Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Berkah Mobil Ayla yang Dibeli dengan Kredit Murah

Riza Bahtiar oleh Riza Bahtiar
14 Februari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mobil Ayla milik kami ini dibeli dengan kredit murah, mudah perawatannya, dan tangguh dibawa ke mana-mana. Sungguh keberadaannya menjadi berkah.

Belum genap setahun saya dirayu dan ditodong istri untuk memutuskan beli mobil. Awalnya, berdasarkan kesepatan yang setengah bulat, kami hendak membeli mobil second hand saja. Tak lain dan tak bukan, karena kami sangat paham hikmat kebijaksanaan para penasehat ekonomi rumah tangga: sesuaikan pengeluaran dengan keadaan kantong.

Demikianlah, bertolak dari keinginan beli mobil, maka kami pun mulai bergerilya nyari mobil. Dalam proses nyari mobil ini, istri saya sempat kesengsem sama Honda Civic keluaran tahun 1993, warna merah maroon.

Si bapak penjual mobil—yang nggak punya dealer ini—rupanya memang ahli dalam jual-beli mobil. Dia melayani beli dengan sistem cash dan kredit. Karna duit cash kami limited edition maka kami minta dihitungkan kreditan bulanan dari mobil merah merona itu. Hitung punya hitung, amboi… kreditannya nyampe 3 jetian juga. Tentu saja nemu angka segitu bikin saya planga-plongo dalam hati. Loh, kok rasanya sama kayak nilai kreditan mobil baru. Kalau gitu, ngapain beli mobil bekas, mending sekalian beli mobil baru saja. Ya nggak, sih?

Akhirnya kami memutuskan bersegera mendatangi dealer-dealer mobil saja. Membanding-bandingkan harga dan kesanggupan perekonomian keluarga. Tidak semua dealer sempat kami datangi. Hanya Toyota dan Daihatsu saja. Dealer Honda saat itu sedang ada acara entah apa, kami segan untuk mengganggu. Sementara dealer Suzuki keburu tutup karena kami datang terlalu sore.

Saya membandingkan antara harga Agya dan Ayla. Ternyata cukup berbeda. Lantas, apa yang membedakan antara Agya dan Ayla?

Pertama, harga kreditannya. Harga kreditan Agya bagi saya lebih mahal, berbeda dengan Ayla yang harga kreditannya lebih masuk akal—untuk kantong saya. Tapi, mungkin ini rada subyektif juga, sih. Pasalnya sales marketing Daihatsu Ayla, sangat gigih dalam mencarikan lembaga perkreditan yang kantong-able dengan dompet kami.

Kegigihan sales marketing ini patut dicontoh bagi sales-sales yang lain. Begini loh, setidaknya kalau nawarin ke costumer itu sekalian nyariin lembaga kreditan dari yang paling atas sampai bawah. Dari kanan sampai kiri. Dari kelas bintang lima sampai kelas kambing. Tapi tentu tetap legal. Soalnya kalau banyak pilihan, costumer mikirnya juga enak. Kadang-kadang costumer kan malu-malu kucing untuk bilang milih kreditan yang harganya murah.

Kedua, Agya dipasarkan Toyota, sementara Ayla dipasarkan Daihatsu. Tapi, keduanya didesain dan dibikin oleh Astra Daihatsu Motor di Indonesia. Varian mereka tak terlalu banyak. Ya, dekat-dekat lah seperti perbedaan Xenia dengan Avanza. Bisa dibilang beda nama, tapi dalemannya sama.

Adapun kesamaan antara Agya dan Ayla, mereka sama-sama diambil dari bahasa Sansekerta. Bila Agya diartikan “cepat”, Ayla punya makna “cahaya”. Kata orang, seperti halnya milih pasangan, milih mobil juga sama seperti jodoh-jodohan. Rupanya jodoh keluarga kami yang imut-imut ya mobil Daihatsu Ayla, bukan yang lain. Proses kami mendapatkan mobil Ayla, relatif cepat. Sepertinya ada keterlibatan hal supranatural juga dalam transaksi ini.

