Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Fahri Hamzah Sebut Koalisi Bikin Jokowi Sulit, Punya Prabowo Lebih Mudah

Redaksi oleh Redaksi
3 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Fahri Hamzah menyebut bahwa koalisi partai politik di kubu Presiden Jokowi malah akan semakin menyulitkan langkah mereka sendiri. Hal ini berbanding terbalik dengan Prabowo yang diklaim lebih mudah.

Detik-detik sosok yang akan mendampingi Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih belum menemui titik terang. Meski sudah lebih dari dua pekan 10 nama potensial cawapres Jokowi muncul ke publik, nama-nama yang benar-benar akan dipilih jadi pendamping masih belum juga jelas.

Hal ini menurut Fahri Hamzah menunjukkan bahwa koalisi partai politik yang merapat ke PDIP sedang berada titik sulit. “Saya membaca Pak Jokowi paling sulit mencari titik temu. Saking sulitnya, bisa-bisa Pak Jokowi nggak dapat kursi. Prediksi saya belum berubah,” kata Fahri Hamzah seperti diberitakan detik.com.

Seperti diketahui, penentuan nama cawapres bagi Jokowi memang sangat cair dan berpotensi bikin koalisi parpol PDIP bisa saling sikut sama lain. Sampai saat ini, PKB yang mengajukan nama Muhaimin Iskandar (Cak Imin) masih jadi sosok paling percaya diri jika dirinya yang akan ditunjuk.

Bahkan beberapa waktu lalu, Cak Imin sampai mengeluarkan pernyataan yang seperti “mengancam” Jokowi jika dirinya tak dipilih. “Buktikan saja. Kalau nggak JOIN (Jokowi-Cak Imin), bahaya,” kata Cak Imin percaya diri. “Nanti kalah sama lawannya,” tambahnya.

Padahal, tanda-tanda Jokowi akan memilih Cak Imin masih belum muncul sampai saat ini. Meski PKB mengeluarkan pernyataan tidak akan meninggalkan koalisi dengan PDIP apapun pilihan Jokowi, tapi Cak Imin ternyata tetap menyiapkan hal-hal jika tidak dipilih Jokowi sebagai cawapres.

Dalam waktu dekat, diketahui Cak Imin berencana bertemu dengan 50 kiai Nahdlatul Ulama untuk berdiskusi mengenai langkah dirinya maju sebagai cawapres. “Beliau (Cak Imin) dalam waktu dekat ini akan menggelar pertemuan dengan para ulama-ulama di Jakarta,” kata Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid.

Hasil pertemuan itu bisa saja mengubah arah koalisi PKB bagi parpol pendukung Jokowi. Tentu saja patut dicurigai, apakah pertemuan ini murni sebagai perkumpulan internal Cak Imin, atau merupakan bagian dari strategi untuk “menekan” Jokowi.

Selain soal PKB dengan Cak Imin, perkara yang sedang menimpa syarat cawapres bagi Jusuf Kalla yang diajukan Perindo ke Mahkamah Konstitusi (MK) ditolak juga bisa berimbas pada kesolidan koalisi partai pendukung Jokowi.

“Anda kira Pak Jokowi ini gampang? Nggak gampang, Bos. Apalagi kalau Pak JK nanti nggak boleh dicalonkan lagi. Bubar ini, Bos. Berat lho di sana itu. Ini kan ngebungkus-bungkus doang, panggil ke istana,” kata Fahri Hamzah.

Situasi yang menimpa Jokowi sebenarnya adalah perkara yang bisa menguntungkan sekaligus merugikan. Di saat banyak pihak ingin mendompleng elektabilitas Jokowi untuk memperbanyak kantong suara partai mereka masing-masing, di beberapa aspek ada potensi kecemburuan antar parpol jika bukan kader mereka yang dipilih. Hal yang barangkali dilihat oleh Fahri Hamzah, jadi kesulitan tersendiri bagi pihak PDIP dan koalisinya.

Membandingkan dengan PDIP, Fahri Hamzah justru menilai Prabowo Subianto cukup mudah menemukan “mitra” untuk berlaga tahun depan. Sampai saat ini Gerindra memang dikabarkan sedang merapat dengan Demokrat. Hal yang membuat nama Agus Harimurti Yudhoyono muncul ke permukaan untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019 ke depan.

“Kalau Pak Prabowo itu sudah jelas. Dia dapat satu kursi satu tiket maju dia. Kasarnya Pak Prabowo itu, Gerindra itu dengan Demokrat (sudah) dapat,” katanya.

Lantas, rekomendasi Ijtima Ulama bersama Persaudaraan Alumni (PA) 212 kemarin gimana dong nasibnya? Masa sudah repot-repot bikin perkumpulan besar begitu hasil rekomendasi cawapres untuk Prabowo berupa Salim Segaf Al-Jufri dan Abdul Somad nggak direspons sama sekali? Ini bijimana, Pak Fahri? (K/A)

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2018 oleh

Tags: 212abdul somadAgus HarimurtiCak IminCaprescawapresgerindraIjtima Ulamajokowijusuf kallamkNahdlatul UlamaPerindoPilpres 2019pkbprabowoSalim Segaf
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Perjuangan UTBK SNBT demi lolos universitas terbaik di Semarang (Universitas Diponegoro alias Undip). Numpang di masjid hingga andalkan makan dari warga saat kelaparan MOJOK.CO

UTBK SNBT Modal Nekat dan Keberuntungan demi Undip: Tak Bawa Uang, Numpang Tidur di Masjid-Bergantung Makan dari Warga saat Kelaparan

30 Maret 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.