Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Solusi Jodoh Ridwan Kamil hingga Resolusi Jodoh Ala Mojok Institute

Dyah Permatasari oleh Dyah Permatasari
3 Januari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebuah resolusi jodoh ala Mojok yang bisa membantu kamu untuk mendapatkan pasangan terbaikmu di tahun ini.

Kami hanya bisa bantu doa, “Semoga amal ibadah orang ((PERTAMA)) yang memopulerkan pertanyaan ‘sudah punya calon belum?’ atau ‘kapan nikah?’ bisa diterima di sisi-Nya. Dan doa orang-orang yang terusik karenanya digantikan dengan kebaikan diri yang berlipat. Aamiin.”

Memasuki tahun 2019 yang makin individualis ini entah mengapa tulisan mengenai hidup berpasang-pasangan a.k.a “Resolusi Jodoh” ini masih perlu untuk dibuat. Mungkin, biar para jomblo tetap ingat bahwa mereka masih punya jalan ninja di tahun ini. Dan sadar bahwa Bapak Ridwan Kamil masih sudi membantu menemukan solusi bagi mereka. Sebuah saran untuk para netizen yang tega-teganya menghubungi beliau untuk mengajukan petisi, “Pak, tolong carikan jodoh!”

Hahh mbok pikir Kantor Gubernur Jawa Barat ki yo merangkap Kantor Biro Jodoh ta?

Jika Pak Ridwan memberikan tips kepada para jomblo untuk lebih banyak bergaul dan jangan sungkan memanfaatkan aplikasi jodoh-jodohan (seperti Tantan, RKjodoh, Badoo, Tinder, Frim, Momo, hingga Whoshere)—secara bijak dan cerdas agar bisa menemukan jodoh di tahun ini—maka Mojok Institute sebagai pusat para pemikir jomblo ingin memberikan Resolusi Jodoh-nya. Resolusi yang dibuat dengan pemikiran kejombloan yang mendalam dan disarikan dalam SATU RESOLUSI JODOH, yaitu …

Kamu

Dalam impian pencarian jodoh, tentunya kamu ingin mendapatkan dia yang mencintai dan menghargai dirimu. Paham bahwa kamu punya kekurangan dan mau menerima kekurangan tersebut ketika kalian berdua sudah mencoba mengubahnya namun tidak bisa berubah sempurna. Untuk mendapatkan jodoh seperti ini, cobalah belajar dari para petani yang menanam bibit tanaman sesuai dengan tujuan panennya. Petani mawar, akan menanam bibit mawar. Sedangkan petani padi, akan menanam bibit padi. Seperti itu pula kamu harus memulai resolusi jodohmu kali ini.

Maksudnya bagaimana, Jok?

Begini loh, Blo. Akan sulit dan cenderung mustahil (meskipun tyada hal mustahil jika Dia berkehendak… uhukkk) bagi kamu untuk bisa mendapatkan orang yang mencintai dirimu ketika kamu sendiri tidak paham “mengapa dirimu patut dicintai”.

Sederhananya begini, kamu harus punya jawaban dari pertanyaan “Kenapa aku harus mencintai kamu? Bukan dia, atau dia, atau dia?”. Kalau sampai sekarang kamu belum punya jawabannya maka cobalah kenali dirimu lebih dalam lagi. Bisa jadi, kamu belum bertemu dengan si dia yang mencintai kamu karena kamu sendiri belum tahu alasan kenapa kamu patut dicintai.

Kamu Lagi

Kamu, dirimu sendiri adalah pusat resolusi bagi penemuan jodohmu. Kalau kamu masih setengah hati dalam mencarinya maka jelas hambatan menemukan jodoh kita (eh, kamu aja dink) adalah dirimu sendiri.

Apa sih ciri-ciri setengah hati itu? Ya banyak, contohnya bisa kita lihat dari saran Pak Ridwan di atas. Jika kamu masih gengsi untuk menggunakan bantuan “pihak ketiga” (ntah aplikasi atau orang lain) untuk mengenalkan kamu dengan seseorang, itu berarti kamu belum cukup mau menemukan si dia. Kamu masih mementingkan gengsimu, ntah karena malu atau merasa terlalu “berharga” untuk mencari (bukan dicari).

