Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Barang yang Wajib Kamu Bawa Saat Naik Gunung di Musim Hujan

Azka Maula oleh Azka Maula
27 November 2017
A A
diklatsar mahasiswa mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Naik gunung di musim hujan atau di musim panas memang punya sensasi yang berbeda. Tapi, yang jelas naik gunung di mana-mana ya capek.

Musim hujan bukanlah alasan bagi para pencinta alam untuk tidak naik gunung. Mungkin kalian yang memang sudah sering mendaki gunung bakal paham keindahan apa saja yang ditawarkan oleh alam saat musim hujan. Nggak heran aktivitas naik gunung di musim hujan lebih digemari ketimbang musim lainnya.

Jika kalian beruntung, pemandangan matahari terbit saat musim hujan sangatlah menakjubkan. Awan pekat berwarna kekuningan akibat pendar sinar matahari pagi bikin kita kagum tiada henti. Fenomena seperti ini jarang ditemui saat musim kemarau. Bagi kalian yang ingin melihat fenomena tersebut, alangkah baiknya mempersiapkan mental dan fisik secara matang. Pantang pulang sebelum melihat awan emas terbentang.

Selain persiapan fisik dan mental, ada beberapa barang yang wajib kalian bawa agar keinginan kalian terkabul. Membawa tas carrier, sleeping bag, tenda, dan jaket polar wajib hukumnya. Tapi, itu saja belum cukup untuk menemani pendakian kalian. Ada beberapa barang tambahan yang sifatnya sangat urgent untuk dibawa.

Apa aja sih, barangnya? Yuk mariii~

Barang wajib naik gunung di musim hujan #1 Jas Hujan

Sudah pasti kalian jangan sampai melewatkan barang ini. Jika kalian tidak memiliki jas hujan versi pendaki gunung yang supermahal itu, kalian bisa gunakan jas hujan biasa yang sering dipakai sehari-hari.

Kalau bisa bawalah dua jas hujan dengan jenis yang berbeda. Jas hujan egois dan jas hujan batman. Jas hujan egois dipakai untuk melindungi tubuh, sedangkan jas hujan batman untuk melindungi bagian luar tas carrier dari terpaan hujan.

Gunakan juga pelindung untuk alas kaki. Bila tidak mampu beli, gunakan kantong kresek saja. Ingat jaket Akatsuki? Itu bikin mereka tampak keren kan? Nah, jas hujan versi pendaki juga sangat keren, tapi tidak disarankan soalnya bisa terpeleset saat menapaki jalanan yang mbelet.

Barang wajib naik gunung di musim hujan #2 Trashbag

Sesuai namanya, barang ini sebenarnya adalah sebuah plastik besar yang biasa digunakan untuk menampung sampah dalam jumlah yang banyak. Tujuan utama membawa kantong sampah saat naik gunung di musim hujan ini adalah untuk melindungi isi tas carrier agar tidak basah akibat hujan atau embun yang menyelinap masuk.

Caranya cukup mudah, sebelum memasukan semua barang ke dalam tas carrier, pasang trashbag di bagian dalam carrier. Jika sudah pas menyesuaikan bentuk tas kalian, baru masukan barang yang ingin kalian bawa.

Memang sih tas carrier jaman sekarang sudah menyediakan pelindung berbahan parasut yang anti-air. Tapi, kebanyakan masih tembus kalau didera hujan yang deras.

Ingat, masukan barang dari mulai yang terberat dan tidak sering digunakan terlebih dahulu. Hal ini agar kalian mampu menggendong hingga pos terakhir.

Iklan

Trashbag juga bisa kalian gunakan untuk mengangkut kembali sampah yang kalian produksi saat melakukan pendakian.

Barang wajib naik gunung di musim hujan #3 Pakaian Cepat Kering

Meskipun sudah menggunakan jas hujan, tak menutup kemungkinan pakaian kalian bakal basah kena hujan. Ingat, naik gunung di musim hujan itu tricky. Gunakan dan bawalah pakaian yang cepat kering untuk mengantisipasinya. Ya, paling nggak bawa 3 sampai 4 biji baju berbahan dri-fit atau akrilik.

