Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Perjuangan Prabowo untuk Tes Kesehatan, dari Sulit Tidur Hingga Takut Jarum

Redaksi oleh Redaksi
13 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjalani tes kesehatan pada pagi ini sebagai syarat mencalonkan diri sebagai capres cawapres 2019. Lalu, apa sajakah perjuangan mereka untuk mempersiapkan diri dalam tes kesehatan tersebut?

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengungkapkan bacapres dan bacawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menjalani tes kesehatan hari ini (13/8). Tes kesehatan ini sama seperti yang dijalani oleh pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin kemarin (12/8).

Arief memastikan, tidak ada yang berbeda dalam rangkaian tes kesehatan tersebut. Pasalnya, pemeriksaan ini telah menggunakan standar pemeriksaan kesehatan yang telah ditentukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dalam tes kesehatan tersebut, mereka akan menjalani beberapa pemeriksaan, diantaranya pemeriksaan darah, USG, periksa gigi, mata, telinga, hingga organ dalam. Selain itu juga terdapat pemeriksaan kejiwaan melalui psikotes serta bebas penyalahgunaan narkotika.

Pemeriksaan kesehatan capres dan cawapres kali ini, Dokter Rumah Sakit Premier Jatinegara, Danardi Sosrosumihardjo ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemeriksa. Dengan dibantu sekitar 50 orang yang terdiri dari dokter dan perawat.

Untuk persiapan tes kesehatan, Prabowo telah memperjuangkan beberapa hal. Salah satunya adalah mental, pasalnya mantan tentara ini mengaku dirinya takut dengan dokter dan disuntik. Ia berseloroh, daripada harus melakukan hal tersebut, ia merasa lebih baik diperintahkan untuk terjun payung saja.

Selain itu, Ketua Umum Gerindra ini mengaku sebenarnya tidak melakukan persiapan khusus untuk mengikuti tes tersebut. Namun ia diminta oleh dokter untuk berpuasa sejak pukul 20.00 WIB, kemarin malam. Nah, karena ia sudah terbiasa makan malam sekitar pukul 22.00 WIB setiap malamnya, sehingga ia menjadi kesulitan tidur karena kelaparan.

Sungguh sebuah perjuangan yang haqiqi.

Sementara itu, Sandiaga yang datang setelah Prabowo, datang mengenakan polo shirt warna ungu dengan celana olah raga hitam. Ia datang sambil menjinjing botol minum berisi infus water berisi air lemon.

Ia juga tidak melakukan persiapan khusus untuk tes kesehatan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mulai bergaya hidup sehat. Bahkan dirinya pun mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Arief Budiman menjelaskan, pasangan tersebut datang lalu mengisi formulir kesediaan untuk diperiksa. Kemudian ganti baju, diambil darahnya untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah itu mereka diminta untuk sarapan.

Usai sarapan, keduanya akan diambil darahnya lagi. Sebab, tim dokter akan mengambil darah pasangan capres dan cawapres dua kali, sebelum dan sesudah sarapan.

Setelah sarapan, Sandiaga dengan ‘mulut manisnya’ mengungkapkan, “Jadi kita terima kasih kepada semua dokter, luar biasa. Ini kelas dunia fasilitasnya. Semoga semuanya berjalan lancar”.

Menurut Arief, tes kesehatan ini menjadi syarat untuk memenuhi persyaratan capres-cawapres agar sehat jasmani dan rohani. Tes kesehatan ini harus dilakukan sebagai syarat akumulatif. Karena syarat tersebut akumulatif, sehingga seluruh syarat harus terpenuhi. Jika salah satu tidak terpenuhi maka dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Iklan

Namun, Arief juga belum dapat menjawab secara pasti tentang mekanisme pergantian pasangan bacapres dan bacawapres jika dinyatakan tidak lolos dalam tes kesehatan.

Arief juga menambahkan, setelah proses tes kesehatan tersebut selesai seluruhnya. Tim dokter akan segera melakukan rapat pleno nanti malam. Sehingga hasilnya sudah dapat disampaikan ke KPU. Namun untuk pengumumannya, Arief masih belum memastikan kapan. Yang jelas, pengumuman akan dilakukan sambil menunggu persyaratan lainnya selesai. (A/L)

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2018 oleh

Tags: capres cawapresidikpuprabowosandiagates kesehatan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Video Prabowo Tayang di Bioskop Itu Bikin Rakyat Muak! MOJOK.CO
Aktual

Tak Asyiknya Bioskop Belakangan Ini, Ruang Hiburan Jadi Alat Personal Branding Prabowo

16 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

17 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.