Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Menjelang Pemilu, WhatsApp Akan Hapus Akun Penyebar Hoax dan Batasi Jumlah Pesan Forward

Redaksi oleh Redaksi
22 Januari 2019
A A
whatsapp
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Indonesia, utamanya di tahun-tahun politik seperti sekarang ini, peredaran berita bohong atau hoax semakin menjadi-jadi. Tujuannya tentu saja untuk menjatuhkan salah satu kubu pasangan calon presiden-wakil presiden yang berlaga di Pilpres, atau para caleg yang akan berlaga di pileg.

Dari sekian banyak media yang digunakan untuk menyebarkan hoax, WhatsApp menjadi salah satu yang teratas.

Di Indonesia, WhatsApp punya jumlah pengguna yang sangat banyak. Dari sekitar 130 juta pengguna internet aktif, 40 persen atau sekitar 70 juta di antaranya menggunakan WhatsApp. Dengan jumlah pengguna yang sebanyak itu, tak heran jika penyebaran hoax menjadi sangat rentan dan masif.

Banyaknya hoax yang beredar luas melalui WhatsApp mau tak mau akhirnya membuat pihak WhatsApp harus mengambil langkah tegas.

Baru-baru ini, WhatsApp mengatakan bahwa pihaknya akan menerapkan identifikasi akun pengguna. Identifikasi ini berfungsi untuk memantau perilaku pengguna dan menghapus akun tersebut jika ia terbukti menyebarkan spam dan pesan hoax secara masif.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh VP Public Policy and Communication WhatsApp, Victoria Grand saat berkunjung ke Indonesia.

“WhatsApp juga melakukan identifikasi perilaku pengguna di seluruh dunia. Kami memiliki ratusan engineer yang memantau perilaku mereka (pengguna),” ujar Grand.

Identifikasi akun ini menurut Grand sudah dilakukan sebelumnya di Brazil menjelang Pemilu. Saat itu, menurut Grand, WhatsApp menghapus sampai 400 ribu akun karena terindikasi menyebarkan pesan spam dan hoax.

“Yang terjadi di Brasil, 90 hari jelang pemilu, (kita) mulai identifikasi akun-akun spamming. Kemungkinan akan di lakukan di Indonesia.”

Selain Identifikasi akun, WhatsApp juga membuat kebijakan pembatasan pesan yang bisa diteruskan atau di-forward. Jika sebelumnya pengguna bisa mem-forward pesan ke 20 nomor, maka sekarang hanya bisa menjadi 5 nomor.

“Untuk mengurangi kemungkinan viralnya sebuah pesan di WhatsApp, kami telah menurunkan batasan jumlah pesan yang bisa diteruskan menjadi hanya ke lima nomor WhatsApp. Harapannya ini bisa mempersulit upaya orang-orang tidak bertanggung jawab yang ingin sebuah berita palsu menjadi viral,” kata Grand.

Menurut Grand, langkah ini merupakan hasil diskusi antara pihak WhatsApp dengan Pemerintah Indonesia.

“WhatsApp mengerti bahwa fitur meneruskan pesan ini sangat bermanfaaat untuk pengguna. Namun, ini sudah merupakan hasil diskusi antara kami dengan pihak pemerintah, termasuk juga dengan pemerintah Indonesia, supaya platform WhatsApp lebih aman lagi ke depannya.”

Wah, salut. Angkat topi untuk WhatsApp.

Iklan

Sekarang pembatasan pesan dan penghapusan akun penyebar hoax. Semoga ke depan bisa diperluas lagi, utamanya pembatasan penyebaran pesan joke-joke receh atau joke bapak-bapak komplek yang blas nggak ada lucu-lucunya.

Allahuma…

whatsapp

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2019 oleh

Tags: hoaxwhatsapp
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga. MOJOK.CO
Tekno

Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga

13 Mei 2023
Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic. MOJOK.Co
Tekno

Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic

10 April 2023
mahfud md
Kotak Suara

Bicara Politik Identitas, Mahfud MD: Boleh Ceramah di Masjid, Tapi Ada Syaratnya

1 Maret 2023
ratna sarumpaet
Kotak Suara

Lama Tak Terdengar, Ratna Sarumpaet Luncurkan Buku dan Bongkar Liarnya Dunia Politik

19 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.