubus, Kuliner Gresik yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

4 Februari 2025
5 Realitas Hidup Semarang yang Tidak Muncul di Brosur Wisata maupun Konten Perjalanan Mojok.co

5 Realitas Pahit Hidup di Semarang yang Tidak Muncul dalam Brosur

13 Juni 2026
Kopi Hitam Tidak Ada Sangkut Pautnya Dengan Kejantanan Seseorang terminal mojok.co

Kopi Hitam Tidak Ada Sangkut Pautnya dengan Kejantanan Seseorang

4 Februari 2021
Brongkos, Kuliner Jogja yang Perlu Dapat Sorotan. Jangan Gudeg dan Bakpia Melulu Mojok.co

Brongkos, Kuliner Jogja yang Perlu Dapat Sorotan. Jangan Gudeg dan Bakpia Melulu

20 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

28 Juli 2026
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

27 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.