Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Lubang Misterius di Sukabumi, Benarkah Pintu Masuk Gua Zaman Belanda?

Redaksi oleh Redaksi
8 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sejak Kamis (6/9), sebuah lubang misterius di Sukabumi muncul mendadak. Semakin hari, diameternya semakin besar. Loh, loh, kenapa sih ini???

Sejak Kamis (6/9) lalu, warga Kampung Cipetir Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi dikejutkan oleh kemunculan lubang besar di tengah persawahan.

Lubang misterius di Sukabumi ini konon terbentuk setelah warga mendengar suara gemuruh dari sawah. Hingga Jumat (7/9), suara gemuruh ini kembali terdengar di siang hari, sekitar pukul 11.00.

Di awal kejadian, diameter lubang disebutkan hanya 3 meter. Namun kini, lebarnya bertambah 2 kali lipat dengan kedalaman yang diperkirakan mencapai 10 meter. Selain mengakibatkan kerugian karena lahan ini baru saja ditanami padi, kemunculan lubang pun mengundang rasa penasaran yang besar.

Pemilik lahan, Cecep Sudirman, saat dimintai keterangan oleh wartawan menyatakan ketakutannya jika lubang akan kian membesar. “Saya khawatir lubang semakin meluas dan merembet ke permukiman warga,” katanya.

Kemunculan lubang misterius di Sukabumi ini memang penuh teka-teki. Berasal dari manakah suara gemuruh yang didengar warga? Mengapa diameter lubang terus meluas? Benarkah di dalam lubang tersebut terdapat sebuah gua, seperti yang diduga banyak orang?

Ya, konon katanya, lubang besar ini merupakan bagian tubuh gua yang ambles. Warga meyakini, gua ini adalah saluran air alami di dalam tanah, atau disebut juga dengan nama coblong.

“Ada gua saluran air di bawah lubang, tepatnya di area persawahan ini memang banyak terdapat coblong. Jumlahnya banyak dan bahkan ada yang saling melintang,” kata Maman, salah seorang warga, sebagaimana dikutip dari Detik.com.

Senada dengan Maman, warga meyakini gua ini telah terbentuk sejak zaman Belanda kala penjajahan dulu. Namun, tak sedikit yang meyakini bahwa coblong terbentuk secara alami, meski ini tak lagi mengeluarkan air.

Benar atau tidaknya lubang misterius di Sukabumi ini terbentuk akibat coblong memang belum dapat dipastikan. Apalagi, pemilik lahan merasa bahwa lubang ini kian menyempit di bagian dalam sehingga membuatnya ragu atas kemungkinan ini.

Menanggapi praduga-praduga yang bermunculan. Camat Kadudampit Zaenal Abidin menegaskan harapannya agar warga tidak berpikir terlalu jauh mengenai kejadian ini. Hampir mirip dengan teori coblong tadi, ia meyakini bahwa lubang misterius di Sukabumi ini muncul karena adanya saluran air di bawah area sawah.

“Gejala alam biasa. Di bawah ada saluran air dari pegunungan mengalir ke sungai Cigalunggung, jadi tanahnya labil dan amblas,” terangnya. Ia juga menyebutkan bahwa kontur tanah yang gembur menjadi penyebab ambles-nya area persawahan.

Kini, pihak Kecamatan Kadudampit tengah berkoordinasi dengan Pemda dan dinas terkait untuk terus melakukan pemeriksaan struktur tanah. Tak lupa, pengamanan pun dikerahkan di daerah sekitar lubang agar tidak ada warga yang mendekat sehingga meningkatkan tingkat bahaya jika sewaktu-waktu terjadi tanah ambles kembali. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 8 September 2018 oleh

Tags: amblescoblonggua Belandalubang misterius di Sukabumisaluran airsawahzaman penjajahan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jeritan Petani di Sedayu yang Anak-anaknya Nggak Mau Mengolah Sawah di Jogja MOJOK.CO
Liputan

Jeritan Petani di Sedayu yang Anak-anaknya Nggak Mau Mengolah Sawah di Jogja

13 Oktober 2023
Tim arkeolog melakukan ekskavasi plempem di situs Kraton Pleret. MOJOK.CO
Kilas

Mengenal Apa Itu Plempem, Paralon Kuno yang Ditemukan di Situs Kraton Pleret

15 Maret 2023
lomba menangkap ikan lele di sawah-sawah terakhir
Geliat Warga

Merayakan Kemerdekaan dengan Adu Tangkas Menangkap Lele di Sawah Terakhir

17 Agustus 2022
Perumahan di Ujung Sawah: Misteri Kunjungan Almarhum Nenek MOJOK.CO
Malam Jumat

Perumahan di Ujung Sawah: Misteri Kunjungan Almarhum Nenek

24 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siswi SMA di Bantul, Yogyakarta mengikuti pelatihan tanggap bencana dari IDM. MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Guru besar IPB jelaskan waste to energy (WtE) sebagai solusi pengolahan sampah perkotaan dari Danantara. MOJOK.CO

Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

29 Januari 2026
Tabungan likuid untuk jaga-jaga pas kehilangan pekerjaan (PHK) memang penting. Tapi banyak pekerja Indonesia tak mampu MOJOK.CO

Punya Tabungan Likuid untuk Jaga-jaga PHK Memang Penting, Tapi Banyak Pekerja RI Tak Sanggup karena Realitas Hidup

29 Januari 2026
Suasana "Tiongkok Kecil" di Lasem. MOJOK.CO

Pertama Kali Jalan-jalan ke “Negeri Tiongkok Kecil” Lasem, Banyak Situs Sejarah Mangkrak Tak Terawat

27 Januari 2026
ibu dua anak, SMA Internasional Budi Mulia Dua, sekolah islam yang tidak mewajibkan siswinya berjilbab.

Ibu Dua Anak Nekat Balik Masuk SMA Demi “Memutus Kemiskinan”, Cita-Cita Ingin Kuliah Kedokteran

29 Januari 2026
Ribuan istri di Surabaya minta cerai. MOJOK.CO

Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup

30 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.