Bahan dri-fit adalah bahan yang digunakan untuk jersey sepak bola. Dia memiliki kemampuan untuk menyerap keringat secara cepat dan mudah kering. Sedangkan akrilik adalah bahan yang sering digunakan untuk kemeja, tipis dan mudah kering. Ya kali mau naik gunung pake kemeja. Kayak mau mendaki karier aja.

Tak hanya itu, kalian juga bisa membawa kemeja flanel, tapi tidak disarankan dipakai saat perjalanan. Gunakan flanel saat hendak tidur. Karena sifat bahannya bisa mengisolasi udara, maka kalian akan mendapatkan kehangatan lebih. Tentu perlu di-combo dengan sleeping bag atau jaket.

Barang wajib naik gunung di musim hujan #4 Senter Anti Air

Fungsi barang ini sangatlah penting, terutama kalau naik gunung di musim hujan. Bayangkan jika perjalanan kalian memasuki waktu petang atau malam hari. Penerangan di jalur pendakian sangatlah minim. Maka, senter anti-air jadi solusinya, dalam hujan pun tetap menyala. Selalu siapkan baterai cadangan untuk keperluan elektronik kalian. Buat jaga-jaga di kala sumber daya habis.

Jangan sampai kalian hanya membawa senter biasa saat posisi hujan. Wasalam. Kegelapan akan memengaruhi mental kalian.

Barang wajib naik gunung di musim hujan #5 Drybag

Barang ini merupakan tas anti-air. Selalu simpan piranti elektronik kalian di dalam dry bag. Meskipun tas carrier sudah dilapisi trashbag dan bag cover, yang namanya hujan tidak kenal ampun. Selalu datang keroyokan membuat kita beserta barang bawaan dihajar habis-habisan.

Kamera, ponsel, lampu tenda, dan kalkulator bisa kalian masukan ke dalam drybag ini. Barang aman, perjalanan senang. Play safe, Dude~

Nah, dari semua barang di atas yang sudah disebutkan, hal yang tak kalah penting adalah pelajari gunung yang hendak kalian daki dan lakukan prediksi cuaca. Banyak aplikasi dan informasi seputar cuaca di internet, jika cuaca memburuk lebih baik urungkan niat. Namun, jika terpaksa harus naik, jangan lupa bawa bawang putih, garam, dan cabe merah. Konon bisa menolak hujan.

BACA JUGA  Kiat-kiat Menjadi Pendaki Gunung yang Berengsek dan artikel Azka Maula lainnya.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2021 oleh

Tags: baranggununghujanmapalamusim hujanNaik Gunungpecinta alamwajib
Azka Maula

Azka Maula

Ilustrator Mojok.

Artikel Terkait

Operasi Modifikasi Cuaca dari BMKG Difitnah Jadi Pemicu Banjir. MOJOK.CO
Ragam

Operasi Modifikasi Cuaca Mustahil Bikin Banjir, Teknologi Manusia Saja Belum Mampu Mengatasi Semesta Bekerja

28 Januari 2026
Alasan Sepele yang Membuat Orang Sleman seperti Saya Iri dengan Kota Jogja Mojok.co
Pojokan

Alasan Sepele yang Membuat Orang Sleman seperti Saya Iri dengan Kota Jogja

25 Januari 2026
BRIN: Hujan di Jakarta mengandung mikroplastik beracun. MOJOK.CO
Aktual

Warga Jakarta Harus Berbenah, Menjaga Langit Ibu Kota agar Bebas dari Air Hujan yang Mengandung “Partikel” Beracun

20 Oktober 2025
Kisah Pawang Hujan Membuat Cuaca di Luar Prediksi BMKG MOJOK.CO
Ragam

Kisah Pawang Hujan Membuat Cuaca di Luar Prediksi BMKG

1 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.