Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kumpulan Komentar Nylekit Lawan Politik Jokowi tentang Penundaan Kenaikan Harga Premium

Redaksi oleh Redaksi
11 Oktober 2018
A A
pertamax pertalite mojok.co

Ilustrasi pengisian BBM (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rabu kemarin, tak bisa dibantahkan, Pemerintah benar-benar membuat blunder yang sangat besar terkait dengan mekanisme pengaturan harga BBM. Betapa tidak, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM jenis premium sekitar 7%, namun, beberapa menit kemudian, pemerintah membatalkannya. Ya, hanya berjeda beberapa menit.

Kenaikan harga premium tersebut diumumkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada Rabu, 10 Oktober 2018 sekitar pukul 17.30 WITA. Jonan kemudian mengumumkan bahwa ia mendapatkan arahan dari Presiden untuk menunda kenaikan harga premium tersebut.

“Sesuai arahan bapak Presiden rencana kenaikan harga Premium di Jamali menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini, agar ditunda,” ujar Jonan.

Penundaan kenaikan harga premium yang hanya berselang beberapa menit setelah pengumuman kenaikannya itu tentu saja langsung menjadi olok-olok tersendiri bagi pemerintahan Jokowi.

Pemerintah dianggap lalai dan goblok karena terlalu menyepelekan koordinasi dan komunikasi terkait kebijakan yang penting bagi masyarakat.

Terkait dengan blunder (untuk tidak menyebutnya sebagai kegoblokan) pemerintah tersebut, komentar-komentar pedas dari lawan-lawan politik Jokowi pun kemudian langsung meluncur deras bak peluru dari magasin baru.

Kepala Divisi Hukum dan Advokasi DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean, yang selama ini sering memberikan pernyataan lucu, kali ini memberikan komentar yang susah untuk tidak disetujui terkait dengan blunder pemerintah.

“Saya pikir ini hanya upaya menciptakan sosok presiden (Jokowi) sebagai pahlawan. Sayangnya pahlawan kesorean,” ujar Ferdinand pada ketika dihubungi oleh CNN Indonesia. “Inilah bukti bahwa negara diurus dengan senda gurau. Rakyat dipermainkan seenaknya saja.”

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono, menyatakan langkah Jokowi untuk menunda kenaikan harga premium merupakan bentuk kepanikan presiden yang takut kalah menjelang Pilpres 2019.

“Jokowi panik, dia takut kalah, karena kebijakan menaikkan harga BBM terutama Premium akan membuat dia tidak populer,” ujar Arief.

Senada dengan Arief, politisi PKS Fahri Hamzah (eh, dia masih politisi PKS atau sudah berstatus bebas transfer sih?) memberikan komentar yang sangat nylekit.

“Seenaknya. Orang menaikkan harga (BBM), kayak orang menaikkan harga gorengan atau pecel lele kalau kayak begini,” ujar Fahri.

Nah, yang paling epik tentu saja komentar dari Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo. Ia berkelakar bahwa pengumuman kenaikan dan penundaan kenaikan harga premium ini bisa dikenakan pasal hoax.

“Jika memakai terminologi sekarang, harusnya Menteri Jonan bisa dikenakan pasal-pasal hoax he he he. Periksa Jonan dong Pak Polisi,” kata Dradjad.

Iklan

Ah… entah kenapa, rasanya sukar untuk tidak setuju dengan komentar-komentar nylekit lawan-lawan politik Jokowi di atas.

Ya gimana, Jokowinya ceroboh gitu. Ini BBM lho, bukan Kinderjoy (A/M)

kenaikan premium

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2018 oleh

Tags: jokowiJonanpremium
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.