Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Target 1 Juta Orang Bakal Hadiri Reuni 212, Sebanyak Apa sih 1 Juta Orang itu?

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
25 November 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Panitia Reuni 212 mengklaim aksi besok akan dihadiri “hanya” 1 juta orang saja. Hal ini karena panitia nggak sebar undangan.

Seperti biasa, target jutaan selalu mengiringi aksi 212. Slamet Ma’arif, Sekretaris Steering Committee Munajat dan Maulid Nabi 212, mengklaim bahwa diperkirakan Reuni 212 kedua ini akan dihadiri sebanyak 1 juta umat.

“Sampai saat ini memang yang baru kita dapatkan (angka estimasi peserta) sekitar di angka kurang lebih satu juta yang hadir,” kata Slamet Ma’arif.

Kalau secara jumlah spesifik, Slamet Ma’arif, mengaku tidak tahu secara pasti berapa yang akan datang. Meski begitu Slamet berharap angkanya kurang lebih sama dengan aksi-aksi sebelumnya.

Seperti yang kita sama-sama tahu, dari sejak Aksi Bela Islam 212 dua tahun silam (2017), Reuni 212 (2018), sampai Reuni 212 II (2019) yang akan diadakan 2 Desember 2019 besok, diksi “juta” memang sangat familiar.

Seperti pada Aksi Bela Islam 212, klaim massa yang hadir mencapai 7 juta orang. Hebatnya, pada Reuni 212 jumlah itu membengkak sampai lebih satu juta, tepatnya 8 juta orang.

Jika biasanya orang hadir ketika reuni lebih sedikit dari “alumni”, pada aksi 212, jumlah alumni justru lebih banyak dari yang hadir di tahun sebelumnya. Benar-benar hebat dan patut diapresiasi sih ini. Patut dicontoh untuk kegiatan reuni sekolah-sekolah.

Bahkan Ketua Panitia Reuni Akbar 212, Awit Masyhur, mengklaim bahwa sulit kalau bisa mengikuti jejak aksi-aksi kemarin dalam soal jumlah massa. Sebab, jika tahun kemarin ada momen Pilkada dan Pilpres, saat ini aroma politik cenderung adem ayem. Sehingga, harapannya pun tidak muluk-muluk.

“Sulit mengukurnya kalau kemarin (Reuni 212 tahun 2018). Berapa yang datang karena banyak versinya. Yang dari mana-mana datang karena ada pilpres. Yang hadir bisa 10 juta,” katanya.

Tapi selain itu, hal ini dimungkinkan karena acara kali ini tidak ada undangan. “Tahun ini kami juga tidak menyebar undangan,” tambahnya.

Ebuset, tanpa menyebar undangan saja sampai 1 juta orang yang diprediksi akan datang. Gimana kalau sampai menyebar undangan? Wah, bisa penuh itu kota Jakarta.

Bahkan, karena begitu seringnya kata “juta” dipakai untuk aksi 212, beberapa orang menjadi terbiasa dan tidak lagi mempermasalahkan klaim jumlah ini. Mungkin karena sudah tiga tahun seperti itu terus, lama-lama ya udah deh, dibiarin aja.

Tapi mari kita berpikir lagi (kalau mau lho ya, kalau nggak ya nggak masalah) diksi “jutaan” itu kan lumrahnya dipakai untuk menghitung jumlah penduduk dalam satu wilayah. Sebagai perbandingan saja agar bisa memahami sebanyak apa 7, 8, atau 10 juta orang itu.

Kita bisa memulai dari jumlah Penduduk DKI Jakarta pada 2019.

Iklan

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah Penduduk Jakarta ada di kisaran 10,5 juta jiwa. Kalau kita bandingkan dengan peserta aksi Bela Islam 212 dan Reuni 212 jilid I, artinya jumlah peserta aksi yang diklaim panitia pada dua tahun tersebut (2017 dan 2018) mencapai 80% jumlah penduduk Jakarta.

Bahkan kalau mengikuti kata Awit Masyhur, Ketua Reuni Akbar 212, yang dibilang Reuni 212 kemarin sampai 10 juta, itu artinya yang hadir hampir sebanyak total seluruh penduduk Jakarta. Tentu jadi menarik kalau aksi ini bisa konsisten diselenggarakan, karena bisa saja Gubernur menjadikan 2 Desember sebagai hari libur regional Jakarta.

Angka ini jelas buanyak banget. Sebab, bahkan jumlah total jamaah haji saat Wukuf di Arafah pada musim haji saja “cuma” ada 2 juta jiwa saja. Itu total jamaah haji pada satu tahun lho. Artinya, manajemen panitia Reuni 212 patut diapresiasi karena bahkan lebih jago ketimbang panitia Haji di Mekah dan Madinah sana.

Nah, untuk acara Renui 212 besok, yakni target minimal mencapai 1 juta orang. Tentu kita jadi patut berpikir lagi. Kira-kira jumlah 1 juta orang itu sebanyak apa sih?

Jumlah 1 juta orang adalah jumlah yang sama dengan pemudik yang menggunakan kapal pada masa mudik lebaran 2019.

Jumlah 1 juta orang ini kurang 400 ribunya lagi hampir menyamai jumlah total gabungan tentara Amerika, Inggris, Kanada, Perancis, dan Polandia yang mendarat di Normandia sepanjang 6 Juni sampai 25 Agustus 1944 pada Perang Dunia ke-2.

Jumlah 1 juta itu setara dengan 12 kali kapasitas penonton Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Jumlah 1 juta itu setara dengan 3 kali lipat dari total penduduk Kota Yogyakarta pada 2018.

Jumlah 1 juta itu setara dengan 752 kali lipat penduduk asli yang tinggal di Pulau Komodo.

Satu hal yang pasti, jumlah itu banyak banget. Karena 1 juta permen Milkita aja setara dengan 333.333 gelas susu.

Terlepas dari hitung-hitungan tersebut, semoga acara Reuni 212 bisa berjalan dengan lancar, tertib, dan damai kayak biasanya. Apalagi acara ini bakal dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta dan Habib Rizieq Shihab*.

*) Masih menunggu konfirmasi.

BACA JUGA Alasan Kita Harus Mendukung Reuni 212 atau tulisan Ahmad Khadafi lainnya.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2019 oleh

Tags: 2127 juta8 jutareuni 212
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Kilas

Izin dari Kepolisian dan Pengelola Monas Tak Turun, Reuni 212 Tahun Ini Terpaksa Ditunda

18 November 2020
Pojokan

Mujahid 212 Tak Perlu Khawatir kalau Ahok Pimpin Badan Otoritas Ibu Kota Baru

9 Maret 2020
Anies Baswedan Disebut Relawan 212 ‘Gubernur Rasa Presiden’, Golkar: Lebay
Kilas

Anies Baswedan Disebut Relawan 212 ‘Gubernur Rasa Presiden’, Golkar: Lebay

6 Januari 2020
Pojokan

PNS Dilarang Ikut Reuni 212, Lah Kok Gubernur Anies Baswedan Hadir Pakai Seragam Dinas?

2 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026
#NgobroldiMeta jadi upaya AMSI dan Meta dukung pelaku media memproduksi jurnalisme berkualitas di era AI MOJOK.CO

#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

10 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.