MOJOK.CO Mobil Neno Warisman terbakar di depan rumahnya setelah terdengar bunyi ledakan. Namun, ia tak mau berasumsi hal ini terjadi karena alasan politik.

Setelah kabar pelemparan bom molotov ke rumah Mardani Ali Sera, kini publik dikejutkan kembali oleh kejadian tak terduga lainnya: mobil milik Neno Warisman dilaporkan terbakar di kediamannya di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Mengejutkannya, hal ini terjadi di hari yang bersamaan dengan hari di mana rumah Mardani Ali Sera disambit bom molotov, yaitu Kamis (19/7). Bedanya, jika rumah Mardani Ali Sera “diserang” pada Kamis dini hari, mobil Neno Warisman terbakar di malam hari.

“Memang mobil itu terbakar pukul 12 (malam). Jam 10 (malam) itu diparkir oleh sopir. Beliau itu teliti orangnya. Dia merawat (mobil saya) dengan baik. Sekitar jam 12 (malam), tetangga melihat (api), mendengar (ledakan), dan mencium (asap). Saksi bilang, apinya itu dia lihat sudah besar,” ujar Neno.

Neno Warisman sendiri mengakui bahwa dirinya tidak berada di rumah saat kejadian.

“Saya tidak di rumah, lagi raker,” jelasnya.

Tidak terdapat korban luka dalam peristiwa mobil Neno Warisman terbakar ini. Namun, separuh badan mobilnya hangus terbakar dan hancur.

Kejadian tidak mengenakkan ini tidak dilaporkan Neno ke polisi. Namun, menurut asisten rumah tangganya, ada petugas polisi yang datang ke lokasi kejadian setelah terjadi ledakan.

Baca juga:  Amien Rais Kritisi Soal Rupiah yang Semakin Lemah Meski Akui Bukan Ahli Ekonomi

Menanggapi asumsi beberapa orang yang mengaitkan hal ini dengan alasan politik, Neno tak ambil pusing. Ia justru menegaskan bahwa mobilnya terbakar, bukan dibakar.

“Bukan dibakar tapi terbakar di depan rumah, pukul 24.00 WIB, Kamis malam,” terangnya. Lalu tambahnya, “Saya tidak mau berasumsi ini terkait politik atau bukan.”

Meski dirinya ogah menduga hal ini terjadi karena alasan politik, Wakil Humas PKS Dedi Supriadi justru mengonfirmasi hal yang berlawanan. Menurutnya, desas-desus mobil Neno Warisman terbakar karena sengaja diledakkan orang tak dikenal merupakan informasi yang valid, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Belum ada informasi resmi mengenai penyelidikan yang mungkin dilakukan oleh pihak Neno Warisman hingga saat ini. Yang jelas, beberapa pihak memang telah memperingatkannya untuk berhati-hati setelah kejadian.

“Memang teman dan banyak tokoh yang mungkin mereka punya kekhawatiran dan meminta saya hati-hati. Karena (saya) relawan ganti presiden, bisa jadi hal tersebut (terjadi). Tapi kita nggak takut, kita jalan terus,” pungkas Neno yang memang aktif dalam gerakan #2019GantiPresiden ini.

Suara serupa dikirimkan pula oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Melalui akun Twitter-nya, ia menyemangati Neno agar tetap tidak takut.

Yah, dari kejadian buruk ini, kita semua tentu prihatin dan turut bersedih, apalagi jika hal ini benar disebabkan oleh alasan politik. Mengutip Mardani Ali Sera melalui akun Twitter-nya, marilah kita semua berpolitik secara sehat, tanpa kekerasan dan hal-hal apapun yang melanggar Pancasila dan menyebarkan teror.

Baca juga:  Membaca Gerakan Kampanye Tagar-tagaran Pakai Kaidah Ushul Fiqh

Terlebih, terlepas dari ada atau tidaknya motif politik di balik kejadian ini, jelas sudah bahwa Neno Warisman terpaksa harus menambah pikirannya: selain #2019GantiPresiden, mungkin ada gerakan #2019GantiMobil? (A/K)