Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

SBY Walk Out, Kok Demokrat Minta Relawan Jokowi Minta Maaf?

Redaksi oleh Redaksi
23 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah SBY walk out dan tak ikut tanda tangan, kini Demokrat meminta ProJo minta maaf. Kalau tidak, ada balasannya!

Aksi walk out Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara deklarasi Kampanye Damai yang digelar KPU masih menjadi sorotan. Pasalnya, selain disebut gara-gara beredarnya banyak bendera partai dan atribut ormas pendukung Jokowi, ternyata ada hal lain yang melatarbelakangi aksi SBY. Apakah itu?

Usut punya usut, aksi SBY walk out ini dilakukan karena provokasi dari kelompok relawan Jokowi, atau yang disebut dengan ProJo.

Menurut Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, kejadian bermula sejak SBY berada di mobil golf bersama putranya, Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua F-PD DPR Edhie Baskoro Yudhoyono, serta Ketua Umum Pan Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno. Kala itu, mobil golf yang ditumpangi SBY ini diganggu dengan bendera ProJo.

Tak hanya itu, beberapa Projo bahkan nekat mendekat ke rombongan SBY untuk berteriak, “Bang, dukung Jokowi.”

“ProJo memprovokasi pilpres damai menjadi pilpres anarkis. Waktu mobil karnaval Pak SBY lewat, relawan ProJo teriak-teriak ‘Bang dukung Jokowi’ dan merangsek mendekat ke rombongan SBY. Sudah keterlaluan,” tegas Andi.

Karena gangguan yang diperkirakan tak membuatnya nyaman ini, aksi SBY walk out pun terjadi. Kini, Andi Arief mewakili Demokrat menuntut agar relawan Jokowi segera meminta maaf.

Lebih lanjut, Andi juga meminta pihak-pihak tertentu agar bersiap-siap menghadapi aksi balasan jika tidak ada permintaan maaf yang dialamatkan pada Partai Demokrat, “Kalau ProJo tidak minta maaf dan aparat keamanan diam serta Jokowi diam saja atas provokasi terhadap SBY pagi ini, jangan salahkan jika ada tindakan balasan.”

Sebelumnya, adanya ProJo yang menganggu SBY dan rombongannya ini sempat dibantah Ketua ProJo Budi Arie. Bahkan, Budi meminta agar pihak SBY tidak bersikap lebay.

Selain itu, KPU juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya tidak bisa mengontrol semua simpatisan capres-cawapres.

“Sebetulnya sudah kita atur itu semua di dalam jalur karnaval, karena kalau di luar itu kita tidak bisa nuntut. (Kalau) tiba-tiba banyak orang berdiri di pinggir jalan dan mengibarkan sesuatu, (kami) tidak bisa membatasi,” kata Ketua KPU Arief Budiman.

Akibat SBY walk out, Partai Demokrat tak turut serta meneken deklarasi kesepakatan Kampanye Damai. “Belum kami masuk di situ, acara udah selesai, sehingga deklarasi pun kami tak bisa naik. Kami tak bisa tanda tangan,” sambung Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Namun demikian, Komisioner KPU Hasyim Asyari menyatakan bahwa Demokrat tidak terancam sanksi apa pun terkait hal ini. Meski begitu, pihaknya membenarkan bahwa penandatanganan peserta terhadap deklarasi Kampanye Damai ini merupakan simbol sepakat atau tidak sepakat pada pernyataan yang diusung bersama-sama. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 23 September 2018 oleh

Tags: andi ariefArief Budimandeklarasi kampanye damaiKetua KPUProjorelawan jokowiSBY walk outSusilo Bambang Yudhoyono
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Projo Kini Merapat ke Prabowo, Siapa Mereka? MOJOK.CO
Kotak Suara

Mengenal Projo, Relawan Jokowi yang Kini Merapat ke Prabowo

15 Oktober 2023
jokowi king maker mojok.co
Kotak Suara

Pakar Politik UGM: Angkat Relawan Jadi Menteri, Siasat Jokowi Buat Tetap Jadi ‘King Maker’

23 Juli 2023
budi arie setiadi mojok.co
Kotak Suara

Mengenal Budi Arie, Relawan Jokowi yang Diangkat Jadi Menkominfo Baru

17 Juli 2023
jokowi prabowo mojok.co
Kotak Suara

Jokowi di Persimpangan Jalan: Prabowo atau Ganjar Pranowo?

8 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z rela sise hustle

Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan

30 Maret 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward MOJOK.CO

Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin

31 Maret 2026
Pilih side hustle daripada pekerjaan kantoran

Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga

31 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.