Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Jenis-jenis Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya Biar Lantai Nggak Kotor Terus

Redaksi oleh Redaksi
7 September 2019
A A
solusi rambut rontok MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rambut rontok itu bukan masalah sepele. Ia butuh perhatian khusus untuk diurusi dan diobati.

Saat menyisir rambut, saya sering kali kepingin banget bisa kayak iklan di TV. Saking halusnya rambut, ia tidak perlu disisir dengan serius. Memaksanya untuk disisir, justru malah bikin sisirnya yang jatuh. Sedihnya, hal itu tidak pernah terjadi dalam kehidupan saya.

Setiap kali menyisir rambut, yang ada hanyalah rambut-rambut rontok berjatuhan. Mereka seperti tak tahan lagi berada di kepala saya, ingin segera pergi begitu saja. Apalagi setiap hari rasanya kamar jadi cepat kotor hanya karena helai-helai rambut yang rontok. Hadeeeh, ini rambut kenapa, sih? Rontoknya kok gini amat?

Untuk mengatasinya, saya melakukan hal pertama yang dilakukan nyaris semua orang ketika punya masalah. Nyari informasi di Google. Kemudian saya jadi tahu, mengatasi rambut rontok ada beragam cara, tergantung jenis penyebab rambut rontoknya. Di sini saya ingin berbagi dengan pembaca yang punya nasib serupa, gimana sih mengatasi rambut rontok kita.

1. Rambut rontok jenis alopecia involusional

Alopecia (kebotakan) involusional adalah rontok yang paling normal dialami setiap orang. Layaknya hukum alam, rambut kita memang akan semakin menipis seiring bertambahnya usia. Hal ini disebabkan, semakin banyak folikel (lubang di kulit tempat tumbuhnya rambut) masuk fase istirahat dan tidak menumbuhkan rambut (fase ini dinamai telogen). Akibatnya, rambut yang tersisa menjadi lebih sedikit.

2. Rambut rontok jenis alopecia androgenik

Rambut rontok jenis ini disebabkan faktor genetik, bisa menyerang baik perempuan maupun laki-laki. Pada laki-laki, biasanya akan mengalami kerontokan di usia 20-an, sementara pada perempuan di usia 40-an dengan gejala berupa muncul jerawat dan menstruasi tidak teratur. Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan atau ketidakseimbangan hormon.

3. Rambut rontok jenis alopecia areata

Kerontokannya biasanya hanya berada di area tertentu, dan terjadi pada anak-anak dan remaja. Saat rontok ini terjadi, banyak orang yang akhirnya mengalami kebotakan lumayan gede. Sayangnya, hanya 90% akar rambut yang tumbuh kembali, itu pun dalam jangka waktu yang cukup lama. Penyebabnya ialah autoimun.

4. Rambut rontok jenis alopecia universalis

Kerontokan jenis ini dianggap sangat mengerikan. Pasalnya, kerontokan terjadi di kepala dan tubuh. Jadi selain rambut kepala, kerontokan juga menerpa alis, ketiak, punggung, dada, hingga kaki. Rontok semacam ini dipicu faktor genetis, trauma, infeksi virus, ketidakseimbangan hormon, ataupun stres. Pengobatan kemoterapi atau radioterapi juga berpotensi mengakibatkan hal ini.

5. Rambut rontok jenis trikotilomania

Rambut rontok jenis ini dianggap sebagai salah satu gangguan psikologis. Terjadi karena kebiasaan atau merasa (((keenakan))) ketika mencabuti helai-helai rambut di kepala. Tanpa sadar, lama-lama rambut di titik tertentu jadi botak.

Iklan

6. Rambut rontok jenis telogen effluvium

Kalau jenis rambut rontok ini, penyebabnya ialah perubahan siklus pertumbuhan rambut. Sederhananya, rambut-rambut kita, secara berombongan dalam jumlah banyak, masuk ke dalam fase istirahat alias mandek tumbuh. Dampaknya, rambut yang tersisa jadi cuma sedikit. Demam tinggi, melahirkan, penyakit kronis parah, masalah psikologis, ataupun diet ketat adalah beberapa hal yang penyebabnya.

Nah, untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang bisa kita usahakan, di antaranya….

Pertama, menjalani diet dengan gizi yang seimbang. Memastikan bahwa makanan yang kita cerna cukup gizi. Sehingga rambut-rambut ini bisa melekat kuat pada kepala kita.

Kedua, menghindari mengikat rambut dengan terlalu ketat. Biasanya, karena nggak pengin kunciran rambutnya gampang terlepas, kita memilih untuk mengikatnya kuat. Sayangnya, hal ini justru berpotensi si rambut itu tertekan sehingga rontok. Selain itu, memutar, menggosok, atau menarik rambut dengan kasar, juga sangat tidak disarankan.

Ketiga, selayaknya benda yang kita sayang dan eman-eman, maka memperlakukan rambut dengan lembut saat mencuci dan menyisirnya, hukumnya wajib. Sama sekali tak bisa ditawar. Pastikan pula sisir yang kita gunakan memiliki gerigi lebar, sehingga ia tidak mudah tercabut dari kepala kita. Khawatirnya, kalau tercabut nanti malah berubah jadi kuntilanak. Eh, sori, itu paku, ding.

Keempat, menghindari perawatan rambut yang kasar. Misalnya, terlalu sering menggunakan catok rambut, obat pengeriting rambut, maupun mengganti-ganti warna rambut. Fyi, beberapa contoh tindakan tersebut malah bisa bikin rambut jadi stres.

Bagaimana? Sudah siap merawat rambut dengan penuh kasih sayang supaya nggak ada lagi rambut rontok yang mengotori lantai?

BACA JUGA Acak-acak Rambut Bikin Baper atau Kamu yang Kegeeran? atau artikel rubrik PENJASKES lainnya.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2019 oleh

Tags: Kesehatanrambut rontoksisirStres
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

tindihan.MOJOK.CO
Ragam

Menemui Orang yang Pernah Tindihan: Kehadiran Sosok Hitam hingga Penjelasan Ilmiahnya

26 Desember 2023
obat gusi bengkak.mojok.co
Kesehatan

5 Obat Gusi Bengkak yang Cepat Meredakan Ngilu

21 Oktober 2023
Butet Kartaredjasa X Dokter Oei Hong Djien: Tembakau, Lukisan, dan Jerohan
Video

Butet Kartaredjasa X Dokter Oei Hong Djien: Tembakau, Lukisan, dan Jerohan

12 Juli 2023
KTR Malioboro.MOJOK.CO
Kilas

Kasus Covid-19 di DIY Meningkat Tajam, Segera Vaksinasi Masyarakat Berisiko Tinggi

2 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Kaya dari Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.