Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Menghitung Kekayaan Luhut Panjaitan, Menteri yang Juga Taipan Bisnis Batu Bara

Redaksi oleh Redaksi
17 April 2019
A A
luhut panjaitan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Film Sexy Killers dalam beberapa hari terakhir ini menjadi film yang sangat ramai diperbincangkan. Di Youtube, hanya dalam waktu 3 hari, Sexy Killers sudah dilihat lebih dari 11 juta kali. Film yang mengulas banyak fakta tentang dunia tambang batu bara tersebut menguak banyak sosok yang yang terkait langsung dengan jaringan bisnis batu bara skala besar di tanah air.

Dari sekian nama yang ikut dibahas dalam film garapan Dandhy Laksono dan kawan-kawannya tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan menjadi salah satu sosok yang paling banyak dibahas.

Iklan

Sexy Killers membuka banyak fakta tentang peran Luhut sebagai salah satu bagian dari rantai bisnis pertambangan batu bara di Indonesia. Ia tercatat punya keterkaitan dengan penguasaan tanah lebih dari 30 ribu hektar untuk lahan tambang dan sawit.

Luhut Panjaitan bukanlah sosok yang asing dalam dunia pemerintahan. Ia pernah ditunjuk menjadi menteri perindustrian dan perdagangan RI tahun 2000-2001. Ia juga pernah masuk dalam pemerintahan jokowi sebagai staf kepresidenan tahun 2014. Di tahun 2015, ia diangkat menjadi Menkopolhukam menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno. Kemudian pada 2016, dirinya resmi ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Luhut sendiri memang merintis bisnis di bidang energi dan pertambangan melalui PT Toba Sehajtera Group yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, anak perusahaannya bergerak di sektor minyak dan gas, perkebunan, dan kelistrikan.

Nah, mengingat Luhut adalah seorang tokoh di dalam pemerintahan yang juga terlibat dalam jaringan bisnis batu bara skala besar di tanah air, tentu banyak orang yang penasaran dengan berapa jumlah kekayaannya.

Untuk itulah Mojok Institute hadir. Dalam rubrik nafkah edisi kali ini, kami tertarik untuk mengulas kekayaan Luhut Panjaitan berdasarkan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara yang ia laporkan.

Berdasarkan LHKPN yang ia laporkan ada 2015 lalu, Luhut diketahui punya aset berupa tanah dan bangunan dengan nilai sebesar Rp108,8 miliar.

Untuk urusan kendaraan, Luhut punya banyak kendaraan baik mobil dan juga motor. Jika ditotalkan, nilai seluruh aset kendaraannya ini mencapai Rp4,9 miliar.

Luhut juga punya harga berupa logam dan batu mulia, nilainya sebesar Rp2,2 miliar.

Yang cukup besar, ia punya aset berupa surat berharga senilai Rp 114,8 miliar, kemudian giro dan setara kas sebesar Rp31,5 miliar dan $1.672.109.

Ia juga punya piutang senilai Rp397,6 Miliar dan $190.000.

Jika ditotalkan seluruhnya, maka nilai seluruh aset kekayaannya adalah sebesar Rp660 miliar dan $1.862.019.

Tapi sebagai catatan, Dalam LHKPN ini dia tidak mencantumkan kekayaan yang bersumber dari peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya. Kalau seandainya dicantumkan, kemungkinan akan jauh lebih besar lagi.

Iklan

Memang mantul Pak Luhut ini.

Terakhir diperbarui pada 22 November 2019 oleh

Tags: batu baraLuhut PanjaitanMenteri
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Menteri Maju Capres Cukup Kantongi Izin Presiden MOJOK.CO
Kotak Suara

Menteri yang Maju Capres Cukup Kantongi Izin Presiden, Tidak Perlu Mundur

10 September 2023
Menteri Jokowi Ramai-ramai Maju Caleg, Ada Tersangka Korupsi. MOJOK.CO
Kotak Suara

Menteri Jokowi Ramai-ramai Maju Caleg, Ada Tersangka Korupsi Menkominfo Johnny G. Plate

22 Mei 2023
kapal tongkang tabrak rumah mojok.co
Geliat Warga

Kesaksian Para Korban yang Rumahnya Hancur Ditabrak Tongkang Batu Bara

27 April 2023
Esai

Debat Perubahan Iklim di Meja Makan untuk Siti Nurbaya

19 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah MOJOK.CO

Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah

8 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.