Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan

Kenia Intan oleh Kenia Intan
25 Maret 2026
A A
4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan (wikipedia.org)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bantul kian menggeliat sebagai salah satu destinasi favorit di Yogyakarta. Tak sedikit wisatawan yang datang ke Jogja menyempatkan diri mampir ke kabupaten di sisi selatan ini. Wajar saja, karena Bantul menawarkan beragam hal menarik untuk dijelajahi. Mulai dari kekayaan budaya, keindahan wisata alam, hingga ragam kuliner yang menggugah selera.

Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, minat terhadap oleh-oleh khas Bantul pun ikut bertambah. Banyak pilihan yang bisa dibawa pulang, namun pada kenyataannya, tidak semua produk atau makanan cocok dijadikan buah tangan. Berdasarkan obrolan saya dengan beberapa teman asli Bantul, ada sejumlah oleh-oleh yang sebaiknya dipertimbangkan kembali sebelum dibeli.

#1 Kue Adrem sebenarnya bisa jadi oleh-oleh Bantul yang sempurna, tapi …

Kue adrem merupakan salah satu makanan khas Bantul yang cukup legendaris. Kue ini umumnya dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional, khususnya di kawasan Sanden. Terbuat dari tepung beras dan gula Jawa, adrem digoreng hingga berwarna kecokelatan dengan cita rasa manis yang khas.

Dari segi rasa, kue ini sebenarnya cukup ramah di lidah sehingga tidak masalah jika dijadikan oleh-oleh. Apalagi, keberadaannya kini mulai jarang ditemui, sehingga bisa memberikan kesan tersendiri bagi siapa pun yang menerimanya sebagai buah tangan.

Namun, ada satu hal yang perlu dipertimbangkan. Kue adrem tidak memiliki daya tahan yang lama. Jika disimpan terlalu lama, teksturnya akan mengeras dan rasanya pun tidak lagi senikmat saat baru dibuat. Selain itu, jarak tempuh dari daerah Sanden ke pusat kota atau ke luar daerah juga bisa memakan waktu, sehingga kualitas kue berpotensi menurun. Karena alasan tersebut, kue adrem kurang ideal dijadikan oleh-oleh.

#2 Sate Klatak Imogiri lebih nikmat disantap langsung

Sudah menjadi aturan tidak tertulis kalau sate klatak paling nikmat disantap langsung di tempat. Daging kambing muda yang masih hangat, berpadu dengan kuah kuning ala gulai, menciptakan kombinasi rasa yang sempurna. Sensasi menariknya adalah mengoyak daging dari tusukan besi yang terbuat dari ruji sepeda, pengalaman kuliner yang benar-benar tak terlupakan.

Meski sate klatak bisa dibungkus, rasanya biasanya jadi kurang maksimal. Lemak pada daging bisa terbuka dan menimbulkan sensasi kurang nyaman di mulut. Rasanya juga terasa biasa saja jika dipadukan dengan gulai gurih saat dibawa pulang.

Jadi, saran kawan-kawan saya yang asli Bantul dan gemar makan olahan kambing: jangan pernah bungkus sate klatak. Lebih baik langsung datang ke tokonya di Jalan Imogiri dan nikmati pengalaman kuliner yang sesungguhnya.

#3 Gerabah Kasongan bisa jadi oleh-oleh Bantul asal kalian mau repot

Desa Kasongan di Bantul terkenal sebagai pusat kerajinan gerabah. Di sini, banyak pengrajin yang telah menekuni seni gerabah secara turun-temurun. Wisatawan bisa menemukan berbagai macam karya, mulai dari guci, patung, vas, kendi, kuali, hingga aneka hiasan lainnya.

Keunggulan gerabah sebagai oleh-oleh adalah daya tahannya yang jauh lebih lama dibandingkan camilan, makanan, atau minuman. Namun, ukurannya yang besar dan berat, ditambah sifatnya yang mudah pecah, membuat gerabah agak merepotkan untuk dibawa pulang.

