Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Sel Setya Novanto Ternyata Lebih Besar, Buat Nongkrong Bareng Nazaruddin

Redaksi oleh Redaksi
15 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sidak kembali digelar di Lapas Sukamiskin. Kali ini, Setya Novanto ketahuan punya sel yang ukurannya dua kali lipat!

­Kamis (13/9) malam, inspeksi mendadak (sidak) kembali digelar di area Lapas Sukamiskin Bandung oleh pihak Ombudsman RI. Dipimpin oleh Ombudsman Ninik Rahayu dengan didampingi 12 orang anggota Ombudsman lainnya, sidak ini menemukan fakta bahwa kamar mantan Ketua DPR Setya Novanto memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan kamar narapidana lainnya.

“Ada kamar yang lebih luas. Itu dihuni oleh Pak Setya Novanto, memang lebih luas. Kalau ditanya ukuran, (saya) bingung. Pokoknya (besarnya) dua kali lipat,” jelas Nini, Jumat (14/9) kemarin, saat ditemui di kantor Kemenkum HAM Kanwil Jawa Barat.

Pada sel Setya Novanto yang lebih luas ini, Ninik memastikan tidak ditemukannya fasilitas mewah. Bahkan, televisi saja tidak tersedia di kamar narapidana kasus korupsi e-KTP tersebut. Namun, kloset yang diberikan berupa kloset duduk.

Apakah kamar Setnov ini sama dengan yang ditampilkan dalam tayangan Mata Najwa, yaitu saat sidak dilakukan oleh Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami?

“Nggak, beda,” terang Ninik.

Kabar temuan ini jelas menarik perhatian rakyat. Pasalnya, sebelum Ninik memberi pernyataan resmi, Setya Novanto sendiri diketahui menyanggah dugaan kamarnya berukuran lebih besar.

“Nggak ada itu, biasa. Itu bukan besar, itu kan bekas lapas. Nggak ada kok yang besar, sama sajalah. Semua sama, standardisasi sama,” sahut Setnov saat berada di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (14/9) kemarin.

Setelah ketahuan bahwa pernyataannya tidaklah dapat dipertanggungjawabkan, temuan lain saat sidak juga tak kalah menarik. Di kamar Setya Novanto yang luasnya tumpeh-tumpeh itu, Ombudsman juga memergoki M. Nazaruddin sedang nongkrong dan mengobrol bersama Setnov.

“Waktu kami datang semalam, dia (Setya Novanto) lagi duduk-duduk ramai sama Nazaruddin.” Ninik menyebutkan, dirinya melihat sendiri bahwa Setnov malam itu memang tengah tampak menghabiskan waktu bersama Nazaruddin di kamarnya.

“Diamnya di kamar Pak Setya Novanto. Sekitar jam sepuluh malam,” lanjutnya.

Selain perbedaan yang mencolok dan kemudahan Setnov untuk nongkrong bersama Nazaruddin, Ombudsman menyoroti hal yang lain. Menurut Ninik, pintu kamar masing-masing napi, anehnya, tidak digembok oleh petugas dari luar.

Akibatnya, wajar saja jika kita menemui kabar yang menyebutkan para penghuni dapat dengan bebas keluar masuk kamar. Padahal, menurut standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, pintu sel tahanan di lapas haruslah digembok dari luar oleh petugas. Namun, alih-alih kamar, penggembokan oleh petugas ini dilakukan hanya pada batas blok saja.

Yaaah, kalau gitu, mah, apa bedanya sama kos-kosan yang digembok pintu gerbangnya sama ibu kos setiap jam 10 malam? (A/K)

Terakhir diperbarui pada 15 September 2018 oleh

Tags: Lapas SukamiskinMata NajwanazaruddinOmbudsman RIpura-pura penjarasel palsuSetya Novantosidak
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sosok

Gibran Rakabuming Bicara Soal Bisnis, Mata Najwa, Sampai Jonru

18 Oktober 2023
PSSI Gugat Mata Najwa ke Pengadilan: Langkah Cerdik dari PSSI
Balbalan

PSSI Gugat Mata Najwa ke Pengadilan: Langkah Cerdik dari PSSI

5 November 2021
ilustrasi Podcast Deddy Corbuzier buat Klarifikasi, Acara Mata Najwa buat Cari Keadilan mojok.co
Pojokan

Podcast Deddy Corbuzier buat Klarifikasi, Acara Mata Najwa buat Cari Keadilan

14 September 2021
Pojokan

Membayangkan Sikap Kemenkumham kalau yang Terbakar Adalah Lapas Koruptor

11 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.