Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ngerengek Minta Honda Jazz, Cintanya Kadung Jatuh untuk Suzuki Sidekick

Minta dibelikan Honda Jazz cuma buat ngejar cewek itu absurd banget.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
10 Oktober 2021
A A
Ngerengek Minta Honda Jazz, Cintanya Kadung Jatuh Untuk Suzuki Sidekick MOJOK.CO

Ngerengek Minta Honda Jazz, Cintanya Kadung Jatuh Untuk Suzuki Sidekick MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Teman saya sempat merengek minta dibelikan Honda Jazz demi tujuan yang absurd. Padahal, cintanya sudah jatuh untuk Suzuki Sidekick.

Kalau tidak salah ingat, pertengahan 2003, nama Honda Jazz mulai terdengar. Sebagai pengendara Pitung yang bersahaja, berita itu nggak ada menariknya. Namun tidak untuk teman saya. Seorang anak juragan gerabah dari Kasongan, Bantul. Namanya Rio.

Orangnya lucu, pakai kacamata bulat, dan suka sekali mengakhiri kalimat dengan senggakan: “Yoi!” Sejak SMP kelas dua, dia sudah diajari mengendarai mobil. Jadi, menginjak SMA, kemampuannya mengendarai mobil sudah cukup mumpuni. Ketika Honda Jazz mulai masuk Indonesia, dirinya jadi sangat gelisah.

Saya agak lupa. Kalau tidak salah, Rio pernah bercerita soal mobil impian. Sebetulnya, meski anak orang kaya, dia bukan jenis anak manja suka minta ini atau itu. Mobil impiannya adalah Suzuki Sidekick. Iya, yang katanya mobil kelas tiga di bawah Suzuki Vitara dan Suzuki Escudo.

Sejarahnya Rio sampai jatuh cinta kepada Suzuki Sidekick ini agak suram. Sejak SMP, teman saya ini memang agak terlambat di sisi pertumbuhan. Dia tidak pendek, tapi kurus. Belakangan, saya baru tahu kalau tibe badan itu bernama ektomorf. Meski makan banyak, tapi nggak bisa gemuk. Saya, pada titik tertentu, agak iri dengan kondisi tubuhnya.

Lantaran tubuhnya yang kurus banget, Rio jadi sasaran rundungan teman-temannya di SMP. Sejak saat itu, dia maunya dibeliin mobil bongsor. Setelah banyak pertimbangan, Suzuki Sidekick jadi pilihan. Entah gimana, proses nggak bisa saya mengerti. Proses jatuh cinta dengan mobil tunggangan memang misteri.

Sayangnya, jatuh cinta pula yang menjauhkannya dari Suzuki Sidekick, mobil impiannya. Kelas satu SMA, dia jatuh cinta dengan anak sekolah lain. Celakanya, cewek ini cukup populer. Dulu, kalau bisa masuk tim inti basket, baik putera maupun puteri, level kepopuleran dirimu akan langsung meroket.

Cewek ini adalah pemain basket puteri salah satu SMA terkenal di Jogja. SMA, di mana semua muridnya cewek. Dulu, tim basket sekolah khusus siswi ini cukup kuat. Saya, dan teman-teman, sudah mengingatkan Rio. Mengejar cewek satu itu bakal susah. Selain jumlah saingan yang terlalu banyak, kebanyakan dari mereka anak orang kaya. Sudah bawa mobil, Rio belum.

Satu hal yang kami nggak jujur adalah ini: Mohon maaf ya, Rio, tampang dan badanmu itu pasti kalah saing sama mereka yang mengejar pemain basket itu. Mohon maaf, ya.

Bapaknya agak kaget ketika Rio tidak jadi minta dibelikan Suzuki Sidekick. Istilah bapaknya suatu kali dan kami, teman-temannya mendengar langsung: “Malah ngerengek Honda Jazz. Maumu tuh gimana.”

Bapaknya bisa menerima alasan Rio minta dibelikan Suzuki Sidekick ketika ditawari mobil baru. Namun, untuk Honda Jazz, bapaknya tidak menerima begitu saja. Di sisi lain, Rio juga tidak bisa menceritakan alasannya minta Honda Jazz. Dia gentar juga mau cerita alasan minta Jazz demi mendekati cewek.

Bukan bapaknya nggak mampu beli Honda Jazz, alih-alih Suzuki Sidekick. Sejauh yang saya tahu, meski balung tuwo (keluarga yang sudah kaya raya sejak zaman dulu), keluarga Rio tidak pernah mengajarkan anak-anaknya untuk boros. Prinsip keluarganya adalah semuanya bisa diraih dengan usaha, bukan rengekan.

Oleh sebab itu, ketika permintaan Rio terdengar seperti rengekan, siap-siap ucapkan selamat tinggal kepada Honda Jazz. Situasi ini membuatnya murung. Dia sedang menghadapi situasi di mana duit bapaknya nggak bakalan bisa menjadi solusi.

Mau usaha sendiri? PDKT naik Yamaha Nouvo? Dia terlalu minder, apalagi melihat rival-rivalnya yang baik mobil. Ahh, menyebut mereka sebagai rival mungkin terlalu mewah untuk Rio. Pikirannya terlalu dikuasai cewek dan Honda Jazz. Padahal, kalau tetap setia sama pilihannya, yaitu Suzuki Sidekick, di penghujung kelas satu SMA, di sudah bawa mobil.

Iklan

Cerita ini tidak punya happy ending. Rio, sudah jelas, nggak dibelikan Honda Jazz. Usahanya mendapat cinta si pemain basket? Ya kalau dipikirkan pakai akal sehat, usahanya sudah kandas, bahkan sebelum dimulai. Satu-satunya akhir bahagia adalah keputusannya untuk kembali kepada Suzuki Sidekick.

Kenaikan kelas dua SMA, Suzuki Sidekick bekas itu masuk ke garasinya. Perasaan Rio terbagi, antara senang karena akhirnya dia dibelikan mobil impiannya dan rasa kecewa. Yah, mau gimana, Sidekick, di matanya, seperti sisi lain dari mata uang. Jazz ada di baliknya dan Rio merasa kehilangan.

Namun, seiring waktu, seiring modifikasi yang nggak murah, cintanya kembali bulat. Mobil yang bongsornya nanggung itu cocok sama dirinya. Kok ya ndilalah, sangat jarang bermasalah mesinnya.

Terakhir, dia menemukan cewek yang bisa menerima dirinya apa adanya: Yaitu Rio yang juragan gerabah level impor, di garasinya ada Suzuki Sidekick bukan Honda Jazz, yang diapit Range Rover Classic 4×4 dan sebuah Harley Davidson yang dia beli karena bosan naik mobil. Iya, Rio yang apa adanya… kaya raya.

Yah, terkadang, orang kaya jatuh cinta itu memang menyebalkan.

BACA JUGA Yang Bikin Malas untuk Beli Honda Jazz Facelift dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2021 oleh

Tags: Harley Davidsonhondahonda jazzJazzmasa SMAmobil impianRange Rover ClassicsuzukiSuzuki Sidekick
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO
Otomojok

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)
Pojokan

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co
Pojokan

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO
Otomojok

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.