Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Debat Cawapres Ma’ruf Amin vs Sandiaga Uno yang Ternyata Membosankan Betul

Redaksi oleh Redaksi
17 Maret 2019
A A
Ma'ruf Amin vs Sandiaga Uno MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bisa dibilang debat cawapres sebagai rangkaian Debat Capres 2019 ketiga merupakan debat yang paling membosankan. Sama-sama normatif. Hoooams~

Debat cawapres sebagai bagian dari Debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, sudah terlaksana. Diawali dengan pemaparan visi dari kedua kandidat, atmosfer sempat terasa hangat meski akhirnya suasana berangsur-angsur mendingin. Debat cawapres lama-lama terasa beku.

Suasana sempat kelihatan bakal seru ketika cawapres nomor urut satu, Ma’ruf Amin menunjukkan 3 kartu andalan, “Kami akan keluarkan 3 kartu. Kartu kuliah, kartu sembako murah, kartu pra-kerja. Ini kartu yang akan kami keluarkan itu,” kata Ma’ruf Amin. Gayanya bagaikan para pendekar Yu-Gi-Oh saat mengeluarkan kartu-kartu andalannya.

Tentu saja, dikeluarkan kartu saat debat cawapres begini mengingatkan publik pada Jokowi saat Debat Pilpres 2014 silam. Saat itu Jokowi mengeluarkan dua kartu: Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Rada-rada mirip gitu deh.

Sayangnya, Sandiaga tampaknya tidak terlalu mengejar kekurangan program tersebut sebelumnya pada sesi tanya jawab. Semua uraian Sandiaga terkesan normatif. Bahkan ketika mengawali visi-misi, Sandiaga sempat-sempatnya mengucapkan ulang tahun ke “lawan debat”-nya malam itu.

“Yang saya banggakan, saya muliakan, KH. Ma’ruf Amin. Abah, selamat ulang tahun ke-76, semoga Abah tetap sehat walafiat mengemban tugas negara,” kata Sandiaga.

Lho? Lho? Ini bagaimana ceritanya kok ada kalimat “mengemban tugas negara”?

Ini kan kalimat yang bisa disalahtafsirkan seolah Sandiaga mempersilakan Ma’ruf Amin menjadi wakil presiden sebagai bagian dari tanggung jawab mengemban tugas negara. Ini sebenarnya Bang Sandi niat mau jadi Wakil Presiden nggak sih? Diucapkan di acara debat cawapres lagi.

Mungkin ini bentuk implementasi sikap ahlakul karimah dari sosok kedua kandidat juga sih. Saling mempersilakan untuk jadi wakil presiden.

Meski begitu, pemaparan program kedua kandidat sebenarnya terkesan datar-datar aja. Paling juga yang membedakan adalah soal pendidikan. Di mana Ma’ruf Amin konsentrasi pada akses pendidikan dengan program Kartu Kuliah, sedangkan Sandiaga Uno kosentrasi pada kesejahteraan guru honorer.

“Prabowo-Sandi berkomitmen, PR terbesar kita adalah meningkatkan kualitas guru kita. Kita tingkatkan kompetensinya. Kita pastikan kesejahteraannya,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga pun tampaknya tidak berani mendebat pemaparan dari Ma’ruf Amin. Padahal yang dibutuhkan swing voters alias orang yang belum menentukan pilihan adalah Sandiaga mampu menunjukkan secara gamblang program-program yang keliru dari Pemerintah Jokowi saat ini, untuk kemudian digantikan program lain yang lebih bagus dari Prabowo-Sandi.

Sayangnya yang muncul justru kalimat, “JKN di bawah Prabowo-Sandi akan diteruskan. BPJS akan disempurnakan. Kita panggil aktuaria-aktuaria terbaik dari Hongkong, putra-putri terbaik bangsa,” kata Sandiaga. Tidak ada koreksi keras untuk program pemerintah.

Di sisi lain, Ma’ruf Amin sebenarnya bisa saja “diserang” ketika bicara soal tenaga asing. Dengan menunjukkan data—yang tidak disebutkan dari mana—Ma’ruf Amin mengklaim bahwa tenaga kerja asing di Indonesia merupakan yang paling kecil jumlahnya ketimbang negara-negara lain.

Iklan

Lagi-lagi, Sandiaga tidak menyerbu klaim tersebut. Namun memilih kalem dan tampak cool saja.

“Kuncinya adalah pembenahan. Jangan saling menyalahkan,” kata Sandiaga. Dingin. Adem.

Pemirsa siaran live debat cawapres pun bingung. Ini debat cawapres atau sambutan Pak RT di acara tujuhbelasan sih sebenarnya?

Debat cawapres jadi terasa sangat membosankan. Dua cawapres sama-sama bicara normatif. Untung ketolong sama iklan Dulcolax.

Demi menghindarkan debat yang membosankan dan tidak menghibur, pada debat berikutnya, mungkin KPU memang perlu untuk menunjuk Jaja Miharja dan Soimah sebagai moderator.

“Pak Sandiaga, Pak Ma’ruf, Apaan tuuuuuuuuuh!!!!”

Terakhir diperbarui pada 17 Maret 2019 oleh

Tags: debat capresdebat cawapresjokowiMa’ruf AminPrabowo-SandiSandiaga Uno
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.