Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

Nostalgia TPA di Masa Kecil, Kamu Masih Ingat yang Mana?

Mengingat lagi Nostalgia TPA, masa-masa menyenangkan yang tak lagi terasa.

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
21 April 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada kenangan yang mengajak kita merasakan kembali memori masa kecil: nostalgia TPA selepas waktu Asar di masjid dekat rumah.

Sejak menjadi orang dewasa (halah pret), orang-orang cenderung memiliki hobi baru: mengenang masa lalu. Bukan masa lalu semacam kenangan gelap patah hati, masa-masa yang paling gampang membuat orang merasa nostalgic adalah masa kanak-kanak. Ya, ternyata, bagi sebagian besar orang, rasanya cukup menyenangkan mengingat saat-saat mereka masih kecil, lugu, dan imut—atau, kalau kata guru Matematika saya dulu: masih piyik umbelen.

Contoh paling sederhana yang bisa membuat orang-orang ini—termasuk kita-kita juga, sist—bernostalgia dengan mudah adalah…

*jeng jeng jeng*

…masa-masa ikut pengajian di TPA (Taman Pendidikan Alquran)!!!

Masyaallah, berkah sekali artikel Mojok hari ini. Maka, tanpa berlama-lama, marilah kita bersama-sama memutar kenangan indah itu: nostalgia TPA selepas waktu asar di masjid dekat rumah~

Nostalgia TPA #1 Memanggil teman pakai speaker masjid

Manggil temen jadi rebutan.
Manggil temen jadi rebutan.

Hal yang satu ini masih sering dilakukan di banyak tempat, meski ada pula daerah yang tidak membiasakannya. Setiap kali ada yang belum datang ke masjid, selalu ada murid TPA yang bersukarela mengundang temannya datang melalui speaker masjid dengan kalimat template, semacam:

“Panggilan kepada (menyebut nama teman yang belum datang) TPA, harap segera datang ke masjid karena sudah ditunggu teman-teman! Sekali lagi….”

Nostalgia TPA #2 Antre belajar baca Iqro/Al-Quran

Nostalgia TPA, belajar iqro.
Nostalgia TPA, belajar iqro.

Namanya juga TPA, ya jelas kegiatan utamanya adalah membaca Iqro atau Al-Quran dengan disimak ustaz. Karena setiap kelasnya berisi beberapa anak, kita pun harus rela antre sampai tiba giliran kita. Kadang, nunggu gilirannya pun sampai ngantuk…

Meskipun begitu, ada kebanggan tersendiri setelah akhirnya berhasil “naik kelas” alias pindah jilid Iqro atau juz Al-Quran. Betuuul???

Nostalgia TPA #3 Dapat takjil di bulan Ramadan

Sebagai anak TPA, salah satu benefit yang bisa kita dapatkan terlihat jelas di bulan Ramadan. Di waktu penyelenggaraan TPA berakhir menjelang magrib, kita biasanya dapat takjil gratis, My Lov~

Isi takjilnya, sih, macam-macam. Biasanya, setiap murid dapat beberapa jajanan dan teh hangat. Walaupun puasanya cuma puasa bedug, mendapatkan takjil di masjid selagi TPA adalah sebuah sikap!

Nostalgia TPA #4 Ikut lomba dan wisuda TPA

Nostalgia TPA itu ikut banyak lomba.
Nostalgia TPA itu ikut banyak lomba.

TPA di masjid juga menyediakan berbagai macam lomba untuk para santriwan dan santriwati, mulai dari lomba azan, lomba hafalan surat pendek, sampai lomba mewarnai. Kala itu, semua lomba terasa penuh berkah karena diadakan di masjid. Adem~

Iklan

Selain lomba, ada juga kegiatan wisuda di TPA bagi santri yang sudah khatam membaca Al-Quran. Kegiatan ini bentuknya bisa bervariasi. Kalau di masjid saya dulu sih santrinya diajak keliling semua naik delman~

Nostalgia TPA #5 Tepuk, lagu, doa, dan selawat

Nostalgia TPA, selawatan!
Nostalgia TPA, selawatan!

Tepuk anak saleh~

Aku! *prok prok prok*

Anak saleh! *prok prok prok*

Rajin salat! *prok prok prok*

Rajin ngaji! *prok prok prok*

Poin lain yang tak boleh absen dari nostalgia TPA adalah mengenang lagu sederhana bertemakan islam yang diiringi beragam tepuk. Mau ngaji? Nyanyi Tepuk Diam. Mau wudu? Nyanyi Tepuk Wudu. Mau pulang? Nyanyi Tepuk Anak Saleh. Pokoknya, tepuk was our way of life!

Tak cuma tepuk, doa dan selawat sudah barang tentu jadi pokok ajaran di TPA. Salah satu doa yang paling cepat dan mudah dihafal murid, terlebih di TPA, adalah doa Khotmil Quran, alias doa khatam Al-Quran.

“Allahummarhamna bil Quran…”

Ah, menyenangkan, ya?

BACA JUGA Bhinneka Tunggal Takjil: Menyatukan Beragam Agama, Kaum, dan Status Ekonomi dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2021 oleh

Tags: anak-anakdoa khotmil qurankhatamMasjidngajinostalgiapengajiansolehTaman Pendidikan Alqurantepuk anak salehTPA
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Menemukan kedamaian batin dari rebahan karpet masjid MOJOK.CO
Catatan

Rebahan di Karpet Masjid: Sepele tapi Beri Kedamaian Batin dari Dunia yang Penuh Standar, Tuntutan, dan Mengasingkan

12 November 2025
pulang ke rumah, merantau.MOJOK.CO
Catatan

Duka Setelah Merantau: Ketika Rumah Menjadi Tempat yang Asing untuk Pulang

16 September 2025
Menyelami Kedalaman dan Kejernihan Pemikiran Dr. Fahruddin Faiz | Semenjana Eps. 14
Video

Menyelami Kedalaman dan Kejernihan Pemikiran Dr. Fahruddin Faiz | Semenjana Eps. 14

26 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.