Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Kali Item Berhasil Dibikin Tidak Bau Harusnya Membuat Kita Marah

Redaksi oleh Redaksi
1 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tertawa? Bahagia? Itukah respons Anda dengan kabar keberhasilan “pemberantasan” bau di Kali Item, Jakarta? Tunggu, Anda seharusnya marah!

Awalnya, lucu juga melihat betapa paniknya pemerintah Indonesia mematut diri menjadi tuan rumah acara olahraga terbesar di Benua Asia, Asian Games ke-18, yang akan dihelat di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus-2 September 2018.

Sejak berbulan lalu kita sudah menyaksikan ekspose media tentang perkembangan pembangunan Stadion Jakabaring dan upaya lain mempermak Palembang agar menjadi kota yang pantas dikunjungi olahragawan terbaik dari seantero Asia.

Namun, Juli ini, kurang dari sebulan sebelum hari H, pemberitaan bukan lagi soal “Ya, pembangunan di X sudah selesai x persen,” melainkan menjadi, “X belum selesai dibangun sementara Asian Games tinggal menghitung hari.”

Nada berubah dari optimistis menjadi panik. Ultra-mega-panik melanda Jakarta, lokasi sekaligus poros komando persiapan acara raksasa ini.

Tapi, buat penonton seperti saya, semua masih menghibur. Entah saat menyaksikan bagaimana grafiti dikerjakan petugas kebersihan. Saat geleng-geleng dengan suporter berangasan yang merusak kursi Stadion Jakabaring.

Sayangnya, kesenangan itu harus berakhir ketika kepanikan merambat ke Kali Sentiong a.k.a. Kali Item. Anda pasti sudah tahu duduk masalahnya.

Berada di dekat Wisma Atlet untuk peserta Asian Games yang akan datang dari berbagai penjuru Benua Asia, Kali Item membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resah. Pertama, karena warnanya hitam. Kedua, karena baunya yang luar biasa busuk menguar ke mana-mana.

Kali Item yang bau busuknya sudah berdekade-dekade mengganggu warga yang tinggal di sekitar maupun yang kerap lewat sana rupanya bikin malu pemerintah

Aksi koboi dilancarkan. Pasang waring seharga setengah miliar—yang membuat warga Internet tertawa terbahak-bahak saking konyolnya.

Puncaknya, dengan bantuan teknis dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), setengah ton bubuk DeoGone ditumpahkan ke Kali Item untuk menghilangkan bau itu. Pagi ini saya menonton video wawancara warga sekitar Kali Item di Detik.com. Berhasil, kata warga, sudah tidak bau. Padahal “dulu bau banget,” salah seorang warga lain menjawab.

Jadi, Kali Item yang sudah puluhan tahun bau itu ternyata bisa dibikin tidak bau dalam satu minggu? Luar biasa. Negara dan kota yang paling sensi sama asing dan aseng ini ternyata sangat ramah kepada orang asing.

Sesuatu yang sudah jelas jadi masalah orang selama puluhan tahun, sekali lagi: puluhan tahun, dan seakan tidak akan mungkin bisa diatasi, ternyata bisa diselesaikan!

Dan keinginan untuk membuat sungai tak lagi bau itu, usaha untuk membuat trotoar yang layak untuk pejalan kaki itu, dilakukan bukan untuk warga negaranya sendiri. Sang pembayar pajak. Orang yang hidup dan menghidupi negara ini. Tapi, untuk tamu asing dari 44 negara.

Iklan

Agar fantastis, saya berikan daftar negara peserta Asian Games ke-18.

  1. Afghanistan
  2. Bahrain
  3. Bangladesh
  4. Bhutan
  5. Brunei Darussalam
  6. Filipina
  7. Hong Kong
  8. Kuwait
  9. India
  10. Irak
  11. Iran
  12. Jepang
  13. Kamboja
  14. Kazakhstan
  15. Korea
  16. Kirgistan
  17. Laos
  18. Lebanon
  19. Makau
  20. Maladewa
  21. Malaysia
  22. Mongolia
  23. Myanmar
  24. Nepal
  25. Oman
  26. Pakistan
  27. Palestina
  28. Qatar
  29. Korea Utara
  30. Tiongkok
  31. Arab Saudi
  32. Singapura
  33. Sri Lanka
  34. Suriah
  35. Tajikistan
  36. Thailand
  37. Timor Leste
  38. Taiwan
  39. Turkmenistan
  40. Uni Emirat Arab
  41. Uzbekistan
  42. Vietnam
  43. Yaman
  44. Yordania

Untuk tamu asing dari ke-44 negara itulah Kali Item dibersihkan. Transportasi di Palembang diperbaiki. Trotoar di Jakarta disempurnakan.

Dengan segenap kemarahan, saya aturkan terima kasih Indonesia! Terima kasih Jakarta, salah satu kota yang konsisten masuk 10 besar kota dengan polusi terburuk di dunia! Terima kasih sudah menunjukkan dengan sangat eksplisit bagaimana mental inlander, mental minder di hadapan orang asing itu, bekerja!

Seiring doa demi kesuksesan Asian Games 2018, saya yakin resep panjang umur adalah dengan tinggal di Jakarta. Bisa dibayangkan, jika bumi terancam hancur seperti di film-film distopian, saya tidak akan heran jika warga Jakarta tetap bertahan hidup. Bagaimana lagi, orang Jakarta sudah ditempa dengan kehancuran kecil setiap hari. Sudah biasa. Sudah hafal. (P/S)

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2018 oleh

Tags: Anies Baswedanasian games 2018dki jakartaKagamaKali ItemUGMWisma Atlet
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO
Edumojok

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan.MOJOK.CO
Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Real Jual Tanah untuk Membeli Innova Reborn Menjadi Pilihan Terbaik bagi Orang Bodoh karena yang Penting Bisa Investasi

25 Februari 2026
Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.