Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Benarkah JK “Jodohkan” Jokowi dengan Puan Maharani dan Anies Baswedan?

Redaksi oleh Redaksi
5 Juli 2018
A A
jusuf kalla
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tak maju sebagai cawapres di Pilpres 2019, JK disebut-sebut tengah mencari pasangan politik untuk Jokowi. Dalam pencarian, nama Puan Maharani dan Anies Baswedan pun muncul.

Selepas ramai upaya cocok-cocokan antara JK dan AHY oleh Partai Demokrat, kini nama JK (Jusuf Kalla) kembali jadi perbincangan. Pasalnya, setelah disebut tak bisa lagi maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2019, ia justru memunculkan aksi-aksi tersendiri yang dinilai masyarakat sebagai “upaya mencarikan cawapres untuk Jokowi”.

Iklan

Nama pertama yang diduga dipersiapkan JK sebagai cawapres Jokowi adalah putri dari Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, yaitu Puan Maharani.

Dalam acara Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi XI di Jakarta Selatan, JK menyatakan dukungannya pada Jokowi di gelaran Pilpres 2019 mendatang. Saat berbicara soal cawapres yang pantas untuk sang petahana, ia menambahkan sebuah kalimat pemanis,

“Kalau Ibu Puan mau, kita dukung juga.”

Pernyataan JK langsung menuai reaksi. Oleh pihak PDIP sendiri, kalimat JK bisa menjadi tanda bahwa Puan Maharani memang patut diperhitungkan sebagai tokoh yang diinginkan oleh masyarakat.

Namun demikian, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani sendiri tidak menolak atau mengiyakan dukungan JK. Sebagaimana seorang wanita yang tak suka diberi harapan palsu, ia hanya menanggapi dalam tiga kata,

“Kita lihat sajalah.”

Beralih dari Puan, nama kedua yang diduga disimpan oleh JK adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Perkiraan ini muncul akibat kecurigaan beberapa pihak setelah dalam berbagai kesempatan Anies berada satu mobil dengan JK.

Dasar panggung politik, apa-apa pun bisa dimaknai secara politis. Pihak-pihak PKS, misalnya, memandang hal ini sebagai sesuatu yang perlu dianalisis lebih dalam. Jangan-jangan, Anies dan JK punya tujuan khusus berada dalam satu mobil? Jangan-jangan, JK disuruh Jokowi untuk mendekati Anies agar lebih mudah meminang Anies sebagai cawapres???

Bukan hanya PKS, dugaan serupa sempat muncul dari pihak pendukung Jokowi, yaitu Partai NasDem. Tapi, bukannya mencurigai Anies untuk dipinang Jokowi, mereka justru mengira aksi ini dilakukan JK semata-mata untuk menjaga hubungan politik terjalin dengan baik.

Terlepas dari dugaan-dugaan tersebut, beberapa pihak menilai bahwa Jokowi dan Anies  terlalu “berbeda” untuk sebuah kesepakatan. Ibaratnya, mereka berdua berdiri di tempat yang sama, tapi dengan lingkungan yang tak sepaham.

Perkara kubu-kubuan yang sangat terasa di dunia politik pun memengaruhi perkiraan ini. Tentu saja, Jokowi dan Anies sendiri memiliki kubu pendukung yang berbeda.

Singkatnya, kedua ramalan ini, baik Jokowi-Puan maupun Jokowi-Anies, memang bisa saja terwujud. Namun, perjalanan masing-masing pasangan tentu akan berbeda.

Iklan

Memandang Jokowi-Puan dan Jokowi-Anies, entah kenapa, rasanya seperti melihat dua jenis kisah cinta berbeda: yang satu terasa seperti kisah cinta yang mulus dan direstui keluarga, sementara yang satu terasa seperti Romeo dan Juliet.

Tapi, meminjam kata-kata Puan: kita lihat saja nanti! (A/K)

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2018 oleh

Tags: Anies BaswedanCaprescawapresJKJK-AHYjokowiPilpres 2019Puan Maharani
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.