Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Hal Serba Salah yang Bikin Kita Bete Setengah Mati

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
15 Maret 2020
A A
liverpool mohamed salah MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kita sering menemui momen di mana kita akan dihadapkan pada situasi serba salah yang terjadi dalam hidup kita. Tak jarang momen itu membuat kita terjebak dilema.

Hidup itu menawarkan banyak pilihan, dan itu masalahnya. Pilihan-pilihan yang ada itu kadang membuat kita serba salah dalam melakukan sesuatu. Pepatah dari Sunagakure mengatakan, urip iku mung numpang serba salah.

Kita sering banget menemui diri dalam dilema karena hal sepele dalam hidup. Contohnya, pakai selimut kepanasan, tapi kalau nggak pakai selimut nanti kedinginan dan diserang nyamuk. Hal itu sepele banget tapi membuat kita terjebak dalam dilema yang tak kunjung selesai.

Mojok Institute merangkum hal serba salah dalam hidup yang sering terjadi dalam hidup kita. Daftar ini bisa dijadikan rujukan untuk kita bahwa jangan terlalu mempersulit hidup dengan urusan-urusan receh karena nggak usah diminta sekali pun, hidup itu sudah mempersulit kita dengan lika-likunya.

Omnibus Law, misale.

Hal serba salah pertama, penempatan sarung.

Tidak jarang orang memakai sarung sebagai selimut. Bahannya yang tidak tebal membuat kita tidak kepanasan ketika memakainya. Ketika bangun tidur, kita tinggal mengikat sarung untuk dipakai tanpa harus ganti celana atau baju. Bangun tidur terus lapar? Ikat sarung, cuci muka, siap gas ke warung makan.

Tapi memakai sarung sebagai selimut juga bisa bikin kita serba salah. Kalau mau make sarung buat nutupi badan bagian atas, kakinya kedinginan. Kalau pakai sarung untuk nutupi tubuh bagian bawah, nanti kepalanya kedinginan. Bisa sih kita mlungker di dalam sarung, tapi memangnya enak tidur dengan gaya kaki seribu? Bangun-bangun boyokmu sempal.

Hal serba salah kedua, kebelet boker.

Tiap orang punya ciri tersendiri ketika sedang gugup. Ada yang keringetan, ada yang nanyi kecil dengan nada nggak beraturan, ada yang gerak-gerakin kaki. Kebetulan saya dapat fitur bawaan dari pabrikan yaitu kalau gugup malah kebelet boker.

Sialnya, saya sering gugup ketika mau ngerjain ujian waktu kuliah, dan berujung kebelet boker pas ngerjain ujian. Mau boker kok waktunya mepet, kalau nggak boker kok tai pada moshing di perut, jadi serba salah. Biasanya ujungnya boker sih, setelah itu ngerjain soal dengan bermodal yakin.

Yakin nggak lulus.

Hal ketiga, nggak makan laper, kalau makan nanggung.

Hal seperti ini sering terjadi ketika malam hari. Banyak yang laper tiba-tiba karena melihat postingan makanan atau perut emang sengaja ngerjain kita. Mau makan kok udah sikat gigi, tapi kalau nggak makan ya lapernya kebangetan.

Iklan

Apalagi yang udah siap-siap tidur tiba-tiba perut melancarkan Blitzkrieg. Mau dibawa tidur kok nggak nyaman, tapi kalau mau makan kok magernya minta ampun. Perkara perut membuat kita dihadapkan pada keputusan yang serba salah.

Hal keempat, nerobos hujan basah, nggak diterobos kok deket.

Di musim yang tidak tentu ini, yang kadang hujan kadang enggak tapi tetep saja miskin membuat kita terkadang lupa membawa jas hujan. Persoalan yang sering terjadi adalah kita nggak bawa jas hujan tapi tiba-tiba hujan. Ujung-ujungnya kita terpaksa berteduh di sembarang tempat.

Masalahnya, kadang hujan datang saat kita udah hampir sampai tempat tujuan. Kalau mau menerjang pasti basah, tapi kalau nggak diterjang kok ya udah deket, jadi dilema. Hal ini membuat kita terjebak pada situasi yang serba salah jika mengambil keputusan, semuanya berisiko.

Hal kelima, kangen sama pacar orang.

Kalau ini nggak cuma serba salah, tapi jelas salah. Tapi mau gimana lagi, perihal cinta kita semua pemula bukan?

BACA JUGA Trik Pancingan agar Chat Whatsapp Cepat Dibalas dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2020 oleh

Tags: hujanSarungselimutserba salah
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Operasi Modifikasi Cuaca dari BMKG Difitnah Jadi Pemicu Banjir. MOJOK.CO
Ragam

Operasi Modifikasi Cuaca Mustahil Bikin Banjir, Teknologi Manusia Saja Belum Mampu Mengatasi Semesta Bekerja

28 Januari 2026
outfit orang Surabaya Utara lebih sederhana ketimbang Surabaya Barat. MOJOK.CO
Ragam

Kaos Oblong, Sarung, dan Motor PCX adalah Simbol Kesederhanaan Sejati Warga Surabaya Utara

8 Januari 2026
BRIN: Hujan di Jakarta mengandung mikroplastik beracun. MOJOK.CO
Aktual

Warga Jakarta Harus Berbenah, Menjaga Langit Ibu Kota agar Bebas dari Air Hujan yang Mengandung “Partikel” Beracun

20 Oktober 2025
Kisah Pawang Hujan Membuat Cuaca di Luar Prediksi BMKG MOJOK.CO
Ragam

Kisah Pawang Hujan Membuat Cuaca di Luar Prediksi BMKG

1 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul MOJOK.CO

Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul

30 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.