Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Merdeka dari Patah Hati dengan Potong Rambut

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
8 Maret 2020
A A
Merdeka dari Patah Hati dengan Potong Rambut
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Cewek-cewek sering banget potong rambut saat patah hati. Antara mitos dan fakta, potong rambut memang bikin gembira. Simbol kebebasan yang efeknya luar biasa!

Secara naluriah, saya mendatangi salon yang paling dekat kantor di sore hari pas hujan sedang lebat-lebatnya. Saya nggak peduli, masih ada jas hujan sebagai metode terjang hujan paling efektif buat pemotor.

Sampai salon saya bilang ke mbak-mbaknya,

“Mbak, potong apa aja yang penting lebih pendek dan keren.”

Setelahnya, saya keluar salon dengan lega, tanpa beban, dan merdeka. Iya, saya habis patah hati gara-gara mas gebetan jadian sama orang lain. Sialan.

Tapi keesokan harinya saya sudah berani jalan-jalan sama mantan pacar dan menimbang wacana buat balikan. Aneh memang, move on terasa cepat.

Metode potong rambut pasca mengalami patah hati adalah tindakan paling minimal selain menangis, yang biasa dilakukan cewek, dan sebagian kecil cowok. Padahal kalau diruntut, nggak ada hubungannya antara merasa baikan dan melihat helaian rambut jatuh saat digunting.

Pertama kali saya merasakan kemerdekaan setelah potong rambut adalah ketika kalah lomba siswa teladan SMP. Ibu saya menderita melihat saya menangis akibat kegagalan kecil yang sebenarnya nggak ada apa-apanya ketimbang cobaan hidup lain. Besoknya beliau mengajak saya ke salon, creambath sekalian potong rambut model bob, pendek dan konyol sehingga menyerupai Alda The Cangcuters.

Tapi di saat itu beban saya seolah hilang bersama helaian rambut yang disapu sama mbak-mbak salon. Penampilan baru saya, adalah hiburan. Untuk pertama kalinya saya memahami bahwa potong rambut bisa bikin gembira.

Ternyata nggak cuma saya. Teman kosan saya pernah terbangun dengan menangis, lalu dia mengambil gunting dan potong rambut secara mandiri. Katanya, semalam dia mimpi buruk yang membuatnya terus kepikiran walau sudah bangun.

Potong rambut baginya adalah buang sial.

Tren potong rambut saat patah hati dinamakan breakup haircut. Perasaan merdeka setelahnya adalah pengalaman individu yang kebetulan juga dirasakan hampir sebagian besar orang.

Kalau dihubungkan sama kearifan lokal, potong rambut adalah buang sial karena juga memangkas setan-setan yang bergelantung manja di sana. Bahkan pada upacara ruwatan anak gimbal di Dieng, acara potong rambut juga dibarengi ritual pelarungan rambut ke Sungai Serayu atau Telaga Warna. Tujuannya biar si anak nggak sakit-sakitan lagi dan rambutnya tumbuh dengan normal. Sebuah simbol kebebasan yang begitu unik.

Namun kalau dilogika, ada dua alasan masuk akal kenapa potong rambut saat patah hati punya imbas yang begitu luar biasa.

Iklan

Pertama, potong rambut adalah kegiatan yang tidak berlangsung lama, singkat, tapi efek perubahannya langsung terasa begitu kalian berkaca. Merasakan perubahan yang ada pada diri kita adalah suatu bentuk penerimaan bahwa keadaan memang tidak selalu sama walau tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Benar bahwa kita menerima kenyataan pahit yang bikin patah hati, gebetan jadian, pacar selingkuh, sampai pernikahan yang gagal. Apa yang perlu kalian lakukan adalah dengan menerima bahwa kondisinya memang sudah berubah. Potong rambut saat patah hati menegaskan fakta itu.

Kedua, secara tidak langsung potong rambut saat patah hati akan menambah kepercayaan diri. Kalian seolah sedang berkata pada diri sendiri: new hair, new life, new me. Hingga pada akhirnya kalian merasa merdeka dan tidak terpenjara dalam kesedihan.

BACA JUGA Fase Patah Hati: Stalking Mantan Itu Ternyata Wajar atau artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2020 oleh

Tags: Move OnPatah Hatipotong rambut
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Kebiasaan di tukang pangkas gegayaan potong rambut di barbershop. Berakhir konyol dan menderita MOJOK.CO
Ragam

Pertama ke Barbershop untuk Gaya-gayaan: Jadi Goblok Perkara “Undercut”, Kelaparan Seharian karena Bayar Mahal demi Potong Rambut Tak Memuaskan

8 Oktober 2025
Refleksi Akhir Tahun: Kisah-kisah Move On Karena Cinta yang Kandas MOJOK.CO
Ragam

Refleksi Akhir Tahun: Kisah-kisah Move On dari Cinta yang Kandas

26 Desember 2023
patah hati mojok.co
Liputan

Derita dan Tawa Patah Hati: Nangis-nangis Dahulu, Merayakan Kemudian

26 Juni 2023
merayakan patah hati mojok.co
Hiburan

Pengin Merayakan Patah Hati Bersama Mojok, Simak Nih Caranya!

17 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.