Coba kamu renungkan, sebenarnya apa sih salahnya meminta bantuan pihak ketiga jika semuanya dilakukan dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian? Dan tentu saja Asal Jangan Jadi Orang Ketiga… Hehehe.

Iklan

Masih Kamu

Sebwa air tak menyatu dengan api meskipun kehadiran mereka sama-sama pentingnya

Kalau kamu memiliki kriteria jodoh impian, coba tanyakan ke dirimu sendiri apakah kamu sudah menjadi seperti jodoh yang kamu impikan itu. Misal, kamu mengimpikan jodoh yang taat beribadah, ya kamu juga harus taat beribadah. Kalau kamu ingin jodoh yang sabar, ya kamu juga harus sabar.

Kenapa begitu? Karena sebaik-baiknya pengharapan setelah pada Tuhan (uhuk) adalah pada diri sendiri. Jadi, daripada mengharapkan dia yang begini dan begitu, lebih baik kamu dulu yang begini dan begitu. Memantaskan diri untuk dia yang pantas bersamamu. Asyikkk…

Iya, Kamu

Ke-SALING-an, bukan Ke-AKU-an

Coba tanyakan pada dirimu sendiri, apa kamu memang sudah membutuhkan kehadiran seorang jodoh? Ataukah kamu hanya merasa tidak nyaman dengan pertanyaan ‘sudah punya calon belum?’ dan ‘kapan nikah?’ yang sering kamu dengar.

Kalau karena alasan kedua maka Mojok Institute punya saran solusi yang cukup ampuh untuk kamu. “Cukup doakan saja semoga amal ibadah orang yang bertanya bisa diterima di sisi-Nya dan doa kamu yang terusik karenanya digantikan dengan kebaikan diri yang berlipat. Ucapkan dalam hati sambil senyum-senyum tipis”.

Setali tiga uang dengan pertanyaan di atas, coba tanyakan juga pada dirimu sendiri, “Apa makna kehadiran jodoh itu bagi dirimu?”. Apakah kamu membutuhkannya sebagai pendamping hidupmu yang akan saling mengisi hari-hari berikutnya denganmu, saling menguatkan satu sama lain, saling mendukung, atau… saling, saling yang lain? Karena berdasarkan KBBI (haishhh) salah satu arti jodoh adalah pasangan. Ke-SALING-an, bukan Ke-AKU-an: agar aku ada temannya, agar aku semakin kuat, agar aku ada yang mendukung, atau … aku, aku yang lain. Sudah tahu bedanya, kan?

Akhirnya, sebagai penutup, The Last Kamu tentu saja adalah si dia. Karena bukan jodoh namanya kalau kamu hanya sendirian tanpa kehadiran dia. Untuk kamu (iya, kamu yang lagi muter-muter nyariin aku yang jelas-jelas ada di depanmu dan lagi baca “Resolusi Jodoh” Mojok Institute ini) jangan pura-pura begolah. Sampai sekarang kok belum juga paham seberapa cocoknya kita jika bersama. Cukupkan pencarianmu dengan kehadiranku.

Jadi, kapan orang tua kita saling mengenal???

 

 

Nb: Artikel ini ditulis semata demi keberlangsungan karier. Tabik.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2021 oleh

Tags: hubungan asmarajodohmenikahresolusi jodohresolusi tahun baru
Dyah Permatasari

Dyah Permatasari

Artikel Terkait

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO
Esai

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO
Sehari-hari

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Saat banyak teman langsungkan pernikahan, saya pilih tidak menikah demi fokus rawat orang tua MOJOK.CO
Ragam

Pilih Tidak Menikah demi Fokus Bahagiakan Orang Tua, Justru Merasa Hidup Lebih Lega dan Tak Punya Beban

15 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.