Bukan berarti gerabah Kasongan tak bisa dijadikan oleh-oleh. Hanya saja, penting untuk memikirkan strategi agar aman saat dibawa, terutama jika perjalanan kalian cukup jauh. Dengan perencanaan yang tepat, kerajinan khas ini bisa tetap menjadi buah tangan yang istimewa.

Tapi, kalau kalian bertanya pada saya akankah menjadikan gerabah kasongan oleh-oleh? Saya sih memilih tidak dulu ya. 

#4 Ampo Imogiri

Ampo sebenarnya bukan camilan asli Bantul. Banyak sumber menyebut camilan ini berasal dari Tuban, Jawa Timur, ada juga yang mengatakan dari Jawa Tengah. Meski begitu, di Imogiri, Bantul, ternyata ada juga pengrajin ampo. Bukan camilan baru, pengrajin Ampo Imogiri bahkan sudah ditetapkan sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) DIY.

Kalau kalian jalan-jalan ke Bantul dan ingin membawa ampo sebagai oleh-oleh, sebaiknya pikir-pikir lagi. Camilan ini terbuat murni dari tanah liat, tanpa campuran bahan lain, dan bentuknya mirip gulungan wafer coklat. Biasanya dimasak dengan cara dipanggang atau diasapi.

Iklan

Menurut para pakar, ngemil ampo sebenarnya aman asal jelas sumber tanah liatnya. Jika tanah berasal dari daerah pegunungan, mineral di dalamnya relatif bersih. Namun, ampo perlu diwaspadai jika tanahnya berasal dari dekat ladang atau pemukiman yang digunakan untuk berbagai keperluan.

Bagi yang belum terbiasa, rasa ampo bisa terasa pahit. Selain itu, meski aman dikonsumsi, camilan ini sebenarnya tidak memiliki kandungan gizi atau manfaat kesehatan

Dan, mereka yang tidak terbiasa makan ampo mungkin akan merasakan pahit. Terlebih dari itu, walau aman dimakan, camilan ini sebenarnya tidak ada kandungan manfaat atau gizinya.  Itu mengapa, kalian sebaiknya pikir berulang kali sebelum menjadikan ampo sebagai oleh-oleh. 

Itulah beberapa oleh-oleh khas Bantul yang sebaiknya dipikirkan sebelum dibawa pulang. Selain mempertimbangkan rasa dan keunikan, penting juga memperhatikan asal-usul bahan, cara pembuatan, dan keamanan konsumsinya. Jangan sampai oleh-oleh Bantul yang sudah susah payah dicari jadi mengecewakan dan terbuang sia-sia. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA  Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2026 oleh

Tags: BantulKulinerkuliner bantuloleh-oleholeh-oleh bantulpariwisata bantulwisata bantulwisata jogja
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

4 Oleh-Oleh Malioboro Jogja Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli Mojok.co
Pojokan

4 Oleh-Oleh Khas Malioboro Jogja yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli

24 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Jogja macet saat mudik Lebaran
Urban

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Ortu dihina karena miskin. Anak kuliah sebagai mahasiswa jurusan Psikologi UIN buktikan lulusan PTN ecek-ecek malah hidup lebih terhormat MOJOK.CO

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Anak Kuliah di UIN, Dicap PTN Ecek-ecek tapi Lulus Punya Karier Lebih Terhormat

25 Maret 2026
3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat MOJOK.CO

3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat

23 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Ironi silaturahmi Lebaran bersama keluarga

Sisi Gelap Lebaran: Melelahkan karena Harus Tampak Bahagia, padahal Menderita Bersikap “Baik” dan Kehabisan Energi Sosial

23 Maret 2026
Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026

Video Terbaru

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

23 Maret 2026
Tiyo Ardianto BEM UGM: Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

Tiyo Ardianto: BEM UGM dan Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

23 Maret 2026
Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.