Saat itu, istri saya bernazar, bila mobilnya datang sebelum acara Haul Guru Sekumpul (Tuan Guru H. Zaini Bin Abdul Ghani) di Martapura, maka kami sekeluarga akan berangkat ke acara itu.

Ternyata, mobil itu memang datang—dengan harga kreditan yang juga dompet-able. Kami pun berangkat ke Martapura dengan menaiki Ayla demi meraih ayla. Menaiki cahaya demi menggapai cahaya. Sungguh saya berharap keberadaan mobil ini memang menjadi berkah.

Sebagai mobil kota dengan kategori LCGC (Low Cost Green Car), Ayla cukup tangguh. Apa bukti ketangguhannya? Begini, di daerah Kalimantan Selatan-Timur, ada daerah yang terkenal cukup angker yakni Gunung Katibam, Gunung Rambutan dan Gunung Batu Babi. Gunung-gunung yang mengarah ke Kaltim ini, sudah sering mempertunjukkan kegagahannya. Tidak sedikit mobil-mobil—utamanya truk—yang terjungkir karena gagal menaklukkan ketinggian konturnya.

Sementara Ayla, mobil kami yang bercahaya ini, sanggup menaklukkan gunung-gunung tersebut. Sebetulnya kiatnya sederhana, yang terpenting jangan sampai telat untuk menurunkan perseneling saat di tanjakan. Oleh karena itu, bagi yang baru bisa membawa mobil, jangan coba-coba dan nekat masuk jalur Kaltim—yang terkenal jalur maut ini. Kesalahan sedikit, telat menurunkan perseneling, mesin mobil bisa mati. Syukur kalau begitu hidup langsung bisa melaju. Tapi, kalau supirnya sudah panik, bisa-bisa mobilnya meluncur mundur dan masuk jurang.

Iklan

Fitur perseneling di panel mobil Ayla ada tampilan huruf “E” atau eco. Fungsi fitur ini menunjuk pada keekonomisan pemakaian minyak saat berkendara. Artinya, bila fitur ini tidak hidup saat berkendara, berarti pemakaian minyak agak boros. Tapi, kalau sampeyan merasa terganggu harus bolak-balik memperhatikan fitur ekonomis ini, ya, matikan saja di pengaturannya.

Bagi saya, Ayla terbilang ekonomis dari segi pemakaian fuel. Cukup modal Rp150 ribuan saja, sudah bisa digunakan untuk bolak-balik dari Tabalong ke Banjarmasin yang jaraknya 225 km. Pasalnya, bawaan tipe engine mobil saya ini cuma 1.0 L 1KR-DE tiga silinder saja. Ya, volume tangki Ayla memang kecil, hanya 33 liter.

Ban mobil Ayla yang saya punya juga terbilang imut. Bahkan teman saya pernah menyarankan untuk ganti saja. Kekurangan ban mobil Ayla tipe M yang saya punya ini, terlalu banyak lubang di bagian permukaan roda bannya. Jadi, jalan sebentar saja, sudah ada kerikil-kerikil nan berjejalan di lubang-lubangnya.

Saya sendiri baru tahu beberapa bulan setelah punya mobil bahwa kerikil-kerikil nakal itu harus rajin dibuang dan dibersihkan, sebab bisa mengganggu tekanan ban dan pada gilirannya bisa bikin ban bocor. Cara membersihkannya gampang. Nggak perlu ke bengkel. Sediakan aja obeng (-) kecil dan waktu untuk mencongkelnya.

Sementara untuk perawatan mobil secara keseluruhan, juga cukup mudah. Yang penting, tiap mau menyalakan jangan lupa untuk cek level oli, cek level air aki, cek air radiator, cek air wiper, cek oli rem, kekencangan v-belt, dan tekanan ban. Mengerjakan hal-hal semacam ini rasanya tak perlu jadi mekanik profesional. Tak perlu juga mengalokasikan dana untuk ke bengkel. Kuncinya cukup sederhana: asalkan mau dan tak memelihara rasa malas saja.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2019 oleh

Tags: agyaAylaDaihatsuMobil keluarga
Riza Bahtiar

Riza Bahtiar

Artikel Terkait

Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)
Pojokan

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO
Sehari-hari

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO
Sehari-hari

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO
Otomojok

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.