Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

4 Faktor Internet Indonesia Begitu Lambat selain Salah Pemerintah

Tiara Uci oleh Tiara Uci
29 September 2022
A A
4 Faktor Internet Indonesia Begitu Lambat selain Salah Pemerintah

4 Faktor Internet Indonesia Begitu Lambat selain Salah Pemerintah (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin masih ada di antara kita yang bertanya-tanya, mengapa Internet di Indonesia lemot, bahkan lebih lambat daripada kecepatan internet rata-rata dunia. Patah bawah aja nggak nyampe. Sulit.

Tapi sebelum lanjut, disclaimer dulu ya. Jika kalian merasa artikel ini condong “membela” salah satu pihak, saya bisa jamin kalian salah. Dalam artikel ini, saya hanya menyampaikan fakta-fakta yang ada di lapangan terkait internet lambat, berdasar kompetensi saya. Jadi sebelum diplintir, saya omongin sekalian.

Fyi, kecepatan rata-rata Internet negara kita pada 2022 adalah 21,23 Mbps, sementara kecepatan internet rata-rata dunia adalah 73.6 Mbps. Bahkan kalau dibandingkan negara di Asia Tenggara seperti Brunei (67.01 Mbps), Singapore (64.01 Mbps), dan Vietnam (35.29 Mbps) masih kalah jauh, kan? urusan kecepatan internet di Asia Tenggara, kita hanya sedikit di atas Kamboja, Gaes.

Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan leletnya jaringan internet di negara kita, selain pemerintah yang kayaknya emang diem-diem bae perkara ini. Namun, secara garis besar tiga hal ini yang sangat berpengaruh:

#1 Infrastruktur

Gambaran sederhananya, internet adalah sebuah jaringan. Sementara jaringan adalah koneksi dari satu titik ke titik lain. Untuk menghubungkan satu jaringan ke jaringan lain membutuhkan infrastruktur yang meliputi BTS (Base Transceiver Station) atau tiang pemancar beserta perangkat radio pendukungnya.

Terhubungnya perangkat kita (HP misalnya) dengan internet tersebut menggunakan gelombang elektromagnetik atau biasa disebut sinyal seluler yang dipancarkan melalui BTS.

Menara-menara BTS tersebut akan terhubung satu sama lain melalui beberapa cara, bisa dengan gelombang yang dipancarkan oleh microwave link, satelit, ataupun serat fiber optic (cahaya).

Selama ini, mayoritas BTS di Indonesia masih banyak yang menggunakan microwave link atau sistem transmisi data menggunakan media nirkabel pada rentang gelombang mikro dan perpindahan jaringannya menggunakan wireless atau gelombang tanpa kabel.

Baca Juga:

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Masalahnya, microwave link memiliki beberapa kelemahan. Pertama, transmisinya akan terserap sebagian jika terhalang objek lain seperti pohon, gedung, atau topologi tanah yang berbukit-bukit, dan otomatis membuat kecepatannya melambat.

Jadi, untuk bisa membuat gelombang atau frekuensinya stabil, dibutuhkan banyak BTS dengan jarak yang dekat atau tanpa penghalang.

Kedua, sistem microwave link juga bisa terganggu gelombang radio lain. Kalau di dekat-dekat microwave tersebut ada perangkat radio lain, bisa membuat jaringannya terganggu dan kiriman sinyal ke HP kita ikutan nyendat.

Seiring berkembangnya zaman, muncullah yang namanya serat fiber optic. Jaringan yang mengandalkan kabel optic dengan kecepatan cahaya sehingga memungkinkan transmisi data berjalan lebih cepat dan minim hambatan. Kabel serat optic tersebut ditanam di tanah dan laut agar terhubung satu sama lain dengan menara BTS supaya dapat mengantarkan transmisi data atau jaringan lebih cepat tanpa gangguan.

Nah di Indonesia infrastruktur basic (BTS, Fiber optic) tersebut belum tercover dengan baik. Itulah mengapa, jaringan internetnya masih nggak stabil dan cenderung lemot.

Sebenarnya beberapa tahun ini pemerintah sedang membangun proyek Palapa Ring (pemasangan fiber optik) di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 km. Proyek ini terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi dan Maluku dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya. Tapi, project ini belum selesai.

Pemasangan serat optik ini nantinya akan terintegrasi dengan jaringan yang selama ini telah dimiliki oleh penyelenggara telekomunikasi. Harapannya, speed internetnya bisa lebih kencang.

#2 Kondisi geografis

Anda mungkin pernah mendengar Menkominfo bilang jika kondisi geografis Indonesia mempengaruhi kualitas layanan internet. Meskipun ada orang yang mencibir statement tersebut, tapi sebenarnya ucapan blio kali ini ada benarnya, Gaes. Faktor geografis Indonesia yang luas dan berbentuk kepulauan menjadi tantangan tersendiri untuk membangun infrastruktur telekomunikasi.

