Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Nasib Taksi Online Tak Seambyar Nasib Cintamu

Redaksi oleh Redaksi
22 Oktober 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Taksi online menjadi sebuah revolusi baru di bidang transportasi. Ia hadir karena pemerintah gagal memberikan transportasi publik yang nyaman, aman, dan selalu ada. Ya, kayak pacar. Keberadaannya saat ini khususnya di kota-kota besar seperti tidak dapat dipisahkan dari rutinitas keseharian. Dengan efisiensi dan tarifnya yang murah, banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan transportasi ini sehingga memunculkan gejolak antara driver taksi online dan taksi konvensional yang kehilangan pelanggan.

Akhirnya pemerintah pun mengubah aturan untuk mengatasi hal tersebut. Hasil perubahannya diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan 26/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Aturan itu ditetapkan 19 Oktober 2017 dan akan diberlakukan mulai 1 November 2017 dengan masa transisi 3—6 bulan.

Dalam aturan terbaru, pemerintah melarang penyedia aplikasi taksi online bertindak sebagai penyelenggara angkutan umum. Selama ini, penyedia aplikasi bertindak terlalu jauh dengan berwenang melakukan rekrutmen pengemudi, menetapkan tarif, hingga memberikan promosi. Selain itu, penyedia aplikasi juga harus menggandeng koperasi jasa yang terdaftar melalui Kemeterian Koperasi dalam memberikan pelayanan.

Beberapa poin yang diubah dalam peraturan tersebut adalah adanya penetapan tarif bawah dan atas, hal ini katanya agar tidak ada pihak tertentu yang memonopoli jasa angkutan. Rupanya pemerintah menginginkan kesetaraan antara taksi online dan konvensional, biar tidak gender saja yang harus disetarakan. Tapi, sepertinya kok konsep kesetaraan tarif itu terlalu dipaksakan ya? Apakah benar hal ini tidak untuk berpihak pada industri dan memang benar-benar untuk melindungi konsumen?

Selain itu, dalam peraturan yang baru juga dijelaskan adanya penetapan wilayah operasi dan kuota kendaraan yang diizinkan untuk beroperasi di dalam suatu wilayah. Tentunya harus menggunakan kendaraan berplat nomor sesuai wilayah operasi. Dan yang terpenting, pihak penyedia aplikasi online rela memberikan akses yang terbuka pada pemerintah.

Nah, ternyata, yang meribetkan keberadaan taksi online ini tidak hanya di Indonesia loh. Keberadaannya pun mendapat perlakuan yang berbeda-beda di berbagai negara. Ada yang mengizinkan dengan aturan tertentu yang dibuat sangat ketat dan rumit, ada pula yang melarang mereka beroperasi.

Di beberapa negara yang melarang taksi online, misalnya Hungaria, landasan pelarangan ialah karena driver tidak mematuhi standar pengemudi taksi lainnya. Sementara di Denmark, beroperasinya taksi online dianggap mengganggu sistem transportasi aman yang disediakan oleh pemerintah kepada masyarakat. Salah satunya dengan tidak adanya pemberian asuransi pada konsumen. Selain itu, beberapa negara lain juga melarang keberadaan taksi online, antara lain Bulgaria, Italia, Texas, Alaska, Kolumbia, China, Taiwan, dan Australia. Artinya, sudah banyak pemerintah negara lain yang memberikan perhatian penuh terhadap keberadaan taksi online bukan karena kepentingan perusahaan semata, tetapi juga hak-hak serta perlindungan konsumen.

Ngomong-ngomong, kalau taksi online sudah diatur, ojek online-nya kapan?

Taksi online

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2017 oleh

Tags: ojek onlinetaksi onlineTransportasi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jadi ojol di Malang disuruh nyekar ke Makam Londo Sukun. MOJOK.CO
Liputan

Driver Ojol di Malang Pertama Kali Dapat Pesanan Bersihin Makam dan Nyekar di Pusara Orang Kristen, Doa Pakai Al-Fatihah

16 November 2025
Driver ojek online (ojol) Semarang cari untung di tengah kebingungan penumpang MOJOK.CO
Ragam

Siasat Ojol Semarang Mencari Keuntungan di Tengah Kebingungan Penumpang

5 November 2025
4 atribut driver ojek online (ojol) yang kerap jadi bahan olok-olok MOJOK.CO
Ragam

4 Etika ke Driver Ojol agar Tak Sakiti Hati, Hanya Perlu Dimaklumi

28 September 2025
promo ojol, driver ojol.MOJOK.CO
Ragam

Cerita Para Penikmat Promo Ojol yang Bertahan Hidup dari Potongan Harga

7 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
Kuliah Scam Itu Omongan Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

Kuliah Scam Itu Omongan Orang Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

8 Januari 2026
Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026
Gudeg Jogja 3 Porsi di Malioboro Dihargai 85 Ribu Itu Wajar, Jadi Wisatawan Mbok Ya Riset, Jangan Caper!

Saya Benci Setengah Mati, Gudeg Jogja Menjadi Simbol Hidup Tak Bertanggung Jawab tapi Sering Menyelamatkan Saya Semasa Kuliah

6 Januari 2026
flu.mojok.co

Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

9 Januari 2026
Dracin bukan sekadar kisah cinta lebay. MOJOK.CO

Kisah Cinta “Menye-menye” ala Dracin bikin Hidup Perempuan Dewasa Lebih Berbunga dari Luka Masa Lalu yang Menyakitkan

6 Januari 2026

Video Terbaru

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.