Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

WhatsApp Sudah Normal Setelah Fitur Last Seen dan Online Hilang, Pasangan Insecure Lega

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
20 Juni 2020
A A
ilustrasi Satu-satunya Cara Melihat Chat WA yang Sudah Dihapus Itu dengan Melupakannya mojok.co

WhatsApp Sudah Normal Setelah Fitur Last Seen dan Online Hilang MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – WhatsApp down. Fitur last seen dan online menghilang selama beberapa jam. Pasangan insecure langsung gelisah dan masa depan mereka terancam kandas.

Selama beberapa jam, situs Down Detector mencatat 4 ribu laporan karena WhatsApp tumbang. Hingga Sabtu, 20 Juni 2020, pagi, masih ada 73 persen dari 4 ribu pelapor yang mengalami masalah hilangnya fitur last seen. Sementara itu, sisanya, merasa kehilangan fitur yang menandakan pengguna sedang online.

Segera setelah itu, tidak butuh waktu lama, tagar WhatsApp menjadi trending topic worldwide nomor satu dengan cuitan lebih dari 186 ribu. Tidak perlu waktu lama juga, berbagai meme menganggapi keresahan soal tumbangnya WhatsApp membanjiri timeline. Salah satu yang banyak menjadi tema adalah potensi keretakan sebuah hubungan.

Jangan kamu salah mengira, kondisi on dan off fitur last seen di WhatsApp bisa menjadi penentu awetnya sebuah hubungan. Iya, buat mereka yang terlalu gampang merasa tidak aman, insecure, kepada pasangannya masing-masing.

“Kok nggak bales chat, sih? Padahal online sama last seen WhatsApp kamu itu barusan aja!”

“Maaf, sayang, habis baca chat kamu, aku langsung pingsan. Habisnya so sweat banget.”

“iiihhhh…sayang, bisa aja.”

“Tapi barusan kamu tuh update IG Stories!”

“Itu asisten aku.”

Atau…

“Last seen kamu di WhatsApp itu kok 02.30 dini hari, Yang. Bukannya kamu udah pamit bobok di 21.30, ya? Selingkuh ya! Jahat kamu!”

“Enggak, kok, Yang. Itu tuh aku kebangun kepingin kencing.”

Padahal lagi push rank Sudoku.

Nggak jadi marahan. Padahal si cowok kelupaan balesin pesan pacarnya karena sibuk nikung gebetan temen. Kok cowok, sih, yang dijadiin tersangka? Biarin, udah kadung semua cowok tuh semua sama di mata cewek, kok. Sekalian basah!

Iklan

Media sosial, terutama WhatsApp, udah jadi bagian inheren di kehidupan kita semua. Artinya, jadi bagian yang sangat erat sama diri kita, nggak terpisahkan, kayak kentut sama bau. WhatsApp, nggak cuma jadi media menjaga tali silaturahmi, sekarang bahkan jadi ruang untuk rapat. Nggak hanya pas pandemi corona saja.

Sudah begitu, WhatsApp dijejali sama orang-orang yang suka chat cuma manggil nama, terus menghilang. Grup-grup keluarga yang dikuasai boomers dengan jokes-jokes yang bikin otak jadi kisut. Grup-grup alumni yang sepi banget dan baru ramai kalau ada yang left. Langsung, deh, jadi korban pergunjingan cuma karena left aja.

“Eh, siapa, tuh, yang left?”

“Si Anu, tuh. Kenapa, sih, pakai left segala ya.”

“Iya, sekarang dia kerja apa, sih?”

“Nggak tahu, tuh. Tapi sekarang suka banget ngritik pemerintah.”

“Dia pasti pakai narkoba.”

Lama-kelamaan, WhatsApp jadi media sosial yang bikin capek hati saja. Bagi beberapa orang, mereka yang terlalu gampang insecure, malah sampai mengancam keutuhan sebuah hubungan. Nggak kebayang orang zaman dulu yang kalau mau say hello saja harus nulis surat, beli perangko, nempelin perangko pakai sebutir nasi, jalan ke Kantor Pos, mengantre dulu, baru kemudian dilayani. Udah begitu surat itu sampainya satu minggu kemudian.

Nggak ada, tuh, kegelisahan-kegelisahan seperti:

“Dikau sudah tiada mengirim layang selama 3 minggu, Kanda. Apakah dikau main mata sama noni-noni Belanda itu?”

Dua minggu kemudian sepucuk surat datang. Berisi jawaban:

“Tiada daku main mata, Dinda. Kanda sedang perang aja. Lagi riweh gerilya, nih.”

Hanya karena status last seen dan online, orang jadi semacam “buta arah”. Gelisah. Keringat dingin. Pusing di bagian kiri dan kanan. Pandangan kabur. Ternyata kena vertigo.

“Last seen, typing, and online” removed.

Me on #WhatsApp right now : pic.twitter.com/iBD6xO5Ywo

— Faraz khan (@Faraz_khan66) June 19, 2020

Namun, untungnya, puji Tuhan, tidak butuh waktu lama, WhatsApp sudah pulih. Status last seen dan online sudah kembali. Baru pergi beberapa jam saja sudah dikangenin. Sudah merasa jadi korban ghosting. Ditinggal ketika lagi sayang-sayangnya.

Yah, untungnya, pegawai WhatsApp tanggap sama kondisi jiwa manusia-manusia milenial. Manusia-manusia yang saling berpasangan. Pasangan-pasangan insecure yang lega karena WhatsApp memahami kegelisahan mereka. Dasar nggak ada iman.

After being Down For Sometime #WhatsApp again Started Showing last Seen & online Status
Couples Right Now – pic.twitter.com/yQ7JuXlneu

— Bonji (@VersatileVrdhan) June 19, 2020

BACA JUGA Membela Orang yang Mematikan Centang Biru WhatsApp atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2020 oleh

Tags: last seenonlineputus karena whatsappwhatsapp
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga. MOJOK.CO
Tekno

Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga

13 Mei 2023
Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic. MOJOK.Co
Tekno

Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic

10 April 2023
social spy whatsapp mojok.co
Kilas

Hati-hati Social Spy WhatsApp, Aplikasi Penipuan Berkedok Sadap!

9 Februari 2023
cara kirim pesan file besar di WA lewat Google Drive - MOJOK.CO
Kilas

Cara Kirim File Berukuran Besar di WhatsApp Pakai Google Drive

23 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.