Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Tradisi Pernikahan yang Mirip Drama dan Sandiwara

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
2 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di Indonesia, ada beberapa tradisi pernikahan yang umum dilakukan calon suami-istri. Namun, kalau dipikir-pikir, tradisi ini kadang terasa seperti… drama dan sandiwara!

Sebagai sesuatu yang sakral dan penting, pernikahan tentu menjadi hal yang diperhatikan dengan sangat detail, termasuk segala tradisi dan langkah-langkah yang mendahuluinya. Tapi, jika kita mencoba mengupas tradisi pernikahan yang berjalan turun-temurun, ternyata ada beberapa tanda tanya yang bisa kita temui, loh.

Eh, eh, apa maksudnya???

Rupa-rupanya, dalam tradisi (menjelang) pernikahan, memang ada beberapa hal yang umum dilakukan. Namun, hal-hal ini justru terasa bagaikan drama dan sandiwara. Hmm, apa sajakah?

1. Lamaran

Sebagai awal mula jalan mulus menuju pernikahan, keluarga pria umumnya akan datang menemui keluarga pihak wanita. Di kesempatan ini, pihak pria akan secara resmi melamar si wanita.

Padahal sebenarnya…

…ngapain, sih, situ datang untuk lamaran padahal udah tau kalau situ pasti diterima jadi calon mantu si keluarga wanita???

Ya, ya, ya. Sebelum menikah, pihak pria tentu sudah mengomunikasikan hal ini kepada si wanita. Beberapa di antaranya bahkan sudah “nembung” langsung ke pihak keluarga wanita. Jika hasil komunikasi dan pertemuan ini positif, lamaran pun dilakukan.

Nah, tuh kan, orang udah tahu diterima kok mesti pakai lamaran lagi? Hmm?

2. Tebak-Tebak Calon Istri

Kalau lamaran saja sudah ibarat drama, ternyata di dalamnya pun ada sandiwara yang tak kalah seru. Sudah jauh-jauh datang bawa rombongan, si pria ternyata tak bisa begitu saja langsung bertemu dengan calon istri. Alih-alih dipertemukan dengan mudah, ia justru harus…

…menebak apakah wanita yang ditutupi kain di depannya (disodorkan oleh keluarga pihak wanita) merupakan calon istrinya atau bukan!!!

“Cobaa… Ini Romlah Kembang Gula bukan, Mas? Hehe~’

Dalam sesi sandiwara ini, biasanya saudara-saudara si wanita bakal didapuk sebagai calon istri KW yang harus ditebak oleh pihak pria. Ribet bener dah~

3. Pingitan

Kabarnya, calon pengantin harus dipingit sebelum menikah. Dengan kata lain, mereka tak boleh bertemu satu sama lain dalam durasi waktu tertentu, mulai dari seminggu, sebulan, hingga 40 hari.

Iklan

Konon, hal ini dilakukan agar keduanya tampil saling manglingi saat hari H pernikahan. Ada pula yang menyebutkan hal ini adalah upaya agar kedua belah pihak tak mudah terlibat argumen dan perselisihan menjelang hari H.

Kenapa pingitan menjadi drama? Ya karena ada beberapa pasangan yang memang tak bertemu, tapi masih rajin main medsos dan saling sapa. Lagi pula, mau pangling gimana, sih? Ha wong dua-duanya dikit-dikit bikin Instagram Story!

4. Seserahan

Dalam tradisi pernikahan, pihak pria akan memberikan sejumlah hadiah kepada wanita pujaannya, atau disebut pula dengan seserahan. Tapi kalau dipikir-pikir, hadiah ini bukanlah hadiah yang “hadiah-hadiah” amat!

Hmm, apa maksudnya?

Alih-alih menjadi hadiah yang seharusnya surprise, kebanyakan seserahan justru sesungguhnya dipilih dan dibeli langsung oleh si wanita—tentu dengan alokasi dana dari calon suaminya. Jadi, ketika seserahan berlangsung, ya sudah, si wanita nggak terkejut-terkejut amat gitu, deh~

5. Bridal Shower/Pesta Lajang

Meski bukan tradisi asli Indonesia, acara ini mulai sering bermunculan di kancah pra-pernikahan anak muda. Konon, bridal shower disimbolkan sebagai momen di mana calon pengantin bisa bermain sebebas-bebasnya sebagai seorang lajang bersama teman-teman (yang menyelenggarakan acara ini), sebelum akhirnya terikat komitmen pernikahan.

Itulah, pemirsa, yang menjadikan tahapan ini sebagai drama. D-r-a-m-a.

Nyatanya, isi dari acara bridal shower yang nge-trend itu kebanyakan adalah foto-foto, mempersiapkan dekorasi sekeren-kerennya agar saat difoto (lagi) bisa terlihat bagus dan Instagramable, makan-makan, coret-coret muka calon pengantin, lalu foto-foto (lagi).

Apalagi, setelah menikah, ternyata mereka masih bisa bebas-bebas aja, tuh, main bareng. Hadeeeh~

Yah, sekali lagi, harus kita pahami bersama bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Tradisi pernikahan, mulai dari yang sederhana sampai yang ribet sekalipun, adalah keindahan budaya. Meski terkadang berbau drama, tetap saja tak ada yang salah dengan tradisi-tradisi ini.

Ingat, yang salah itu cuma satu, yaitu orang yang nanya-nanya melulu Kapan nikah, seolah-olah di dunia ini nggak ada masalah lain yang lebih kompleks dan mendesak. Heran!

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2018 oleh

Tags: bridal showerdipingitdramaKapan Nikahlamaranpesta lajangpingitansandiwaratebak calon istritradisi pernikahan
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Lebaran.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebaran adalah Neraka bagi Pekerja Usia 30 tapi Belum Menikah, Sudah Mapan pun Tetap Kena Mental

8 Maret 2026
Karen’s Diner Sudah Sesuai Budaya Indonesia, Body Shaming Misalnya MOJOK.CO
Esai

Karen’s Diner Sudah Sesuai Budaya Indonesia, Body Shaming Misalnya

18 Desember 2022
7 Drakor Paling Ngetwist yang Sulit Ditebak!
Video

7 Drakor Paling Ngetwist yang Sulit Ditebak!

26 Juli 2022
Lebaran 2022: Menanti Ibu Bertanya Kapan Nikah MOJOK.CO
Esai

Lebaran 2022: Menanti Ibu Bertanya Kapan Nikah

3 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Pengunjung Candi Pramabanan di Jogja selama Lebaran 2026. (sumber: InJourney)

InJourney Sukses Dapat Untung selama Arus Mudik dan Lebaran 2026 dengan Tata Kelola yang Optimal

2 April 2026
Pilih side hustle daripada pekerjaan kantoran

Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga

31 Maret 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026

Video Terbaru

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.