• 21
    Shares

MOJOK.CO Pelukan para tokoh politik cukup mengurangi ketegangan yang ada. Kini Mahfud MD dan Ma’ruf Amin yang melakukan hal tersebut.

Di tengah panasnya situasi politik Indonesia sepertinya masyarakat semakin terpecah belah. Rasanya segala sesuatu hanya dapat dilihat dari dua kubu saja. Jika bukan kubu A maka jelas kubu B. Masyarakat tidak diberikan kesempatan untuk berada dalam pilihan lainnya. Hanya dibatasi oleh dua pilihan saja.

Dengan situasi yang semakin panas tersebut, masyarakat memang membutuhkan peran para publik figur untuk meredam sesuatu yang bernuansa permusuhan dan dendam. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pelukan antara Prabowo dan Jokowi –berkat Hanifan– setelah pertandingan Pencak Silat dalam Asian Games 2018 kemarin. Serta pelukan antara Sandiaga Uno dan Erick Thohir saat bertemu beberapa waktu lalu, menjadi kebahagiaan tersendiri.

Semacam ada kelegaan bagi sebagian masyarakat, bahwa permusuhan dan ketegangan yang terjadi memiliki harapan dapat mencair. Jika para tokoh-tokoh politik di atas saja dapat berteman dengan baik walau berbeda sikap, tentu masyarakat yang menjadi pendukung mereka pun dapat melakukan hal yang sama.

Setelah Jokowi-Prabowo dan Erick-Sandiaga, kali ini giliran Mahfud MD dan Ma’ruf Amin yang berkesempatan dapat berpelukan.

Banyak pihak yang menganggap bahwa hubungan antara Mahfud MD dengan Ma’ruf Amin sedang tidak baik akibat pemilihan cawapres Jokowi. Seperti yang diketahui, Mahfud MD yang saat itu sudah digadang-gadang akan mendampingi Jokowi sebagai cawapres dalam Pilpres mendatang, ternyata berubah hanya dalam beberapa jam saja. Banyak pihak tidak menyangka, justru Ma’ruf Amin yang maju.

Baca juga:  5 Kegiatan yang Bakal Asik dilakukan Kiai Ma'ruf Amin Bersama Sandiaga Uno

Hubungan mereka dianggap semakin tidak baik ketika Mahfud MD mengungkapkan dalam acara Indonesia Lawyer Club bahwa Ma’ruf Amin melakukan manuver dengan meminta Pengurus Nahdlatul Ulama (PBNU) mengancam Jokowi jika tidak memilih cawapres dari kalangan mereka. Mahfud mengaku mengetahui tentang hal tersebut langsung dari Cak Imin sendiri.

Tentu saja, ketika publik melihat Mahfud MD dan Ma’ruf Amin berpelukan, kita menganggap bahwa hubungan mereka sudah mencair. Mahfud telah menunjukkkan sikap tenang setelah gagal menjadi pendamping Jokowi.

Kedekatan keduanya ini terjadi dalam acara resepsi pernikahan putera kedua DPR Bambang Soesatyo, Dimaz Raditya Soesatyo dengan Riana Rizki pada Senin malam kemarin (10/9).

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy mengungkapkan ia turut senang dengan hal tersebut dan menganggap bahwa Mahfud sudah merasa tenang, sudah colling down. Pihaknya pun membantah jika ada permusuhan serta menyatakan bahwa persahabatan dan kekeluargaan antara keduanya masih terjalin dengan baik.

Selain itu, Lukman Edy juga berharap Mahfud dapat merapat dan memperkuat barisan pendukung Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019. Lukman pun mengakui bahwa Mahfud juga memiliki jejaring yang luas serta pendukung yang besar di seluruh Indonesia. Tentu saja keberadaannya itu akan sangat membantu serta memberi energi baru bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dalam acara resepsi tersebut, Ma’ruf Amin dalam memberikan nasihat pernikahan mengungkapkan bahwa hubungan antar keluarga yang harmonis dapat membuat masyarakat terhindar dari konflik. Dengan saling memahami dan saling menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing. Ia menambahkan, suatu kelompok tersebut dapat hidup dengan damai, jika tidak saling curiga dan saling menghujat.

Baca juga:  People Power, Dimulai dan Diakhiri Amien Rais, Tak Diacuhkan Sandiaga Uno

Duh semoga dengan sebuah pelukan tersebut segala bentuk benci dan dendam memang benar-benar dapat melebur dengan cihuy, yaaa~ (A/L)