Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Wiranto Tantang Kivlan Zen Sumpah Pocong Karena Dituduh sebagai Dalang Kerusuhan 98

Redaksi oleh Redaksi
27 Februari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Karena tidak terima dituduh sebagai dalang kerusuhan 98 oleh Kivlan Zen, Wiranto pun lantas menantang Kivlan untuk melakukan sumpah pocong.


Kalau kalian berpikir bahwa dua orang jenderal yang satu almamater dan sudah sama-sama sepuh pasti hidupnya damai dan saling mengayomi, maka buang jauh-jauh pikiran tersebut. Sebab ternyata, pertikaian memang tidak pernah mengenal umur dan almamater.

Nggak percaya? Wiranto dan Kivlan Zen buktinya.

Yak, dua orang jenderal tersebut saat ini sedang terlibat dalam satu pertikaian hebat yang disebabkan oleh saling tuduh terkait dengan konflik kerusuhan 98.

Pertikaian antara Wiranto dan Kivlan bermula saat dalam sebuah acara bertajuk “Tokoh Bicara 98” yang digelar di Add Premiere Ballroom, Jakarta Selatan pada Senin, 25 Februari 2019 lalu, Kivlan menyebut Wiranto sebagai salah satu dalang kerusuhan 98.

Tak cukup di situ, Kivlan juga secara implisit menuduh Wiranto sebagai salah satu pihak yang ikut melengserkan Soeharto karena menolak Inpres untuk mengamankan Jakarta.

“Sebagai panglima ABRI waktu itu, Pak Wiranto kenapa dia meninggalkan Jakarta dalam keadaan kacau dan kenapa kita yang untuk amankan Jakarta tidak boleh kerahkan pasukan,” ujar Kivlan. “Pak Wiranto ini apakah didesain oleh grup para jenderal yang ingin Pak Harto mundur? Karena kenyataannya dia minta langsung kan, berarti dia terlibat dong.”

Wiranto yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pun tak pelak langsung membantah tuduhan dari Kivlan.

Wiranto menyatakan bahwa ruduhan Kivlan tentang dirinya yang ikut menjadi dalang kerusuhan 98 adalah tuduhan yang ngawur dan tidak berdasar.

“Saya sebenarnya kasihan sama saudara Kivlan Zein yang selalu melakukan pernyataan-pernyataan yang ngawur, tidak ada fakta. Karena, tidak lagi melihat kenyataan yang sudah beredar di masyarakat. Fakta-fakta yang beredar,” kata Wiranto.

Demi menguatkan pembelaan atas dirinya tersebut, Wiranto bahkan sampai menantang Kivlan untuk sama-sama melakukan sumpah pocong.

“Saya berani. Katakanlah berani untuk sumpah pocong saja. [Tahun] 1998 itu yang menjadi bagian dari kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zein. Sumpah pocong kita, siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan? Biar terdengar di masyarakat, biar jelas, jangan asal menuduh saja.” terang Wiranto.

Ah, Pak Wiranto sama Pak Kivlan ini, sudah tua, bukannya duduk manis nonton acara Aneka Ria Safari, atau reunian sambil nyanyi “Kemesraan ini janganlah cepat berlalu…”, eh malah saling berseteru dan bertikai. Bawa-bawa sumpah pocong segala lagi.

Haisssssh, Ra Mashoooook.

Iklan

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2019 oleh

Tags: Kivlan ZenWiranto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ilustrasi Wiranto, mantan ketua umum Partai Hanura (Mojok.co)
Kotak Suara

Kabar Wiranto Berlabuh ke PAN, Jadi Diumumkan Saat Rakornas?

17 Februari 2023
Pojokan

Arief Poyuono Tak Layak Dikerjain Politisi Gerindra Habiburrokhman

9 September 2020
gak sengaja
Kilas

Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun Penjara, Netizen: Bilang Aja Nggak Sengaja Biar Jadi 1 Tahun

17 Juni 2020
wiranto, jangan mudik, didi kempot, kementerian ketenagakerjaan, green day mojok.co
Pojokan

Review Lagu Jangan Mudik Bikinan Wiranto, Didi Kempot, dan Kementerian Ketenagakerjaan, Mana yang Paling Bagus?

20 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja MOJOK.CO

Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja

16 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska

Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

19 Februari 2026
Salat tarawih 8 rakaat di masjid 23 rakaat. Siasat mengejar sunnah di tengah lelah MOJOK.CO

Tarawih 8 Rakaat di Masjid yang Jemaahnya 23 Rakaat, Ganggu karena Pulang Dulu tapi Jadi Siasat Mengejar Sunnah di Tengah Lelah

19 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.