Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Staf Khusus Milenial Sudah Bekerja Maksimal, Kok Masih Dikritik, Sih

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
10 April 2020
A A
staf khusus milenial, jokowi, seremonial mojok.co

staf khusus milenial, jokowi, seremonial mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rakyat mulai mempertanyakan dan mengkritik kinerja staf khusus milenial hasil bikinan Presiden Jokowi. Padahal mereka udah kerja, nggak perlu dikritik.

Jokowi membuat gebrakan baru di periode kedua pemerintahannya. Jokowi melantik staf khusus presiden yang diisi oleh anak-anak muda, atau sering disebut staf khusus milenial. Jumlah staf khusus milenial ini berisi tujuh orang. Mungkin Jokowi terinspirasi dengan Seven Swordsmen of the Mist dari Kirigakure, maka jumlah stafnya ada tujuh orang.

Maksud dari Jokowi mengenalkan staf khusus milenial adalah agar pemerintah dekat dengan kaum milenial. Jarak antara penguasa dan anak-anak muda akan dijembatani oleh para anak muda bergaji besar. Staf khusus yang berisi anak-anak orang kaya, berpendidikan tinggi, dan terlahir dengan privilese ini diharapkan akan memberikan ide segar khas ((anak muda)).

Kalau kalian berpendapat ini adalah cara menghamburkan uang negara, sudah betul itu. Presiden udah punya menteri dan staf khusus. Biar duit negara bisa dihamburkan dengan maksimal, maka dibentuklah staf khusus berisi anak muda penuh ide segar.

Sejauh ini, efek keberadaan mereka sudah dirasakan betul oleh rakyat Indonesia. Staf khusus milenial sering muncul di seminar, webinar, acara televisi, atau acara seremonial.

Kalau kesannya mereka ada untuk pamer pencapaian atau dapet beasiswa, ya memang tugasnya gitu. Kan katanya milenial, ya to? Mempengaruhi kebijakan negara? Ahh, itu kan bukan protapnya “milenial”. Kamu jangan mengada-ada.

Mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik, kok. Muncul di ruang publik, memberi motivasi dengan berapi-api, dan menceritakan pencapaian mereka selama ini. Tujuan Jokowi bikin staf khusus milenial ya itu tadi. Dan mereka sudah menjalankannya dengan baik.

Pejabat kita itu demen betul dengan perkara seremonial. Ketika ada satu kebijakan atau peristiwa, hal-hal berbau seremonial mengikuti di belakangnya. Di saat genting seperi corona ini pun, hal berbau seremonial ini tetap dilakukan.

Masih ingat bagaimana negara merayakan kesembuhan pasien corona satu sampai tiga, kan? Ironinya, segelintir pasien sembuh dirayakan, tapi negara kayak biasa aja sama ratusan nyawa yang melayang.

Staf khusus milenial juga dibentuk dengan tujuan yang sama. Muncul dalam perayaan, program yang tidak sampai ke masyarakat, dan seperti kaset rusak mereka mengulang kata-kata yang sama. Makanya, mengkritik mereka itu nggak perlu, orang mereka melakukan tugasnya dengan baik, kok.

Sebenarnya jika kita mau objektif, ada hal yang bisa diapresiasi dari keberadaan staf khusus milenial ini. Mereka, meski nggak ngapa-ngapain, masih mau berkorban buat negara ini.

Contohnya Billy Mambrasar, di acara di Kompas TV mengatakan bahwa dia tidak mengambil gajinya. Gajinya disumbangkan untuk program pendidikan di Papua. Mulia betul kau, Bang!

Jadi kita itu nggak boleh mengkritik mereka, apalagi menuntut mereka untuk bekerja nyata. Mereka sudah bekerja sesuai protap, yaitu pamer, ngeluh, dan ngerasa berkorban banyak. Contohnya sih ya potong gaji itu. Kalau mau mengkritik, arahnya ke Jokowi saja, kenapa dari awal kepikiran bikin staf khusus milenial.

Kalau mereka masih pamer dan pamer, maklumin aja, emang itu tugasnya kok. Nggak usah dikritik, mending liat tebak-tebakannya Ega.

Iklan

Stafsus milenial sebenarnya sudah menjalankan tugasnya dengan benar sebagai milenial: pamer, ngeluh dan merasa udah berkorban banyak, klarifikasi.

Ya modelan selebgram milenial gitulah

— Mohammad Ali Ma’ruf (@alimaruv) April 8, 2020

BACA JUGA Nikita Mirzani dan Lintah-lintah yang Tak Kita Sadari dan tulisan menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 10 April 2020 oleh

Tags: coronajokowiseremonialstaf khusus milenial
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.