Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Tokcer

Menemani Istri Berbelanja Pakaian

Redaksi oleh Redaksi
18 Juli 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hampir semua lelaki akan menjawab “bahagia” saat ditanya bagaimana rasanya menghabiskan waktu bersama istri. Namun, pertanyaan tersebut tentu akan punya jawaban yang berbeda jika proses menghabiskan waktu bersama istri tersebut adalah dalam bentuk menemaninya berbelanja pakaian.

Yah, begitulah. Sudah bukan rahasia lagi jika bagi kebanyakan lelaki, menemani istri berbelanja adalah hal yang tidak terlalu menyenangkan. Bukan… bukan soal uang, tapi lebih dari itu, ini soal menunggu.

Perempuan selalu menghabiskan banyak waktu saat berbelanja pakaian. Hal tersebut memang wajar adanya. Menurut John Gray, seorang relationship counselor kenamaan asal Amerika, perempuan memang cenderung bersikap ragu dalam memilih pakaian. Apakah memang baju ini yang sesuai untuk dirinya? Apakah memang baju ini yang dicarinya? Apakah model seperti ini yang cocok dengan keperluannya? Baginya, pertimbangan adalah segala-galanya. Maka tak mengherankan jika muncul kepuasan tersendiri setelah memilih-milih dan mencoba, hingga menemukan satu yang paling sesuai dengan keinginannya.

Hal ini jauh berbeda dengan lelaki yang cenderung tidak tertarik untuk berlama-lama memilih suatu barang.

Dengan adanya dua pertentangan yang maha kontra ini, maka wajar jika kemudian banyak orang menyebut mall ataupun toko pakaian sebagai surga bagi istri dan neraka bagi suami.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips bagi Anda para suami dalam menemani istri berbelanja pakaian agar setidaknya, toko pakaian menjadi tempat yang tidak terlalu neraka bagi Anda.

Pertama, jika memang harus berbelanja, arahkan istri Anda untuk berbelanja di factory outlet saja, jangan di mall. Sebab, di mall, selain lebih luas, juga terdiri dari banyak gerai toko baju. Sehingga, saat berbelanja, istri Anda punya kemungkinan untuk berpindah-pindah tempat, dari gerai satu ke gerai yang lain. Berbeda dengan factory outlet yang lebih terpusat di satu tempat.

Ingat, satu neraka jauh lebih baik ketimbang dua atau tiga neraka.

Kedua, jangan lupa isi penuh baterai gadget Anda sebelum berangkat menemani istri Anda berbelanja, sebab gadget Anda akan begitu berguna untuk mengisi waktu sembari istri Anda berkeliling memilih busana terbaiknya.

Ketiga, jangan pernah mencoba memengaruhi atau ikut campur terlalu jauh terhadap pilihan belanja pakaian istri Anda, sebab perempuan selalu punya logika dan algoritmanya sendiri dalam memilih pakaian yang kadang tidak akan bisa selaras dengan logika dan algoritma lelaki.

Anda boleh saja menyarankan istri Anda untuk membeli blazer, tapi jangan kaget jika nanti ujung-ujungnya ia malah beli cardigan. Pun Anda juga boleh saja menyarankan untuk memilih pakaian dengan warna cerah dan ceria, namun jangan kaget jika nanti di ujung meja kasir, Anda harus membayar pakaian berwarna hitam pekat khas gotik yang blas nggak ada nuansa cerianya sama sekali.

Ingat, perempuan selalu punya logika dan algoritmanya sendiri.

Yang terakhir. Sabar dan tawakal. Sebab apa? Sebab ketabahan seorang istri diuji saat harus merawat sang suami yang sedang sakit, sedangkan ketabahan seorang suami diuji saat harus menemani istri berbelanja baju di toko pakaian.

Dan kita semua tahu, kunci ketabahan adalah sabar dan tawakal.

Iklan

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2017 oleh

Tags: bajufactory outletistrimallsuami
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Istri Super Jadi Budak Suami Pengangguran Kelas Premium MOJOK.CO
Esai

Derita Istri Jadi “Budak” Kasta Tertinggi Suami Pengangguran yang Lebih Mementingkan Burung Peliharaan ketimbang Anak dan Istri

28 Oktober 2025
Pertama kali ajak ibu ke pusat perbelanjaan modern (mall) di Surabaya. Haru dan bahagia MOJOK.CO
Ragam

Pertama Kali Ajak Ibu ke Mall: Takut Malu-maluin Gara-gara Tangga Berjalan, Berakhir Penuh Keharuan

24 Oktober 2025
Rojali dan rohalus di mall, temukan kepuasan dan kenelangsaan saat jalan-jalan tanpa belanja MOJOK.CO
Ragam

Bertahun-tahun Menjadi Rojali dan Rohalus di Mall: Tak Sepenuhnya Puas, Batin Nelangsa Gara-gara Orang Kaya

7 Agustus 2025
Mall di Malang Bikin Syok Orang Surabaya karena Ngaca di Toilet Saja Bayar dan Pelit Tisu, Kalah sama Indomaret.MOJOK.CO
Ragam

Mall di Malang Bikin Syok Orang Surabaya karena Ngaca di Toilet Saja Bayar dan Pelit Tisu, Kalah sama Indomaret

15 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.