4 Alasan Anak Muda Sebaiknya Pisah Rumah dari Orang Tua

Artikel

Erwin Setia

Baru-baru ini, karena alasan pekerjaan, saya terpaksa menyewa kontrakan sendiri. Sebelumnya saya tinggal bersama orang tua sejak orok sampai lulus sekolah. Terbiasa tinggal bersama orang tua membuat saya terlalu banyak berada dalam zona nyaman. Saya ingin merasakan sesuatu yang berbeda. Saya ingin mencari tempat tinggal sendiri.

Kebetulan, ada job yang membuat saya mau tak mau harus menyewa kontrakan. Perpaduan antara keinginan untuk tinggal terpisah dari orang tua plus keperluan pekerjaan membuat tekat saya akhirnya terwujud.

Dan ya, tinggal sendirian tanpa orang tua ternyata tidak mudah. Banyak hal yang tiba-tiba menghilang dari hidup saya. Salah satu yang paling mencolok adalah saya jadi tidak bisa merasakan masakan ibu, yang lezatnya boleh diadu dengan masakan koki-koki ternama. Selain itu, beberapa hal juga terasa menjadi sulit tanpa adanya orang tua.

Kendati demikian, saya tidak lekas kembali lagi ke rumah dan menangis terisak-isak lalu mengetuk pintu, “Bu, Jojo, pulang, Bu!” Tentu tidak. Saya tetap di sini, di rumah baru, di sebuah rumah sewa yang saya tempati seorang diri. Beberapa hari telah saya lewatkan di tempat baru ini. Dan rasanya tidak buruk-buruk amat. Saya justru jadi kepikiran bahwa bagi anak muda seperti saya (iya, lho, saya masih muda) ada beberapa hikmah yang dapat dipetik dengan tinggal terpisah dari orang tua.

Setidaknya ada 4 alasan mengapa sebaiknya anak muda pisah rumah dari orang tua.

Manfaat anak muda pisah rumah dari orang tua #1 Belajar mandiri

Ini adalah satu hal yang langsung paling terasa. Jika biasanya dalam banyak hal saya selalu mendapatkan campur tangan orang tua, dengan tinggal terpisah begini peran orang tua jadi berkurang. Ibu saya biasanya suka cerewet tentang jadwal makan, mencuci pakaian, waktu tidur, dan segala macam. Ibu dan Bapak juga selalu membantu dan terkesan memanjakan saya dalam banyak hal.

Baca Juga:  Cinta dan Benci Untuk Dokter Tirta Mandira Hudhi

Namun, dengan tinggal seorang diri, saya jadi bisa mengurangi ketergantungan pada orang tua. Saya jadi dapat belajar mandiri, mengurus keperluan saya sendiri, dan menjalani hidup layaknya orang dewasa. Halah. Saya rasa ini juga berguna apabila kelak saya hidup berumah tangga. Saya jadi tidak terlalu kaget bahwa kehidupan tak selalu semudah saat kita berada di dalam rumah dan segalanya disponsori oleh orang tua.

Manfaat anak muda pisah rumah dari orang tua #2 Menghindari konflik

Sebagai anak tentu saya menyayangi kedua orang tua saya dan rajin berdoa “rabbighfirli waliwalidayya”. Orang tua saya juga jelas menyayangi saya. Lha wong anaknya sendiri masak nggak disayang. Namun, ada kalanya pertentangan dan konflik kecil terjadi. Tak jarang saya dan orang tua berbeda pendapat mengenai apa yang sebaiknya harus dilakukan. Kesalahpahaman juga kerap terjadi.

Nah, dengan pisah rumah dari orang tua, secara otomatis konflik-konflik semacam itu jadi jauh lebih dapat dicegah. Terutama bagi anak-anak muda yang gampang ribut dengan orang tua, saya kira mereka perlu untuk mencari rumah sendiri. Selain konflik dapat dihindari, mereka juga jadi bisa sejenak memikirkan ulang segala kesalahan yang pernah mereka lakukan. Kadang-kadang merenung juga perlu.

Manfaat anak muda pisah rumah dari orang tua #3 Bisa lebih merindukan rumah

Kita mustahil dapat merindukan sesuatu yang selalu ada di dekat kita, bersama kita. Kecuali bagi orang-orang yang kelewat dramatis dan gombal, yang sering bilang, “Aku selalu merindukanmu walaupun jarak kita tak pernah terpisah jauh.” Segala kemustahilan memang bisa dikatakan oleh para pengobral gombalan.

Tinggal jauh dari rumah masa kecil yang bertahun-tahun kita tinggali adalah salah satu bahan bakar yang membuat rasa rindu terhadap rumah jadi membara-bara. Cobalah kamu yang terbiasa tinggal di rumah menginap seminggu atau lebih di suatu tempat yang bukan rumahmu. Niscaya akan terbetik kerinduan dalam dadamu. Pisah rumah dari orang tua juga menimbulkan efek serupa. Mendadak kamu akan lebih merindukan rumah daripada yang sudah-sudah. Makna rumah akan berubah menjadi lebih bernilai bagimu. Ya, silakan dicoba sendiri kalau nggak percaya.

Baca Juga:  Membully Zara Adhisti Tidak Sama dengan Membela Kekeyi: Keadilan Sosial bagi Seluruh Warga Good Looking

Manfaat anak muda pisah rumah dari orang tua #4 Untuk menyadari betapa berharganya orang tua

Alasan terakhir ini kedengarannya sedikit melankolis.

Banyak orang, terutama anak muda—yang menurut Bang Haji Rhoma Irama sedang di “masa yang berapi-api”—egois dan tak perhatian kepada orang tua. Karena kelewat sering bertemu dan dimanjakan orang tua, kita jadi tak terlalu menghargai keberadaan mereka. Padahal sejatinya kehadiran orang tua adalah sesuatu yang sangat berharga. Kan banyak kejadian seorang anak yang menangis tersedu-sedu dan menyesal berat karena lupa sama orang tua, sedangkan orang tuanya keburu wafat.

Pisah rumah dari orang tua dapat membuat seseorang memikirkan ulang mengenai eksistensi orang tua. Bahwa mereka, bapak-ibu kita, adalah sepasang manusia paling berharga. Kita mungkin pernah kecewa dan mengecewakan mereka. Tapi, bagaimanapun, mereka tetap orang tua yang telah membesarkan dan merawat kita sepenuh hati. Dan hal semacam ini sering tak disadari kecuali kita tidak lagi tinggal bersama mereka.

BACA JUGA Cara Melawan Keinginan Orang Tua dan tulisan Erwin Setia lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
10

Komentar

Comments are closed.