Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Menghitung Aset Kekayaan Plankton, CEO Chum Bucket, Musuh Bebuyutan Mr. Krabs

Redaksi oleh Redaksi
1 April 2020
A A
plankton
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Walau usahanya restorannya gagal, namun Plankton tetaplah orang yang punya aset kekayaan yang sangat besar

Di mana-mana, yang namanya bisnis itu memang susah. Termasuk bisnis di bawah laut. Itulah yang terjadi pada bisnis kuliner milik Plankton yang harus jatuh (nggak pakai bangun).

Restoran cepat saji bertajuk “Chum Bucket” yang ia bangun sampai saat ini masih belum juga bisa mengalahkan restoran krabby patty ala “Krusty Krab” yang dimiliki oleh Eugene Krabs atau yang lebih terkenal dengan panggilan Mr. Krabs atau Tuan Krabs.

Berbeda dengan Tuan Krabs yang punya banyak uang karena usaha kuliner Krusty Krab-nya maju pesat, Plankton boleh dibilang tak punya uang sama sekali sebab usaha restorannya itu bahkan hampir tak punya pelanggan sama sekali.

Kendati demikian, pria mungil bernama lengkap Sheldon J. Plankton tersebut tetap tidak layak disebut sebagai fakir miskin yang kalau dalam UUD kita dipelihara oleh Kitabisa, eh, negara itu. Sosok berwarna hijau tersebut tak bisa tidak, tetaplah sosok yang sebenarnya kaya. Ia punya banyak aset yang kalau dihitung-hitung, nilainya sangat lumayan, bahkan besar. Walau bisnis kulinernya gagal total, namun ia tetaplah seorang inventor yang ulung. Ia menciptakan banyak alat-alat (hampir semuanya digunakan untuk mencuri resep krabby patty milik Mr. Krabs) yang sebenarnya bisa punya nilai jual yang tinggi di pasar teknologi.

Nah, lantas, berapakah sebenarnya nilai kekayaan Plankton dihitung dari aset-aset penting yang ia miliki saat ini? Mari kita hitung bersama-sama.

Berdasarkan video di kanal resmi Youtube Spongebob Squarepants yang diunggah akhir tahun lalu, kita bisa tahu apa saja harta yang dimiliki oleh Plankton.

Aset penting Plankton tentu saja adalah Chum Bucket. Restoran yang walaupun secara fungsi usaha sangat tidak menguntungkan ini (sebab sekali lagi, ia tidak punya pelanggan), namun ia punya nilai jual yang tinggi. Maklum saja, lokasi Chum Bucket ini sebenarnya strategis, yakni berada di seberang restoran Krusty Krab yang kita tahu berada di tepi ruas jalan penting Bikini Bottom. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya episode yang memperlihatkan banyak orang berpawai melewati jalanan depan Krusty Krab atau Chum Bucket.

Jalanan tersebut juga kerap dilewati oleh para pelancong dari daerah lain. Hal yang menjadi bukti bahwa jalan tersebut merupakan jalan penting yang menghubungkan Bikini Bottom dengan daerah lain.

Mempertimbangkan hal tersebut, maka layak jika Chum Bucket punya nilai jual yang tinggi. Nilai jual Chum Bucket diperkirakan mencapai $50.000

Aset lain Plankton adalah berupa seekor Anjing Labrador Retriever. Walau kita tak banyak tahu bahwa Plankton memelihara anjing, namun dalam sebuah episode, disebutkan bahwa ia memiliki seekor anjing Labrador Retriever yang ditaksir usianya sekitar 5 tahun.

Berdasarkan situs dummies.com, harga satu ekor labrador usia 5 tahun bisa mencapai $1.000-2000.

Nah, sekarang, mari kita menghitung aset kekayaan Plankton berdasarkan nilai alat-alat yang pernah ia ciptakan.

Plankton diketahui sering sekali membikin alat-alat aneh sebagai bagian dari usahanya dalam mencuri resep krabby patty.

Iklan

Beberapa alat yang cukup menarik perhatian adalah alat-alat mini seperti Propeller pen, vision goggles, dan death ray. Situs resmi Spongebob Squarepants menaksir bahwa alat-alat mini ini punya nilai minimal sebesar $4.245, setara dengan biaya pembuatannya.

Alat-alat lainnya adalah alat yang lebih besar dan tidak portabel. Beberapa alat ini disimpan di Chum Bucket yang memang menjadi restoran sekaligus tempat tinggal Plankton. Alat-alat besar ini antara lain Ghost Extracting machine dan the Analyzer. Estimasi nilainya adalah sebesar $20.399.

Selain alat-alat canggih, Plankton juga koleksi robot-robot unik yang ia pakai sebagai penyamaran untuk mencuri resep. Robot-robot tiruan seperti robot Mr Krab dan juga robot Spongebob ini total estimasi nilainya sekitar $479.040.

Nah, aset yang paling berharga yang dimiliki oleh Plankton tentu saja adalah istrinya. Mohon maap nih para feminis, bukannya mau menyamakan istri sebagai obyek, namun istrinya plankton itu memang obyek yang punya nilai semata, sebab ia memang berupa sebuah komputer yang oleh Plankton diberi nama “Karen”.

Situs resmi Nickelodeon menyebut Karen sebagai Wires integrated female electroencephalograph dengan perkiraan nilainya sebesar $1.000.000.

Istri Plankton ini membuktikan, bahwa Plankton adalah sebenar-benarnya sosok yang mengimplementasikan konsep yang ada dalam lagu soundtrack sinetron Keluarga Cemara: “Harta yang paling berharga adalah keluarga.”

Jika ditotal, seluruh nilai aset Plankton adalah sebesar $1.555.684.

plankton

Terakhir diperbarui pada 1 April 2020 oleh

Tags: bikini bottomplanktonspongebob
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

ilustrasi Meski Kayak Pengangguran, Pekerjaan Patrick Star Banyak. Pantes Bisa Jajan dan Udah Punya Rumah Sendiri mojok.co
Pojokan

Meski Kayak Pengangguran, Pekerjaan Patrick Star Banyak. Pantes Bisa Jajan dan Udah Punya Rumah Sendiri

8 Juli 2021
Kominfo dan Admin BPJS Itu Mirip Squidward: Kalau Bisa Dikerjakan Nanti, Ngapain Dikerjakan Sekarang MOJOK.CO
Pojokan

Kominfo dan Admin BPJS Itu Mirip Squidward: Kalau Bisa Dikerjakan Nanti, Ngapain Dikerjakan Sekarang

23 Mei 2021
Menerjemahkan Perilaku Patrick Star Melalui Pseudo-filsafat
Esai

Menerjemahkan Perilaku Patrick Star Melalui Pseudo-filsafat

2 Oktober 2020
Basindo UGM yang Dosennya Cocok Banget Jadi Bahan Tebak-tebakan MOJOK.CO
Esai

Basindo UGM yang Dosennya Cocok Banget Jadi Bahan Tebak-tebakan

30 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Kerja WFH - WFA dengan kantor di Jakarta Barat. Awalnya enak karena slow living, ternyata menjebak MOJOK.CO

Tergiur Kerja WFH WFA karena Tampak Enak dan Slow Living tapi Ternyata Menjebak: Gaji, Skill, dan Karier Mentok

27 Maret 2026
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan

1 April 2026
User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026
Musik BTS bukan K-Pop. MOJOK.CO

Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health”

31 Maret 2026
kerja di kafe Jogja stres. MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.