Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

GBK Hujan, Atlet Pakai Jas Hujan Mirip ‘Tugas Negara Bos’ Saat Penutupan Asian Games 2018

Redaksi oleh Redaksi
2 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Walau Jokowi tidak nampak dalam acara penutupan Asian Games 2018, namun Jokowi seperti diwakilkan oleh jas hujan yang bentukannya mirip ‘Tugas Negara Bos’ buatan anaknya.

Tidak seperti pembukaan Asian Games 2018 di mana Jokowi tampil mencuri perhatian dengan aksinya bersama motor gede. Untuk penutupan kali ini, Jokowi memilih untuk menonton dari jauh, tidak di Gelora Bung Karno (GBK). Ia memilih untuk nonton bareng masyarakat yang mengungsi karena gempa bumi di Lombok, NTB. Sehingga penutupan tersebut akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Jokowi memang tidak mencuri perhatian di pembukaan acara penutupan Asian Games 2018 kali ini. Namun, perhatian tersebut justru diwakili oleh jas hujan yang desainnya mirip jas hujan ‘Tugas Negara Bos’, produk milik anak Jokowi, Gibran dan Kaesang.

Jas hujan tersebut nampak mencolok karena dikenakan oleh sebagian atlet Indonesia yang mengikuti defile. Mereka mengenakan jas hujan dikarenakan, GBK sudah hujan sejak sore tadi.

Sambil mengenakan jas hujan, para atlet ini berjalan ke tengah lapangan sambil melambaikan bendera negaranya masing-masing. Mereka pun terus menyunggingkan senyum terbaiknya. Menampakkan wajah kepuasan setelah berjuang dalam ajang olahraga Asian Games 2018. Yang menjadikan Indonesia berada di peringkat keempat.

Dalam acara penutupan tersebut, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla akan memberikan pidato penutupan serta mematikan api Asian Games 2018. Sedangkan di penghujung acara, akan ada konser dari sejumlah artis dari dalam dan luar negeri. Yang penampilannya sangat ditunggu-tunggu. Mulai dari Isyana Sarasvati hingga Super Junior.

Sebelum acara penutupan ini dimulai, hujan yang mulai turun sekitar pukul 16.20 WIB. Hujan deras memang mengguyur kawasan GBK beberapa jam sebelum acara. Sempat mereda pada pukul 17.30 WIB, namun kembali mengguyur pada pukul 17.50 WIB.

Hujan tersebut memang menjadikan para penjual jas hujan kebanjiran order. Jas hujan berbahan plastik yang biasanya hanya dijual seharga Rp5-15 ribu ini, dijual mencapai Rp50 ribu. Sebuah harga yang cukup mahal, namun tetap rela untuk dibeli karena telah menjadi kebutuhan.

Ya, kalau memaksakan diri tetap berhujan-hujan ria, terus masuk angin gimana? Jangan lupa, besok hari Senin, loh!

Btw, kalau para penjual jas hujan di GBK saja bisa untung sekitar R35-45 ribu per jas hujan, terus kalau itu beneran jas hujan ‘Tugas Negara Bos’ nya Gibran dan Kaesang, kira-kira mereka untung berapa, ya?

Kan atlet Indonesia aja sudah 938 orang tuh. Misal yang pakek minimal 300-an orang aja, sudah untung berapa, hayo? Laris, laris~ (A/L)

Terakhir diperbarui pada 2 September 2018 oleh

Tags: gbk hujangibranisyana sarasvatijas hujanjokowikaesangpenutupan Asian GamesSuper Juniortugas negara bos
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sipil Harus Saling Jaga: Saat ini, Pemerintah Semakin Kelam MOJOK.CO
Esai

Sipil Harus Saling Jaga: Saat ini, Pemerintah Semakin Kelam dan Kita Hanya Punya Satu Sama Lain

25 Maret 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.