Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Serangan Gereja St Lidwina, Jogja Berhenti Nyaman?

Redaksi oleh Redaksi
12 Februari 2018
A A
penyerangan gereja
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

11 Februari 2019, Minggu pagi yang seharusnya menjadi minggu yang adem dan tenang berubah menjadi minggu yang menyebalkan bagi Yogyakarta. Pasalnya, Gereja St Lidwina Bedhog Trihanggo, Sleman, Yogyakarta, tiba-tiba diserang oleh seorang pria bersenjata tajam.

Saat peristiwa penyerangan itu terjadi, jemaat di gereja sedang mengikuti kegiatan ibadah Misa Pagi.

Pelaku yang membawa pedang langsung masuk dan menuju altar sembari menyabetkan pedangnya ke arah para jemaat. Pelaku juga mengayunkan pedangnya ke sekeliling dan menghancurkan patung Yesus dan Bunda Maria yang ada di mimbar.

Serangan pria ini mengakibatkan lima orang terluka, termasuk Romo Karl Edmund Prier yang merupakan pemimpin acara misa serta Ajun Inspektur Satu Munir, personel Polsek Gamping yang datang untuk menangkap pelaku.

Dari keterangan polisi, belakangan diketahui bahwa pelaku penyerangan bernama Suliyono, asal Banyuwangi, Jawa Timur.

Saat ini, pelaku berhasil dilumpuhkan oleh polisi dan masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara dan belum bisa dimintai keterangan.

Peristiwa penyerangan ini kembali menambah daftar panjang catatan peristiwa kekerasan yang terjadi di Yogyakarta.

Saat peristiwa penyerangan gereja itu terjadi, publik Jogja juga sedang disibukkan dengan maraknya insiden pelemparan batu yang sangat meresahkan masyarakat. Selain itu, tindak klitih juga sedang hangat-hangatnya. Di forum Info Cegatan Jogja, hampir setiap hari ada laporan soal tindak kekerasan ala klitih yang dilakukan oleh oknum-oknum remaja dan pelajar.

Acara-acara diskusi seputar beberapa isu yang dianggap sensitif juga tak jarang dibubarkan paksa baik oleh pihak aparat ataupun oleh organisasi masyarakat tertentu.

Jika hal ini terus dibiarkan, bukan tak mungkin, Jogja yang selama ini dikenal sebagai kota yang guyub, yang adem, yang tenteram, berubah menjadi Jogja yang panas dan rawan.

Narasi Jogja yang dibangun susah payah oleh KLa Project lewat lagunya “Yogyakarta” (Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna) atau Geng Kobra melalui “Ngayogjakarta” (Ngayogjakarta, kuthane aman, berhati nyaman, kota seniman, kota pelajar, lan kabudayan) pun lama-lama menguap begitu saja.

Agaknya apa yang banyak ditulis oleh orang-orang di sosial media mulai terbukti benar: Jogja Berhenti Nyaman.

penyerangan gereja lidwina

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2018 oleh

Tags: gerejaJogjaklitih
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co
Pojokan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.