Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Prabowo Dipanggil Presiden dan Kritik Emak-emak yang Diusir Saat Deklarasi #2019GantiPresiden

Redaksi oleh Redaksi
1 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hadir dalam acara bedah buku yang ditulisnya, Prabowo Subianto sempat disebut “Presiden” dan menyinggung soal pengadangan gerakan deklarasi #2019GantiPresiden.

Calon presiden (capres) dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto baru-baru ini meluncurkan buku Paradoks Indonesia. Buku ini berisi mengenai kritik untuk pemerintah sekaligus pemikiran dan pandangan Prabowo mengenai bangsa Indonesia.

Salah satu kritik yang disasar melalui buku ini adalah, Prabowo merasa ada ketimpangan yang nyata di Indonesia di mana negara yang kaya akan sumber alam malah tak bisa dinikmati oleh rakyatnya sendiri. Setelah diluncurkan sejak April 2018 silam, buku Paradoks Indonesia karya Prabowo ini kemudian dibedah di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Sabtu (1/9).

Prabowo sebagai penulis buku didaulat untuk memberi sambutan pada acara tersebut. Seperti yang diberitakan detik.com, Prabowo hadir mengenakan baju adat Betawi dan segera disambut dengan antusias oleh para hadirin yang datang. Bahkan saat Prabowo naik podium untuk memulai sambutan beberapa teriakan muncul dari belakang.

“Presiden, Prabowo Presiden,” seru para hadirin dari belakang.

Dalam acara ini, Prabowo juga mengapresiasi bedah bukunya yang berjalan begitu hidup. Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Parta Gerindra ini juga menyinggung mengenai pengadangan deklarasi gerakan #2019GantiPresiden di beberapa lokasi di Indonesia.

“Sekarang ada emak-emak mau deklarasi dari negaranya sendiri, dia datang ke kota di negaranya diusir. Apakah republik ini yang kita cita-citakan?” kritik Prabowo ketika memberi sambutan.

Kritik Prabowo ini disinyalir berangkat dari peristiwa yang harus dialami oleh Neno Warisman di Pekanbaru, Riau. Seperti yang diketahui, Neno awalnya akan berkunjung ke Pekanbaru untuk mendatangi acara deklarasi #2019GantiPresiden.

Tak diduga, begitu sampai Bandara Pekanbaru, Neno diadang oleh masyarakat Pekanbaru yang menolak dengan gerakan #2019GantiPresiden. Agar tidak terjadi hal yang diinginkan, Neno akhirnya kembali ke Jakarta dan tidak jadi menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru.

Dari kritik itu bisa dinilai bagaimana Prabowo tidak sepakat dengan pembungkaman suara masyarakat yang berbeda dengan pendapat pemerintah. Kasus Neno atau “emak-emak mau deklarasi diusir” ini tidak berdiri sendiri, kasus lain di Surabaya juga dialami oleh musisi yang sekarang mulai aktif di dunia politik, yakni Ahmad Dhani.

Di sisi lain, setelah mengomentari mengenai pengadangan gerakan deklarasi #2019GantiPresiden, Prabowo juga menyinggung mengenai utang pemerintahan Indonesia era Presiden Jokowi yang naik Rp1 triliun tiap hari.

“Utang pemerintah kita naik terus, sekarang hitungannya naiknya Rp1 triliun setiap hari,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, di saat banyak pihak yang tidak khawatir dengan utang itu, tapi persoalan yang nyata ini harus dipikirkan karena perkara utang bisa mengganggu stabilitas dan kedaulatan negara. “Utang mengancam kedaulatan negara kita,” tambahnya.

Oke, Pak Prabowo, kita tunggu tawaran programnya saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti. Tapi ngomong-ngomong, kalau mau beli bukunya lewat toko buku mana ya, Pak? Boleh dong kalau ada yang mau jadi reseller atau dropship. Kayaknya bagus dan potensial laku itu bukunya. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 1 September 2018 oleh

Tags: #2019GantiPresidenahmad dhanibedah bukuEmak-emakKetua umum gerindraneno warismanParadoks Indonesiapemilihan presidenprabowoPrabowo Subianto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Masjid Menara Kudus yang dibangun Sunan Kudus. MOJOK.CO

Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus

19 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.