Membangun BTS di daerah kepulauan itu sulit. Selain terkendala akses yang membuat biaya pembangunannya mahal, tower BTS yang masih mengandalkan wireless seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Tower tersebut harus berada pada ketinggian tertentu agar antena microwave-nya nggak terhalang. Masalahnya, topologi Indonesia ini mendaki gunung, lewati lembah alias nggak datar saja kek jalan tol.

Bayangkan, bagaimana caranya membangun satu BTS dengan BTS lain tanpa halangan? Masa iya kita mau memotong gunung yang menghalangi. Nggak kan? Solusinya hanya satu, membuat posisi BTS satu dengan lainnya dekat atau memperbanyak jumlahnya. Dan hal tersebut jelas tidak efisien dari segi ekonomi karena biayanya sangat tinggi.

Solusinya, memasang serat fiber optic yang meskipun panjang, harganya ekonomis dan efisien. Tapi, hal ini pun sebenarnya nggak mudah mengingat betapa luasnya wilayah Indonesia. Dibutuhkan ribuan kilometer fiber optic untuk menghubungkan jaringan dari Sabang sampai Merauke.

Ya sebenarnya bisa sih masang segitu panjang. Asal mau. Kuncinya satu: mau.

#3 Provider telekomunikasi (terlalu) banyak

Banyaknya provider di Indonesia berimbas pada rendahnya kecepatan internet, sebab para provider tersebut berbagi spectrums dan bandwidth jaringan.

Sederhananya, bandwidth adalah lebar jalan yang digunakan untuk jalur lewat data. Semakin banyak kendaraan yang lewat semakin tersendat lalu lintas jalan yang mempengaruhi aktivitas kendaraan lain. Nah, para provider telekomunikasi berbagi jalan tersebut satu sama lain.

Infonya, pada 2023 pemerintah berencana membuka pita frekuensi rendah 700MHz dan pita frekuensi sedang 3.5Ghz untuk jaringan 5G. Gampangnya, pemerintah ingin melebarkan jalan agar data yang lewat bisa lebih lancar.

Selama ini, provider, TV, sampai pesawat terbang punya frekuensi yang berbeda-beda dan sudah dibagi-bagi agar tidak saling mengganggu satu sama lain. Tapi, frekuensi provider telekomunikasi dianggap kurang luas, karenanya pemerintah berencana memberikan, eh, maksudnya menjual frekuensi rendah 700MHz yang dulu digunakan untuk saluran frekunesi TV analog kepada provider telekomunikasi. Frekuensi 700MHz dianggap cocok dengan teknologi 5G.

Makanya, Kominfo mengimbau kita untuk beralih ke TV digital, sebab frekuensi TV analog akan digunakan untuk support jaringan 5G.

Semakin lebar bandwidth provider atau pita frekuensi provider telekomunikasi, semakin cepat akses/jalannya data yang akan dimiliki provider tersebut.

#4 Pengguna banyak

Di saat infrastruktur belum bagus, kapasitas jaringan belum besar, Indonesia memiliki jumlah pengguna internet terbanyak kelima di dunia. Hal tersebut membuat internet kita makin lambat. Sebab, jumlah penggunanya dan kapasitasnya nggak seimbang. Jika diibaratkan jalan, udah jalannya sempit, aspalnya belum merata, eh pengguna jalannya banyak. Ya jadilah jalannya merayap kek siput.

Jadi, itulah alasan kenapa internet Indonesia begitu lambat. Masalahnya saling berkaitan, dan harus diselesaikan semua. Semua tinggal strategi dan kemauan pihak yang berwenang untuk menyelesaikannya. Namun, apa gunanya strategi tanpa kemauan?

Penulis: Tiara Uci
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tidak Ada yang Bisa Dibanggakan dari Internet Lemot Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2022 oleh

Tags: IndonesiaInternetlambat
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

bekerja dengan baik kerja 4 hari dalam seminggu mojok

Kerja 4 Hari dalam Seminggu Adalah Hal yang Nggak Mungkin Terjadi di Indonesia

17 April 2021
Membayangkan jika Semua Perokok di Indonesia Berhenti Merokok Terminal Mojok

Membayangkan jika Semua Perokok di Indonesia Berhenti Merokok

10 November 2022
Negara Panem The Hunger Games Adalah Contoh Baik bagi Sistem Pendidikan Indonesia terminal mojok

Sistem Pendidikan Negara Panem ‘The Hunger Games’ Adalah Contoh Baik bagi Indonesia

5 Juli 2021
lamalera

Lamalera dan Rindu yang Tak Kunjung Selesai

14 Juli 2019
musik wakatobi

Terstruktur Sistematis Dan Masif : Ketika Musik Wakatobi Berjaya di Negerinya Sendiri

28 Juni 2019
Budaya Restart Router Memang Menyebalkan, tapi Percayalah, IndiHome Tetap Provider Internet Terbaik Saat Ini

Budaya Restart Router Memang Menyebalkan, tapi Percayalah, IndiHome Tetap Provider Internet Terbaik Saat Ini

19 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.