Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Konvoi Kemenangan Kotak Kosong di Makassar oleh Pendukung Appi-Cicu Benar-Benar Yahud

Redaksi oleh Redaksi
30 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO ­– Berbagai lembaga survei mengeluarkan hasil quick count kemenangan kotak kosong di Pilkada Kota Makassar. Meski begitu, pendukung lawan kotak kosong mengklaim menang dan mengadakan konvoi.

Setelah beredar foto-foto perbedaan perolehan suara dari berbagai TPS di Kota Makassar dengan hasil resmi di website KPU, sekelompok orang yang diindikasi merupakan pendukung pasangan calon tunggal Munafri Arifuddi-Andi Rahmatika Dewi (Appi-CIcu) menggelar konvoi kemenangan.

Dengan membawa banner bertuliskan: “Selamat Datang Walikota Baru 2019-2024 Appicicu”, pendukung berkonvoi menggunakan kendaraan dari Jalan Balaikota Makassar ke Jalan AP Pettarani. Dalam perjalanan, sekelompok orang ini memproklamirkan kemenangan Appi-Cicu dari kotak kosong.

Sebagai calon tunggal Pemilihan Walikota Makassar, Appi-Cicu yakin menang 53 persen dari kotak kosong yang menurutnya hanya memperoleh 47 persen. Hasil ini didasarkan pada hasil perhitungan yang dilakukan oleh tim sukses Appi-Cicu.

Padahal, jika menilik dari hasil quick count banyak lembaga survei, suara 53 persen justru didapatkan dari kotak kosong dan pasangan yang didukung oleh 10 parpol penguasa DPRD Makassar ini hanya mendapatkan 46 persen suara saja.

Sebelumnya, pada Jumat (29/6) dini hari, massa pendukung Appi-Cicu sempat melakukan penjagaan di Kantor Kecamatan Tamalanrea, tempat penyimpanan surat suara. Puluhan orang ini mengaku ingin menjaga kantor kecamatan karena khawatir suara dukungan jagoannya dipangkas oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Selanjutnya, massa pendukung Appi-Cicu masuk ke dalam Kantor Kecamatan Tamalanrea untuk mengecek keberadaan surat suara. Sambil dijaga ketat puluhan aparat Kepolisian dari Brimob dan Anggota Koramil Tamalanrea, beberapa perwakilan massa Appi-Cicu masuk ke dalam ruangan penyimpanan surat suara.

Menurut massa, hal ini perlu dilakukan karena mendengar kantor kecamatan habis kedatangan dua lurah. Curiga bahwa ada yang tidak beres, massa kemudian memilih mengecek sendiri ke dalam untuk melihat kotak suara. Meski sudah dijelaskan bahwa kedatangan lurah hanya untuk koordinasi yang memang biasa dilakukan sebagai tugas pemerintah daerah setempat, massa pendukung Appi-Cicu ini tidak percaya.

Kecurigaan ini sedikit tidak beralasan sebenarnya, sebab sekalipun sudah masuk ke dalam ruangan surat suara, massa ini malah berkumpul di depan kantor kecamatan dengan dalih akan ikut menjaga bersama aparat keamanan.

Diperbolehkannya massa pendukung Appi-Cicu masuk ke ruangan surat suara jelas jadi catatan yang mengherankan, sebab beberapa saat kemudian, wartawan Makassar malah dilarang meliput rekapitulasi hasil perolehan suara Pilkada Walikota Makassar yang dilakukan oleh KPU. Hal yang kemudian berantai dengan kejadian di mana surat suara form C1 yang sudah difoto oleh berbagai warga Makassar, menampilkan jumlah suara yang berbeda di website resmi KPU.

Sampai saat ini hasil resmi dari KPU Kota Makassar memang belum dikeluarkan sepenuhnya. Hanya saja, jika sampai ada perbedaan besar antara perolehan suara quick count dengan real count maka ada banyak hal yang patut dipertanyakan. Terutama untuk daerah yang berhasil mengalahkan kekuasaan partai politik di Kota Makassar.

Pertanyaan yang sama juga patut ditanyakan pada massa pendukung Appi-Cicu. Harus diakui, percaya diri betul mereka karena sudah merayakan kemenangan padahal hasil resmi KPU belum seutuhnya diumumkan. Atau jangan-jangan mereka sudah tahu kalau jagoan mereka memang akhirnya yang bakalan menang?

Wah, untuk warga Makassar, jangan takut, kami ada bersamamu. Uwuwuwuwu~

(K/A)

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2018 oleh

Tags: #MojokPilkadaAppi-CicuC1DPRD MakassarHaryantokotak kosongkpuMakassarMunafri AfifuddinPatipilkada serentak 2018Rachmatikan DewiSaiful Arifinwebsite KPU
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

S3 di Bandung, Istri PNS Makassar- Derita Jungkir Balik Rumah Tangga MOJOK.CO
Esai

Jungkir Balik Kehidupan: Bapak S3 di Bandung, Istri PNS di Makassar, Sambil Merawat Bayi 18 Bulan Memaksa Kami Hidup dalam Mode Bertahan, Bukan Berkembang

1 Desember 2025
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, gantikan Bupati Pati Sudewo di Upacara HUT RI MOJOK.CO
Kilas

Wagub Jateng Gantikan Bupati Sudewo di Upacara HUT RI di Pati, Ingatkan Pemerintah Harus Beri Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

17 Agustus 2025
Ahmad Luthfi: Situasi Pati Sudah Kondusif, Pelayanan Publik Dipastikan Berjalan Lancar MOJOK.CO
Kilas

Ahmad Luthfi: Situasi Pati Kondusif, Pelayanan Publik Dipastikan Berjalan Lancar

14 Agustus 2025
Pati Bergerak karena Kebusukan Pemerintah Pusat dan Daerah MOJOK.CO
Esai

Demonstrasi Pati Berkobar karena Kebodohan Pemerintah Pusat dan Daerah yang Jadikan Rakyat Sebagai Tumbal, seperti Api Korek Bertemu Bensin Segalon

14 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

tbc di jogja mojok.co

Indonesia Darurat TBC: Rasio Kasus Lampaui India, Stigma Negatif Jadi Hambatan Pencegahan

29 Januari 2026
Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul MOJOK.CO

Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul

30 Januari 2026
RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara. MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY.MOJOK.CO

Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY

29 Januari 2026
Ribuan istri di Surabaya minta cerai. MOJOK.CO

Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup

30 Januari 2026
Tinggal di perumahan lebih bisa slow living dan frugal living ketimbang di desa MOJOK.CO

Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa

30 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.