MOJOK.COSudah dua kali saya hampir jadi korban penipuan di pasar mobil bekas. Terakhir, Innova Diesel 2014 saya jadi objek penipuan. Menyebalkan.

Sebelum memulai cerita konyol ini, saya punya tips untuk kamu semua. Bunyinya begini: Jangan lakukan transaksi jual-beli mobil bekas dengan pihak ketiga tanpa kehadiran salah satu pihak penjual maupun pembeli. Ingat, kewaspadaan itu penting.

Kasus ini ternyata sudah sering terjadi di kalangan pedagang mobil bekas. Oleh sebab itu, sesama pedagang mobil bekas selalu saling mengingatkan untuk menjaga kewaspadaan di pasar online. Beruntung bagi saya yang saat itu sedang berusaha menjual Toyota Innova Diesel 2014.

Sayangnya, penipuan jual-beli mobil bekas dengan modus pihak ketiga masih menimpa beberapa pedagang mobil bekas. Termasuk beberapa teman saya. Jadi, semoga cerita pendek ini bisa menjadi contoh, mengedukasi, bermanfaat, dan yah, pokoknya semoga berguna.

Kejadian ini terjadi pada Selasa, 25 Mei 2021. Saya mengiklankan mobil bekas Innova Diesel 2014 di salah satu platform jual-beli mobil bekas. Cukup banyak yang menghubungi saya saat itu. Salah satunya salah satu pembeli yang beberapa kali menghubungi. Sungguh terlihat sangat meyakinkan.

Anehnya, dia tidak tidak banyak pertanyaan soal kondisi Innova Diesel 2014 bekas milik saya, surat-suratnya, apalagi negosiasi harga. Dia langsung menanyakan nomor WhatsApp. Saya jadi lebih yakin lagi setelah melihat foto WhatsApp-nya menggunakan logo Polda Metro Jaya. Pikir saya ini, sih, bakal aman.

Baca juga:  Bis Budiman: Antarkota Antarprovinsi dalam Lindungan Iman dan Takwa

Selasa siang masih di tanggal yang sama, obrolan berlanjut di WhatsApp. Dia bilang kalau Innova Diesel 2014 itu akan dijual kembali ke teman istrinya dengan model cicilan 3 sampai 4 kali. Saya menganggap kata-katanya masih wajar. Ketika Innova Diesel 2014 itu selesai ditransaksikan dan sudah resmi pindah tangan, tentu hak dia untuk menjual mobil bekas itu lagi.

Selasa sore, dia menghubungi lagi. Kali ini dia menanyakan detail kondisi Innova Diesel 2014 yang mau saya jual. Di akhir obrolan, dia bilang sedang ada pekerjaan di Subang dan akan melihat kondisi mobil secara langsung di hari libur.

Saat itu saya tegaskan satu hal. Lantaran peminat Innova Diesel 2014 cukup tinggi, saya tetap akan mempertimbangkan tawaran yang masuk. Saya yakin mobil bekas ini akan laku dengan cepat. Saya tegaskan dua kali ke dia. Saya akan tetap terus membuka peluang ke calon-calon pembeli lain selama belum ada transaksi yang berhasil (belum laku).

Mungkin dia memang sangat berminat dengan mobil bekas yang saya jual. Sebelum telepon ditutup, dia memutuskan untuk segera datang esok harinya. Rabu pagi di 26 Mei 2021, dia menelepon lagi. Dia bilang yang akan datang untuk memeriksa detail Innova Diesel 2014 itu adalah temannya.

Saat itu saya sudah merasa semakin aneh. Dia berpesan supaya jangan menyebutkan harga mobil bekas itu kepada rekannya yang datang. Dari sini kecurigaan saya semakin kuat. Lantaran curiga, saya sengaja memancing dia untuk bikin blunder.

Baca juga:  Nasib Nahas Toyota Corolla Altis di Tangan Saya

Dan benar, dia melakukan beberapa blunder. Cerita yang dia katakan berbeda dengan narasi yang sebelumnya dia buat. Saat itu, dia (kayaknya) kelepasan ngomong kalau yang datang adalah calon pembeli dari pihak dia. Liciknya, dia melarang saya untuk nggak buka harga. Alasannya biar transaksi cepat selesai. Eits, tidak semudah itu anak brengsek.

Saya itu juga saya sudah bulat kalau ini penipuan. Setelah mengakhiri telepon, saya meminta saran kepada beberapa teman pedagang mobil bekas. Teman-teman saya menyarankan untuk melanjutkan proses jual beli mobil bekas itu. Biar tahu gimana akhirnya. Saya pun setuju.

Rabu siang, “teman si penipu” datang. Setelah ngobrol sebentar, saya jadi tahu kalau calon korban ini ternyata pemilik sebuah showroom mobil bekas. Calon korban ini sengaja datang untuk memastikan kecurigaannya akan indikasi terjadinya penipuan. Untung kami sama-sama curiga dan bisa berpikir dengan jernih.

Jadi, si penipu itu menawarkan Innova Diesel 2014 milik saya dengan harga Rp150 juta. Padahal, saya menjual mobil bekas itu di harga Rp210 juta. Modusnya, ketika calon korban sudah transfer, dia akan memblokir nomor kontak lalu kabur begitu saja.

Untuk kamu ketahui, harga Innova Diesel 2014 bekas masih di atas Rp200 juta. Harganya beragam, antara Rp205 hingga Rp210 tergantung banyak hal, salah satunya kondisi mobil. Sangat penting untuk rajin-rajin cek dan membandingkan harga di berbagai platform. Jika perlu, tanya ke banyak showroom mobil bekas, terutama yang terpercaya.

Baca juga:  Kisah Sandiaga Uno yang Memergoki Pengemis Naik Fortuner

Ingat, yang namanya keamanan memang biasanya lekat dengan keribetan.

Saya sendiri sudah dua kali hampir kena penipuan “pihak ketiga” seperti ini. Untungnya, tidak ada yang berhasil. Hal ini, saya rasa, juga berkat jaringan pertemanan sesama pedagang mobil bekas. Jadi, menjaga silaturahmi itu penting biar nggak jadi korban penipuan “pihak ketiga” brengsek macam mas-mas nggak jelas itu tadi.

BACA JUGA Pengalaman Saya Ditipu Showroom Motor Bekas nan Laknat Saat Membeli Honda Vario 125 dan kisah seru bersama kendaraan lainnya di rubrik OTOMOJOK.